Tentang Waktu.

Tentang Waktu.
bab 20:bergetar


__ADS_3

zafran menatap jihan yang kini sedang memalingkaan wajah darinya.sedangkaan radit dan dika tertawa melihat ekspresi jihan yang sedang cemberut.jihan menghembuskaan nafas kasar dan memukul lengan dika dan radit secara bergantian,saat ini ia bener kesal melihat kedua sahabatnya menertawakannya.


"udah...mau sampai kapan lo ketawa.katanya mau kasih gue oleh oleh...mana?gue tagih sekarang!"ucap jihan sambil mengambil donat dan segera memakannya.


"muka lo kusut banget ,melebihi baju yang belum di setlika!ha..ha...ohiya oleh olehnya ada di bagasi mobil, gue ambilin dulu!"ucap dika pada jihan.


"saya bisa mengambilkan...jadi masnya gak perlu repot repot"sahut danis yang tiba tiba muncul dari dapur.


"yaudah ,tolong ambilkaan ya...maaf merepotkaan .dan ini kunci mobil saya"ucap dika sambil memberikaan kunci mobilnya pada danis.


"tentang anak gue...gimana kalau gue minta bantuan psikolog?"tanya radit pada jihan.pandangan matanya menatap pada anak sulungnya yang sedang menonton tv.


"boleh..."jawab jihan singkat.


"jihan dulukan pernah ikut kelas psikolog,lo suruh jihan aja!"usul dika pada radit yang sedang bimbang.


"gak bisa gue!dulu emang pernah ikut tapi cuma sebentar karna waktu itu gue ngundurin diri"tolak jihan lembut.

__ADS_1


"oh iya sih...yang gara gara ustad itukan!"ucap dika sambil cengengesan pada jihan.


"sok tau banget sih lo....gue ngundurin diri karna gue udah gak ada waktu.gak ada hubungannya sama ustad arham"ucap jihan dengan kesal.


"siapa ustad arham?"tanya zafran penasaraan, hatinya terasa sesak sekarang.


"arham itu temen jihan waktu di inggris.dia juga orang indonesia mereka udah deket banget dulu,jihan juga udah sempet dilamar sama arham .tapi tiba tiba arham pulang ke indonesia karna mendapatkaan kabar bahwa nyokapnya lagi sakit.dan ketika arham kembali keinggris dia sudah berstatus suami orang.karna dia dijodohkaan sama orang tuanya. dan...lo tau bro,jihan sampai sakit tiga hari gara gara broken heart."jelas radit sambil menatap zafran yang sedang serius mendengarkaan ceritanya.


"sotoy....waktu itu gue sakit karna kehujanan bukan gara gara ustad arham..huh,gue ke kamar dulu ya... ngambil plester buat nutup mulutnya orang sok tau"ucap jihan kemudian melangkah menuju kamar tamu,yang memang sudah menjadi kamarnya sejak ia tinggal disini.


di kamar......


"huh...ngapain bahas ustad arham sih!"ucap jihan sambil melepas kerudung


"emang kenapa?"sahut zafran dan langsung menghampiri jihan yang tampak cantik dengan rambut yang di kuncir kuda


"huh..gus zafran ngagetin aja"ucap jihan langsung menatap zafran yang semakin mendekatinya.

__ADS_1


"jawab dulu pertanyaan gue!"perintah zafran sambil menatap jihan yang terlihat sangat gugup.


"gak papa sih"jawab jihan sambil memalingkaan wajah dari zafran yang kini sedang menatapnya.


"kenapa lo gak cerita tentang arham ke gue,


lo masih suka sama dia?"tanya arham semakin mendekat kepada jihan.ia memang sengaja menggoda jihan yang wajahnya sudah memerah sekarang.


"gus zafran juga gak tanya!eh...gue gak suka sama ustad arham"jawab jihan dengan gugup,ia berusaha mendorong tubuh zafran agar menjauh darinya.


"iya karna arham udah punya istri,"sahut zafran sambil menggenggam tangan jihan.


"gue udah bilang gue gak suka sama arham,baik dia belum punya istri atau pun sudah!karna gue nganggap dia sebagai kakak dan ngak lebih"tegas jihan sambil bangkit dari tempat tidur.


"seandainya dulu lo nikah sama arham?lo masih nganggap dia kakak?"tanya zafran penasaran.


" seandainya gue nikah sama arham gue akan berusaha cinta sama dia ,karna bagaimanapun dia suami gue"ucap jihan sambil memakai jilbabnya.dia tidak merasa bahwa jawaban dari pertanyaan zafran bisa membuat hati zafran bergetar sekarang.

__ADS_1


__ADS_2