Tentang Waktu.

Tentang Waktu.
bab19:andai....


__ADS_3

jihan sedang memasak bersama mbok asih di dapur.dia memang sengaja memasak berbagai hidangan untuk teman temannya karna jihan sudah


menggap mereka semua adalah saudara.namun kebersamaan mereka hanya sampai satu tahun jihan memutuskaan kembali ke indonesia,dika memilih ke luar kota untuk memulai bisnisnya,radit memilih menikah dan bekerja di perusahaan papanya sedangkaan syerli menjadi dokter yang sering di pindah tugaskaan ke luar kota maupun luar negri.meskipun mereka sudah tidak pernah bertatap muka,tapi masih sering berhubungan melalui media sosial.


jihan dan mbok asih sudah menyesaikaan masakannya tepat pada saat adzan duhur berkumandang.ia segera menuju mushola pribadi yang ada di belakang rumahnya.


zafran memang sengaja membangun mushola di belakang rumahnya,dari pada di dalam rumah.mushola tersebut tidak terlalu besar,letaknya di samping rumah kecil yang di tinggali oleh keluarga mbok asih.seluruh penghuni rumah selalu melaksanakaan sholat jamaah di sana.disamping mushola terdapat kolam ikan dan taman bunga, udaranyajuga sangat segar membuat orang yang sedang sholat di dalamnya merasakaan ketenangan yang mendalam.


semua anggota rumah sudah selesai sholat duhur yang di pimpin oleh zafran,karna hari ini ia sedang tidak bekerja .


jihan segera keluar dari mushola dan langsung menuju rang tamu.selang beberapa menit suara bel terdengar dan ia segera membukakan pintu,tamu yang ia tunggu tunggu akhirnya datang.jihan menyambutnya dan mempersilahkaan mereka untuk duduk.mbok asih langsung membawakaan teh pada tamu jihan.zafran keluar dari kamar karna terdengar suara kebisingan dari luar,ia segera ikut bergabung bersama mereka ketika sudah memperkenalkaan diri.mereka pun mengobrol dengan diiringi tawa,melepas kerinduaan karna hampir dua tahun mereka tidak bertatap muka.


"ayo makan...gue udah masak makanan sepesial buat kalian"seru jihan semangat.


"sungkan gue makan disini"seru radit sambil


mengelus perutnya.

__ADS_1


"kayak sama siapa aja sih lo!gue udah masak dari pagi masak gak mau makan sih.."


ucap jihan menunjukaan wajah cemberut.


"ih...wajah lo gak bisalebih melas lagi!"sahut radit sambil melempar kacang kepada jihan.


"gak bisa!udah dong ayo.."ucap jihan langsung menuju ke meja makan .


di meja makan.....


"anak lo cantik banget yang perempuan..yang laki laki meskipun masih kecil aura kegantengannya juga udah kelihataan!"ucap jihan yang sudah selesai makan kepada radit.


"ih..narsis!tapi anak lo yang perempuan gue lihat lihat pendiem banget ya..apa cuma kalau deket sama orang asing aja?"tanya jihan sambil menatap gadis kecil yang sedang menonton tv di ruang keluarga bersama ibu dan adiknya.


"anak gue yang perempuan emang pendiam"


jawab radit santai ,sambil meneguk air putih

__ADS_1


"emang kalau dirumah sering lo marain?"tanya jihan penasaran.


"dia itu kurang pinter kalau di sekolah ,jadi gak salah dong gue marahin dia supaya jadi lebih giat belajar"sahut radit.


"jangan terlalu sering dimarahin.setiap anak itu punya kelebihan tersendiri dia kurang mampu dalam hal pelajaran tapi mungkin dia menguasai dalam bidang lain biarkaan dia mencoba,dan lo kasih tau kalau dia salah dalam semua hal yang anak lo mau kerjakaan"tutur jihan lembut.


"dia udah naik kelas empat,tapi kok masih kayak anak kecil...ya?"tanya radit kepada jihan.


"makin hari umurnya makin bertambah,jadi jangan anggap dia anak kecil...lo harus sabar memperlakukaan anak lo,takutnya dia mengalami gangguan mental karna sering lo marahin.jangan rusak mental dan pemikirannya dengan selalu membentak bentak dia "sahut jihan sambil menatap radit yang kini memandang foto putri sulungnya di walpeper hp.raut wajahnya menunjukkan penyesalan sekarang.


"bener lo...thanks ya udah ingetin gue.gue nyadar gue salah dalam mendidik anak.eh..


gue lihat lo udah pantes punya anak!"celetuk radit kepada jihan.


"jangan ngadi ngadi deh lo!"semprong jihan ...


"baru pegangan tangan bentar aja,udah dilepas.mana bisa sampai punya anak coba.

__ADS_1


andai aja gue sama zafran saling cinta....


andai,andai dan andai .jihan lo harus bisa bersyukur sama ketentuan allah..dan gak boleh banyak ngelu."batin jihan menyemangati dirinya sendiri


__ADS_2