Tentang Waktu.

Tentang Waktu.
bab 14:demam


__ADS_3

putri segera menyusul jihan ke parkiraan.dia menyadari kehadiran zafran tadi. jihan menyembunyikaan tangisannya ketika putri mendekat ke arahnya.putri menatap lekat wajah jihan,dia langsung menarik jihan ke dalam pelukannya.putri memang teman yang sangat perhatian terhadap jihan,mengingat semua ke baikan jihan waktu di pesantren dulu.membuat putri prihatin dengan kondisi jihan seperti .


"gak usah nyembunyiin tangisan lo,gue ada disini sama lo.nangis aja kalau itu memang buat lo lega.kita emang udah lama gak ketemu,tapi gue masih tetep temen lo.


tangisan lo ,bakal jadi luka di hati gue."ucap putri sambil memeluk jihan.


"gue bersyukur karna masih ada orang yang sayang sama gue..makasih ya.bahagia lo juga bakal jadi senyum buat gue!"ucap jihan segera menghentikaan tangisannya.


"bukan cuma gue yang sayang sama lo,keluarga lo dan temen temen yang lain semua sayang sama lo,jangan anggap lo sendirian disini.sekarang gue lagi bahagia,jadi mana senyumnya..."sahut putri sambil menatap jihan yang langsung tersenyum ke arahnya.


"jihan hujan!lo pakai mantel gue deh...biar gue hujan hujanan"tawar putri pada jihan.


"ogah..mending lo aja yang pakai,gue udah lama gak mandi hujan..."ucap jihan yang langsung menepis mantel pemberian putri.

__ADS_1


"gimana kalau kita berdua hujan hujanan aja,gue tau lo masih mau nangis di temani air hujan yang bakal ngehapus jejak tangisan lo.jadi gak usah alasan mau mandi hujan segala!"ucap putri sambil mendorong bahu jihan,pelan.


jihan segera masuk ke dalam rumah dengan keadaan basah kuyub.mbok asih terlihat panik melihat keadaan jihan,begitu juga supir dan anak mbok asih.jihan segera mandi dan menggenakaan baju hangat.


mbok asih datang sambil membawakaan teh hangat.


"neng habis dari mana,kok sampek basah kuyup bajunya?eh..badan neng juga mulai demam,mbok ambilin air buat ngompres dulu ya.."ucap mbok asih panik ketika mengecek suhu tubuh jihan.


"ambilin kompres yang ada di kotak obat aja mbok,biar gak repot "jawab jihan sambil meneguk tehnya.ia sudah merasakaan pusing saat ini.


"sini mbok pasangin"ucap mbok asih dan langsung menempelkaan kopres tersebut.


"makasih ya..mbok."ucap jihan lemah.

__ADS_1


"sekarang neng jihan istirahat dulu..ya"tukas mbok asih sambil menarik selimut,jihan hanya mengangguk lemah.


"kenapa sih neng harus tidur di kamar tamu,kalau tidur sama nak zafran kan bisa ada yang jagain,kalian ada.....masalah?"


tanya mbok asih ragu.


"gak ada mbok,aku istirahat dulu ya makasih mbok udah mau ngerawat aku"ucap jihan lembut.tubuhnya mulai lemah sekarang.


"yasudah neng tidur aja sekarang,jangan terlalu banyak pikiran"ucap mbok asih kemudian pergi meninggalkaan jihan.


jihan melangkah dari tempat tidurnya,ia berniat untuk mengunci kamarnya.untuk saat ini ia benar benar tidak mau bertemu dengan zafran.tak lama kemudian,jihan tampak terlelap dalam tidurnya.


zafran segera menuju kamar tamu,dia terkejut saat mbok asih bilang jihan sedang demam.zafran membuka pintu dengan menggunakaan kunci cadangan.zafran menatap jihan yang sedang terlelap dalam tidurnya.zafran mendekat ke arah jihan dan membenarkaan selimut yang terlipat.

__ADS_1


"setiap gue lihat wajah jihan perasaan bersalah selalu menghantui gue.gak seharusnya gue perlakukaan dia kayak gini,tapi gue masih gak bisa nerima dia.


apa gue harus coba menerima dia?,tapi gimana dengan hasna?"batin zafran ,bingung.


__ADS_2