
sudah dua hari sejak zafran mengucapkan ijab kabul tapi jihan masih tetap tinggal di rumah orang tuanya.zafran belum menjemput jihan sampai hari ini ,membuat jihan merasa bahwa zafran juga menolak pernikahan ini.jihan masih menyibukan diri dengan semua tugas kampus dan kafe yang ia bangun dengan salsa dan megan teman satu kampusnya.dan menjadi kasir di rumah sakit tempat ia menikah dia jadikan sebagai pekerjaan sampingan.
jihan segera menuju kantor di kafe tersebut.kedua sahabatnya sudah duduk manis sambil memeriksa laporan keuangan.
"kebiasaan banget si lo,telat mulu!"semprong youtuber megan.jihan menghembuskan nafasnya dan duduk di sebelah salsa.
"maaf gue tadi habis dari rumah sakit dulu"tutur jihan sambil mengambil risoles dan memakannya.
mereka bertiga pun kompak berdiskusi untuk kemajuan kafe .mulai dari menambah menu ,mencari coky baru dan lainnya. karna omset di kafe menurun hingga malam pun tiba mungkin sekitar jam 21.00 mereka memutuskaan untuk pulang.megan mengantar jihan dan juga salsa sekaligus karna emang rumah mereka satu arah.
"thanks ,mampir dulu gk?"tanya jihan dan langsung keluar dari mobil megan.
"suami lo dateng tuh,kapan kapan aja mampirnya .sekarang lo cepet masuk .bebeb di dalem udah nungguin tu!"ucap salsa sambil cengengesan.jihan menatap mobil hitam yang terpakir di halaman rumahnya.
"kampret lo ,mungkin aja rekan bisnis bokap gue .jangan ngadalah tu mulut"sahut jihan.dia memang sopan didepan orang tua,tpi jika sudah berurusan dengan teman maka dia berubah menjadi sosok yang humoris dan menyenangkaan.kelakuannya sama seperti anak remaja biasanya.
jihan masuk mengabaikaan megan dan salsa.saat hendak memasuki rumah, ada sebuah telephon dari dika.teman yang sudah ia anggap sprti adik nya sendiri.kini dika masih menetap di inggris .satu tahun yang lalu saat jihan berada di inggris sbgai pertukaran pelajar ia mulai dekat dengan dika.
panggilan terhubung.....
dika:assalamualaikum.mbak kemana aja udah dua hari gk perna tlpon ?
jihan:mbak sibuk .tugas di kampus banyak,kafe juga lagi ada penurunan.oiya kafe yang ada di inggris gimana ,lancarkan.
(sambil berjalan menuju rumah)
__ADS_1
"assalamualikum ,buk jihan pulang"teriak jihan yang masih sibuk dengan hp dan sepatu yang sulit untuk dilepas.
dika:ada sedikit masalah mbak ,tpi tenang
aja kan ada aku.
jihan:masalah gimana?(sambil menuju ke
ruang tamu)
dika:habis ada perampokan
jihan:hah... terus gimana
doubel kill.....kini ia kaget untuk kedua kalinya.ia fikir memang klein orang tuanya tapi yang duduk disitu adalah zafran dan kedua mertuanya.jihan langsung mematikan hp nya . mendekat dan menyalami mereka semua.
"kok baru pulang habis dari mana ??"tanya pak udin .
"habis dari kafe om.."jawab jihan .
"kamu mandi dulu nak!"pinta ayah jihan.
jihan mengangguk dan langsung masuk menuju kamar.mengambil baju dan kemudian keluar lagi ke kamar mandi.karna memang di kamar jihan tidak ada kamar mandi.
di ruang tamu..
__ADS_1
"cewek,jam segini baru pulang dari kafe.ngapain aja coba"batin zafran.
"emang biasanya jihan memang sering pulang jam segini pak?"tanya pak udin .mewakili suara hati zafran.
"enggak pak,mungkin karna omset di kafe turun pak."jawab pak herman
"hebat ya ,masih kuliah udah punya kafe aja menantuku."sahut bu niken,ibu zafran.
"iseng katanya buk"jawab ibu jihan.
jihan sudah selesai mandi dan ikut berkumpul di ruang tamunya.romi,adik angkat jihan melihat ke arah kakaknya kemudian cengengesan.ia melihat kakaknya yang jailnya minta ampun kini menjadi perempuan yang pendiam dan terlihat anggun dalam balutan busana muslim.
nih anak cengengesan .gak tau emang kalau gue gugup .awas aja tu anak batin jihan sambil melirik kearah romi.
" gimana kalau malam ini biar zafran nginep di sini dulu ,lusa baru jihan yang yang nginep di rumah kami.terus untuk kedepannya terserah mereka mau menetap dimana"usul pah udin.
"oiya boleh"jawab ayah dan ibuk.
"malam ini di mau nginep disini..oh my gad bakal tidur ama kulkas nih kayaknya gue."batin jihan.
"abi nih,apa apan sih .nyuruh aku tinggal disini kan berasa canggung banget"batin zafran.
"yaudah kami pamit pulang dulu"ucap pak udi sambil beranjak dari kursi
ayah dan ibu mengantarkaan ke depan.
__ADS_1