
"jihan .lo gak makan?dari tadi diliatin mulu,emang kenyang kalau gak dimakan"
tanya yolan yang sudah menghabiskan separuh ayam gepreknya.zafran menatap jihan,sedangkan jihan mulai pusing karna terlalu memikirkaan masalahnya.
"kalian aja yang makan.gue udah kenyang"
jawab jihan sambil mengaduk capucino sambil sesekali menyeruputnya.
"hargai dong han,kasian mas fadil beliin malah gak dimakan.nasinya juga mubadzir"ucap yolan.
jihan menarik nafas dalam.pikirannya sedang kacau dan tidak nafsu untuk makan sesuatu.
"di bungkus aja,nanti lo makan di rumah!"
usul zafran . seorang pelayan menghampiri mereka kemudian membungkusnya.semua sudah selesai makan dan langsung beranjak menuju mobil.
di perjalanan...
__ADS_1
"dil ini udah malam,gimana kalau nanti lo turun di depan rumah aja.gak usah nganterin gue.kasian bini lo,udah ngantuk gitu."ucap zafran.sedangkaan fadil mengangguk .jihan hanya diam sambil bersandar ke jendela kepalanya benar benar pusing saat ini.
fadil dan yolan sudah turun di depan rumahnya tadi.jihan dan zafran kini sedang berdua dimobil menuju jalan pulang.
ke duanya sama sama diam.biasanya jihan yang selalu memulai obrolan dan zafran hanya mendengarkaan dan menjawab singkat ketika jihan menanyakaan sesuatu hal.zafran merasa ada yang aneh dengan sifat jihan,mulai di kafe tadi .zafran pun mencoba mencairkan suasana walau sebenarnya ini sangat sulit.
"jihan.lo gak... mau makan bungkusan yang tadi?"tanya zafran ragu.
jihan tak menjawab pertanyaan zafran.ia sengaja menunggu mobil nya melewati gerbang utama pesantren.karna memang sebentar lagi ia akan melewatinya.
"terimah kasih ning nafis.."ucap satpam tersebut.ia mengira bahwa jihan adalah ning nafis,kakaknya gus zafran.jihan mengangguk.sedangkan zafran masih menatap jihan.
"saya gak laper gus"ucap jihan lesu.
zafran hanya menatap jihan sekilas lalu mengangguk.
sesampainya di kamar zafran segera sholat.ia menggelar sajadah di samping tempat tidur.zafran melihat ke arah jihan yang fokus denga laptopnya.
__ADS_1
"lo gak mau jamaah sholat isya'?"tanya zafran menghampiri jihan di meja belajar.
"saya halangan gus.."jawab jihan malu.
"yaudah ,gue sholat dulu."sahut zafran langsung melaksanakaan sholat.jihan tak menghiraukaan zafran.kepalanya semakin pusing saat ini.
jihan bergegas ke kamar mandi.ia memutuskaan untuk mandi sekaligus keramas malam ini.meskipun tadi sore ia sudah mandi.
"kalau udah keramas,mungkin udah gak sakit lagi nih kepala!"batin jihan.jihan memilih air dingin untuk menjadi temannya saat ini.rasa sakit kepalanya sedikit meredah,jihan langsung keluar dari kamar mandi tanpa menggenakaan hijab.ini pertama kalinya ia berani melepas hijabnya di depan zafran karna ia fikir zafran sudah tertidur dan ketika pagi hari ia akan bangun terlebih dulu dan langsung menggenakan hijab sblm zafran terbangun.
jihan menuju ke ranjang setelah ia menyisir rambutnya.dugaannya benar,zafran sudah tertidur dengan posisi membelakangi jihan.tubuh jihan menggigil ke dinginan selimut yang ia kenakan sudah menutupi seluruh tubuhnya tapi ia masih terasa dingin.zafran terbangun karna ia merasa haus.
zafran kaget ketika ia melihat jihan tidur tanpa kerudungnya,terlihat cantik dengan rambut panjang dan lurus. sedangkan jihan merasa sangat kedinginan,bibirnya mulai pucat.ia nampak tak nyaman dengan tidurnya.zafran mendekat dan menyadari bahwa jihan sedang tidak baik baik saja.
"jihan lo kenapa?"tanya zafran. wajah jihan lemas dan bibirnya mulai pucat.
zafran menempelkaan tangannya di kening jihan.tubuh jihan sangat panas,zafran segera lari menuju dapur mengambil air dan menaruhnya di wadah.sesampainya di kamar ia mengambil sapu tangan di lemari dan langsung mengompres jihan.saat ini ia benar benar khawatir dengan keadaan jihan.
__ADS_1