
zafran masih termenung di tempat tidur ,memikirkaan perkataan jihan yang menjadi beban di otaknya sekarang sedangkaan jihan sudah keluar dari kamar dan kembali berkumpul dengan teman temannya.jihan melampiaskaan masalah zafran dengan bergurau, baik itu dengan teman maupun orang orang yang dekat dengannya.setidaknya ia bisa sekaligus menghibur orang dengan celotehan dari bibir mungilnya.jihan memang sering menangis jika berada di dalam kamar sendirian.menumpahkaan kesedihannya dengan air mata,ia masih tak mengerti dengan sifat zafran yang masih belum bisa menerima pernikahan ini,dan masih belum mengakui jihan sebagai istrinya jika di depan teman temannya.
"gue sebenarnya capek...harus pura pura bahagia sedangkaan batin gue sekarang lagi terluka...tapi mau gimana lagi gue gak mau orang tua gue kecewa karna lihat anaknya gak bahagia dalam pernikahaan yang mereka paksa!saat ini gue harus sabar ...nunggu waktu dimana gue harus berpisah dengan gus zafran,atau nunggu waktu gus zafran nerima gue sebagai istrinya jika itu memungkinkan"fikir jihan sambil menatap sahabatnya yang sedang bergurau dengan anak radit yang masih balita di ruang keluarga.
zafran keluar dari kamar jihan dan ikut bergabung dengan semua orang yang ada di ruang keluarga.pandangan matanya mengarah pada jihan yang tampak semangat mengendong anak radit yang masih balita.dan mengajaknya bergurau.
"apa gue bisa belajar mencintai jihan?selama gue nikah sama jihan gue hanya bisa menganggap dia temen..karna sejujurnya gue masih berat kalau harus ngelupain hasna.gue bener bener bingung..sekarang"batin zafran sambil melihat jihan yang sedang asik bergurau dengan balita mungil yang berada di gendongannya.
danis membawa dua kardus besar di tangannya diikuti ayahnya yang membawa satu kardus sedang dan juga paperbag .mereka menuju keruang keluarga
untuk menyerahkaan barang barangnya pada jihan.
"lo bawain oleh oleh atau mau numpang jualan di rumah gue...! pulang gih...udah di bilangin gak usah berlebihan masih aja gak nurut! pulang sana...."semprong jihan pada dika....sambil menatapnya dengan tatapan tajam.
__ADS_1
"isinya cuma kerupuk udang,jadi gak berlebihan dong..gue kan gak ngasih berlian sama lo!"tegas dika sambil membuka salah
satu kardus dan memperlihatkaan isinya pada jihan.
"tetep aja berlebihan,lo ngasih gue tiga dus..kan jadi ngrepotin!"sahut jihan dengan memanyunkaan bibirnya.
"gak ngrepotin kok"ucap dika sambil mendekatkaan tangannya ke pipi jihan,ia bermaksud mencubit nya.tapi jihan segera menepisnya kasar.
"jangan pegang pegang....nanti suami gue dapet bekas tangan lo!"tukas jihan langsung menutupi wajahnya dengan kerudung.zafran tersenyum melihat tingkah jihan .
"yah..baru kesini sebentar udah mau pulang aja"ucap jihan kesal.
"kita mau istirahat karna nanti malem mau ke rumahnya nenek,kakeknya dika di puncak.sekaligus liburan disana selama seminggu kedepan"tukas radit pada jihan.
__ADS_1
"gue juga pingin ..gue juga liburan semester.
gus zafran,jihan ikut ya...."ucap jihan memohon pada zafran.
"kerjaan di kantor lagi numpuk"jawab zafran sambil menatap iba pada jihan.
"gus zafran gak ikut juga gak papa!,gue bisa pergi sama mereka,boleh ya...boleh..boleh..
pllis..."sahut jihan sambil memegang lengan zafran.
zafran pun mengangguk, pada jihan.
dan jihan pun langsung tersenyum bahagia.
__ADS_1
"saatnya gue menjauh dari zafran,gue sebenarnya juga gak mau.tapi kalau gue masih deket terus sama dia kapan gue bisa hapus perasaan gue ke dia"batin jihan.
"berasa berat banget untuk ngelepas jihan padahal cuma satu minggu.gimana kalau gue sama jihan pisah?eh...apa gue udah cinta sama jihan?"batin zafran.