
Rania pun mengambil teh yang diberikan Raka lalu meminumnya setengah. Terima kasih pak, oh iya bapak tidak perlu memanggil ku dengan sebutan Nona panggil saja Rania kata Rania tersenyum dan meminum kembali teh nya hingga habis dalam sekali teguk saja. oh baik lah Nona eh maksud saya Rania.
Raka dan Rania kini tengah berbincang-bincang dan tanpa Rania sadari Raka yang sedari tadi terus memperhatikan diri nya pun iya sendiri tidak menyadari nya.
perempuan ini sangat cantik dan begitu terlihat manis Raka berbicara dalam hatinya... apa aku sudah jatuh hati pada nya lagi lagi Raka salah fokus kala berada di dekat perempuan cantik yang sedang berstatus anak magang di perusahaan gavin sahabat nya.
oh iya Pak saya sudah selesai dengan hukuman saya jadi saya harus kembali ke dalam Terima kasih minuman dan juga cemilan rotinya " ucap Rania tersenyum ramah dan Raka pun hanya membalas dengan senyuman.
' yasudah kalau begitu kamu kembali lah bekerja selamat bekerja ucap Raka dengan sopan. hemm.. iya Pak Terima kasih kalau begitu saya permisi.
Rania berjalan masuk kedalam kantor dan mulai masuk kedalam lift dan memenjet nomor lantai tempat iya berada selama bekerja sebagai mahasiswi magang.
Rania menekan nomor lantai 12 karena dirinya di tempat kan berada di lantai tersebut.
" Rania pun duduk dan mulai bekerja dengan beberapa lembaran kertas apalagi kalau bukan tentang surat surat yang harus iya kerjakan dan teliti apa kah sudah benar atau tidak".
jam istirahat pun tiba seluruh staff dan pegawai tetap beserta anak magang pun pergi mencari makan ke kantin untuk mengisi perut nya yang sudah keroncongan sejak dari tadi pagi.
teman teman Rania dan kedua sahabat nya pun sudah berada di ruangan Rania untuk mengajak makan siang bersama seperti biasanya.
__ADS_1
ke lima gadis mahasiswa tersebut pun berjalan menuju kantin dan setelah tiba dikantin mereka duduk seperti biasa nya yang memesan makanan kali ini adalah Layla dan Nita seperti nya kedua wanita ini sudah tau apa yang akan di pesan oleh sahabat nya dan juga temannya.
Layla dan Anita pun pergi menemui penjual kantin dan memesan kan nya setelah memesan Layla dan Anita pun kembali ke tempat dimana mereka duduk tadi yang dimana Rania dan yang lainnya duduk.
ehh btw tadi napa lo bisa dihukum gitu? tanya Dewi.
hem itu gue telat bangun tadi makanya sampek dikantor ini agak sedikit telat ucap nya jujur. loh kok bisa tanya Anita lagi karena emang dia tidak mengetahui kenapa teman dan juga ketua di kelompok mereka bisa mendapat hukuman karena kan baru beberapa hari magang. gue begadang nonton Drakor tadi malam karena gue kesel tau gak jumpa cowok resek angkuh dan sok kegantengan jawab nya dengan ketus. ah udah lah kalian jangan banyak bertanya kaki gua masih pegal pegal ini gara-gara disuru bersihkan halaman belakang seluas itu apa gak punya otak ya itu manager ucap Rania dengan nada malas. ya udah lah Ran beby akuhh lo jangan masang muka melas gitu dong muka lo udah menunjukkan wajah wajah orang minta dikasihani Salma berucap sambil tertawa bercanda. sialan!!! lo Rania menjitak kepala Salma.
setelah makanan datang diantar oleh pelayan kantin kelima gadis ini makan tanpa bersuara sedikit pun dan kemudian setelah makan mereka membayar dan kembali ke ruangan masing-masing.
Ka? panggil Gavin dan Raka pun menoleh sambil berdehem sebentar karena sibuk memeriksa berkas-berkas yang ada dimeja ruangan nya.
udah jawab nya tanpa sadar. serius lo siapa tanya Gavin lagi? udah lo tenang aja besok lo tau sendiri kan ini sudah mau jam pulang yaudah lo santai aja disitu.
dan ini lo harus tanda tangani di sebelah kanan ini tapi lo harus cek dulu udah cocok tidak menurut lo " Raka menyerah kan berkas surat kepada Gavin.
yaudah gue bawak ini keruangan gue ntar lo ambil sendiri.
Raka pun hanya tersenyum simpul saja karena sudah tahu dengan sifat dan karakter sahabat nya tersebut. Gavin pergi keluar dari ruangan Raka dan kembali ke ruangan nya setelah itu ia pun fokus memeriksa dan melihat sudah detail atau tidak setalah menurut nya sudah pas Gavin pun menyetujui dan menandatangani berkas tersebut.
__ADS_1
...****...
kini Rania sudah berada dirumah nya Rania mendarat kan bokongnya ke sofa empuk milik keluarga nya untuk merehatkan diri sejenak karena hari ini ia merasa sangat begitu lelah.
permisi Nona ini saya bawak kan minuman dingin buat Nona jus pokat ucap pembantu rumah nya. Terima kasih Bik jawab Rania dan sang Bibi pun tersenyum kemudian undur diri untuk pergi kembali kebelakang untuk mengerjakan tugas nya sebagai pekerja dirumah keluarga Syailendra.
Rania pun meminum jus yang dibawakan oleh pembantu nya tadi orang yang dari kecil menjaga nya siapa lagi kalau bukan mbok iyem.
eh, anak Mamah sudah pulang ucap wanita paruh baya yang masih terlihat cantik dan awet muda tersebut. ehh,, iya Mah Rania meletakkan kembali minuman nya dan menyalim tangan Mamah nya. Papah mana? tanya nya. belum pulang paling sebentar lagi jawab sang Ibu
yasudah Mah aku kekamar dulu ya mau mandi udah gerah banget ni dadah Mah setelah berkata Rania pun pergi dari hadapan Mamah nya.
setelah mandi dan membersihkan diri nya Rania pun tertidur dan tidak terasa sudah waktu nya makan malam namun Rania juga tidak kunjung bangun Rania ketiduran hingga dari sore tadi sehabis mandi dan sehabis sholat ashar.
gimana Mah udah bangun si anak manja itu tanya Adit. belum Pah mungkin kelelahan, Adit kamu tidak boleh berkata seperti itu Rania itu kan adik kamu satu satu nya. iya Mah Adit tau kok jawab Adit singkat.
setelah keluarga nya selesai makan malam Rania pun tidak kunjung bangun karena ketiduran mungkin kecapekan kali.
author aja siiihhh kalau seperti itu sihh pasti sudah sangat lelah bisa aja besok baru bangun.. heheh.
__ADS_1
bersambung