Tentang Waktu.

Tentang Waktu.
bab 16:pengakuan


__ADS_3

"lo rencananya kapan nikah? "tanya jihan yang sudah menghabiskaan makanannya.


erika bangkit dari tempat duduk dan berpamitan ke toilet.sedangkaan zafran masih melahap makanannya.


"gue masih menikmati indahnya masa pacaran!"jawab riko santai.


"gila lo...alasannya apa sih lo ngajak erika pacaran?"tanya jihan penasaran.matanya menatap riko dengan sinis.


"eh...gue mau latihan dulu buat melanjutkaan ke jenjang yang lebih serius"ucap riko dengan santai.tangannya sibuk mengaduk kopi di hadapannya.


"latihan lo bilang!jadi erika yang lo jadiin bahan percobaannya dulu,gitu ..?"semprong jihan,tak terima.sedangkaan riko hanya diam ,tanpa menatap jihan.


"gue pulang dulu,kasian anak orang lo jadiin bahan percobaan.mending cepet halalin deh...keburu di ambil orang bro!"ucap jihan langsung beranjak pergi.


zafran segera pamit ke riko dan mengejar jihan.

__ADS_1


"*bener juga kata jihan,gue juga gak mau kalau erika malah nikah sama cowok lain,mending gue segera nikah sama dia"batin riko sembari melihat punggung jihan yang semakin menjauh.


**di rumah***......


jihan sudah duduk di ruang keluarga,sembari menikmati teh dan juga pisang goreng ala mbok asih.zafran yang baru saja keluar dari kamar langsung berjalan ke arah ruang keluarga.dia duduk di sebelah jihan.saat ini ia ragu akan mengatakaan tentang peristiwa kemarin atau menundanya terlebih dahulu.sejak kemarin jihan memang lebih pendiam tidak seperti dulu.jihan yang ceria,humoris dan sangat asik untuk teman ngobrol kini sudah lenyah,tergantikaan oleh sifat dingin dan cuek yang membuat zafran merasa zafran merasa kehilangan dan merindukaan jihan yang seperti dulu.


jihan masih melihat tv walaupun ia tahu zafran sudah duduk disebalahnya sambil sesekali mencuri pandang.jihan memandang tv tersebut dengan tatapan kosong.hatinya masih sakit kala mengingat kejadiaan kemarin,


"kenapa zafran gak jujur aja sih,kalau di kemarin bukan ketemu klaien tapi jemput hasna,kalau dia jujur mungkin hati gue gak senyeri ini.tapi,gue juga harus sadar diri sih..emang gue siapa??huh...ya allah segera hapuslah perasaan ini kepada zafran jikalau dia bukan jodoh hamba"batin jihan sambil menyeruput teh nya.


"gue masih belum laper!gus zafran pergi aja sama temen,yang waktu itu gus zafran jemput dari bandara sambil bawain buket mawar merah eh..namanya hasna kalau gak salah!"ucap jihan sambil melepaskaan tangannya dari genggaman zafran.


wajahnya tak menunjukan kesedihan karna jihan memang sangat pandai menyembunyikaan rasa sakitnya.


zafran kaget mendengar pengakuan jihan.

__ADS_1


jadi jihan sudah tau tentang hasna?siapa yang memberitahu ? sejak kapan?apa ini yang menyebabkaan jihan jadi pendiam?semua pertanyaan itu keluar dari otaknya sekarang.zafran kembali menggenggam tangan jihan dan menariknya ke garasi.


"eh....gue pinginnya makan sama lo"ucap zafran tegas sambil mengeluarkaan montor dari garasi.jihan kaget ketika zafran tiba tiba mengenggam tangannya dan menariknya ke garasi,ia berulang kali meronta dan menyuruh zafran melepaskaan genggamannya tapi zafran selalu menolak.


di tempat penjual mie pangsit....


zafran segera kembali duduk di sebelah jihan setelah memesan mie pansit kepada penjualnya.jihan tak menghiraukaan zafran dan memilih bermain game di hpnya.


zafran masih menatap jihan yang asik dengan game yang dimainkannya.hinggah penjual mie tersebut menghampiri mereka dengan dua mangkok mie .


"gue ngajak lo kesini buat nemenin gue makan,bukan nyuekin gue dengan main game kayak gini.lo sebernanya kenapa sih?


gue tadi udah mau jujur sekaligus minta maaf tapi lo cuek banget!lo kesel gara gara gue jemput hasna kemarin?apa kesel gara gara gue udah bohongin lo?gue minta maaf deh"ucap zafran sambil memandang jihan dengan memohon.dia sudah tidak sanggup dengan sikap cuek jihan,meskipun baru kemarin .hatinya tak nyaman melihat jihan dengan sikap dingin dan cueknya.


"gue kesel sama diri gue sendiri,gue merasa memilik lo tapi gue gak sadar kalau gue bukan siapa siapa"jawab jihan tegas.

__ADS_1


ia berusaha menahan air matanya agar tidak membanjiri wajahnya.


__ADS_2