
terus kenapa lo tidak cari. gue mau cari dimana Vin gue saja tidak tau wajah nya aneh lo kata Raka. Gavin pun hanya menghembuskan nafas nya gusar...
Gavin dan Raka pun pulang bersama karena Raka sudah dianggap sebagai anak sendiri dari keluarga Wijaya diperjalanan Gavin terus saja memikirkan wanita yang sudah membuat hati dan fikiran nya melayang-layang.
bisah gila gue kalau seperti ini kata Gavin dalam hati. Raka yang melihat keanehan dalam diri Gavin pun mengajak nya berbicara untuk memastikan apakah sahabat nya ini dalam keadaan sehat atau sedang tidak waras.
loe kenapa sih bro?! "ucap Raka mengagetkan Gavin. sialan loe ya gue engga papa lah emang loe kira gue kenapa. ya mana gue tau bisa aja kan seorang Gavin Wijaya lagi patah hati atau apa gitu" ujar Raka tertawa simpul. anjayyy sialan loe " kata Gavin dingin". eh Ka gue yakin wanita itu pasti berada di Kantor kita gue besok ingin melihat sendiri ke setiap ruangan kata Gavin dengan antusias dan lo yakin mau masuk ke setiap ruangan gitu lo gak takot apa nanti orang-orang pada heran lihat tingkah lo, lo kan tau disana banyak anak magang yang lagi pengen dekat sama loe kata Raka mengingat kan. ya terus gue harus gimana Gavin begitu terlihat pasrah.
dasar Gavin padahal mereka bisa saja setiap hari bertemu cuma ya kan karena Rania magang dan pasti nya disibukkan dengan pekerjaan kantor nya untuk mendapatkan ilmu untuk laporan ke kampusnya. hahaha author ikut lucu melihat tingkah Gavin yang begitu bucin.
***
kedua pemuda tampan ini sudah berada di dalam rumah dan sedang duduk di sofa empuk milik keluarga Wijaya. loh kalian sudah pulang anak anak Bunda "ucap Bunda Ratna ibunda Gavin Wijaya. ehh,,, iya Bunda kata Raka berdiri dan menyalami puncuk telapak tangan Bunda Ratna.
kok lama hari ini pulang nak. " tanyak Bunda kepada Raka dan Gavin. dan Gavin hanya diam saja. iya Bund tadi dikantor ada pekerjaan yang tidak bisa diselesaikan jadi agak lama hari ini pulang, " jawab Raka jujur. ohhh!! yasudah kalian makan siang dulu sana tadi Bunda sudah masakin kesukaan Gavin dan Raka dimakan ya perintah Bunda agar Raka tidak menolak. iya baik Bunda nanti Raka sama Gavin makan iya kan bro kata Raka sembari menyenggol lengan Gavin dan Gavin hanya berdehem saja.
Raka pun pergi kekamar nya yang berada dirumah Wijaya karena keluarga Wijaya yang memberikan kamar buat Raka karena Raka sudah dianggap seperti anak sendiri, walau pun Raka masih memiliki orang tua yang lengkap.
setelah selesai berganti pakaian Gavin dan Raka menikmati makanan yang sudah di masak oleh Bunda Ratna nyokap dari Gavin atasannya sekaligus sahabat kecilnya.
`~~~`
Rania sudah sampai dirumah kediaman keluarga nya setelah mengantarkan Dewi pulang.
__ADS_1
eh anak kesayangan mamah sudah pulang gimana hari ini nak, " tanya Mamah nya. seperti biasa Mah lelah tapi juga ada hasilnya Rania jadi bisa belajar susah nya bekerja "kata Rania membalas ucapan sang Ibunda.
yasudah kalau begitu kamu ganti pakaian mandi lepas itu makan baru istirahat ya. oke Mah Rania kekamar dulu ya pamit Rania.
setelah Rania selesai mandi dan memakai celana pendek dan baju berwarna biru selengan Rania turun kebawah untuk mengisi perut nya yang sedari tadi kelaperan karena cacing cacing didalam sudah pada berdemo meminta jatah makan.
Rania makan dengan begitu lahap nya tanpa ia sadari kakaknya Adit sudah berada disamping kursi tempat ia duduk makan.
' lahap amat neng makannya laper apa doyan " Adit berbicara dan membuat Rania kaget dan begitu kesal. diem deh lo kak ganggu gue makan aja lo "jawab Rania dengan sinis. sementara Adit yang selalu saja menjahili adik kesayangan nya itu pun terus saja merecoki Rania dan membuat Rania begitu terlihat kesal.
ishh,,!!! lo itu ya tidak bisa sehari saja tidak carik gara-gara sama gue teriak Rania. hahaha santai dong Rania adek gue yang nyebelin gue kan cuma bercanda jawab Adit cengengesan dan Rania hanya memutar bola matanya malas.
Rania pun pergi kekamar nya dengan keadaan kesal sehingga ia tidak menghabiskan makanan nya karena ulah kakak nya.
tiba-tiba ponsel nya pun berdering ada panggilan masuk entah dari siapa Rania pun tidak mengetahui nya. lalu kemudian Rania mengambil ponselnya dan melihat ada panggilan masuk dari siapa, dan yang tak lain panggilan itu adalah dari Layla.
haloo!!!...
hallo... Ran gue mau nanya sama lo tapi lo jangan marah ya " kata Layla dari sebrang telepon. iya mau nanya apa lo,, buat apa gue marah kalo tidak ada pertanyaan aneh jawab Rania singkat. nama lo itu "Rania Windy" atau "Rania Syailendra " kata Layla dan membuat Rania heran kenapa sahabatnya bisa bertanya seperti itu.
ya.. nama gue Rania Windy Syailendra kenapa tanya balik Rania. jadi benar nama lo Rania Syailendra kata Layla meyakinkan. lo kenapa sih aneh banget iya loh iya nama gue Rania Windy Syailendra emang kenapa?! "kata Rania bertanya.
hem... gini Ran jadi tadi siang itu gue dipanggil sama pak Raka dia menanyakan soal Rania Syailendra ke gue. terus... lo jawab apa tanya Rania. ya gue jawab tidak ada yang bernama Rania Syailendra yang ada Rania Windy kata Layla dari sebrang telepon.
__ADS_1
oh yauda ada lagi yang lo mau tanyakan tidak kata Rania to the point dan Layla pun langsung menjawab tidak cuma itu aja. yauda gue matikan telepon nya ya " ujar Rania datar. iya jawab Layla.
setelah melakukan panggilan telepon Layla begitu terlihat tenang ternyata Rania Syailendra yang dimaksud ialah Rania sahabat nya. Layla pun tidur karena hari sudah larut malam karena besok iya harus berangkat kerja sebagai mahasiswa magang.
***
pagi hari dikantor Wijaya groups sudah ramai karena para pegawai staff dan juga anak magang dari beberapa universitas sudah berdatangan. dan sudah pasti disibukkan dengan tugas masing-masing.
Gavin pun sudah berada dikantor pagi ini karena ia harus mengecek laporan bulanan dari kantor nya.
permisi pak Gavin... ucap seseorang dari luar pintu ruangan Gavin. siapa kata Gavin. saya pak Shena masuk ucap Gavin dari dalam.
ada apa tanya Gavin?.
begini pak saya mau mengundurkan diri karena saya harus pulang ke kampung untuk bekerja dan menetap di desa kata Shena sekretaris Gavin. loh kenapa tiba-tiba begitu kamu mau mengundurkan diri kata Gavin datar. begini pak bapak saya sudah sakit-sakitan di desa jadi saya yang harus menggantikan nya kata sekretaris Gavin. tapi kan beberapa hari lagi kita ada meeting pertemuan dengan perusahaan dari Jawa Timur ucap Gavin. sekali lagi saya minta maaf Pak ucap Shena memohon maaf.
baik lah kalau itu sudah menjadi keputusan kamu ini ambil gaji kamu bulan ini dan berkas berkas kerja kamu segera dibereskan ucap Gavin Terima kasih pak "ucap Shena dan berlalu pergi.
Raka pun masuk ke dalam ruangan Gavin.
kenapa Vin si Shena kata Raka bertanya. dia mengundurkan diri loh kok bisa ucap Raka memotong perkataan Gavin. bokap nya sakit dia yang harus menggantikan pekerjaan bapaknya kata Gavin tanpa menoleh.
ohh!! iya Ka lo harus carikan sekretaris pengganti buat gue secepatnya kata Gavin dengan nada memaksa. Raka pun yang sudah tahu dengan sifat Gavin pun hanya mengiyakan saja.
__ADS_1
kira kira siapa ya sekretaris pengganti buat Gavin Wijaya. tunggu di episode berikut nyaa selamat membaca :)