
Gavin pun melajukan mobil nya namun di dalam mobil Gavin tampak terlihat begitu kesal dan juga heran..
kenapa Raka bisa dekat dan bisa bicara dengan Rania sedekat itu kenapa dirinya tidak bisah.
ada hubungan apa ya tuh cewek sama si Raka. bathin Gavin. mobil Gavin sudah berada di halaman rumah nya namun dia tidak sadar kalau sudah sampai.
Gavin turun dari mobil nya dan masuk kedalam rumah besar dan mewah itu, rumah yang bernuansa eropa dengan corak yang begitu rapi dan cantik.
ehh anak Bunda sudah pulang ucap Bunda nya yang baru saja muncul dari arah dapur. ehh iya Bun sambil menyalimi tangan kanan Sang Ibu.
gimana pekerjaan kamu dikantor apa ada masalah, kenapa kamu terlihat begitu sedih. ahh tidak ada apa-apa kok Bun.
yaudah kamu ganti baju habis tu jangan lupa makan, Bunda udah masakin makanan spesial kesukaan kamu.
iya Bun kalau begitu Avin ke kamar dulu.
Gavin melangkahkan kaki nya menuju ke dalam kamar. setelah berada dikamar Gavin masuk kedalam toilet dan setelah itu makai pakaian rumah lalu turun kebawah untuk makan.
...****...
Rania bangun cepat hari ini tidak seperti biasanya dibangunin oleh Mama atau pun asisten rumah nya, Rania sudah selesai dengan pakaian rapi nya dengan rambut di biarkan terurai hingga pinggang nya.
Rania pun makan bersama keluarga nya setelah itu pamit dan masuk kedalam mobil nya melajukan dengan kecepatan rata-rata.
dia tahu kalau dia sekarang sudah naik posisi tidak di ruangan nya yang lama jadi dia harus lebih tiba dari pada Gavin, agar tidak ada yang memarahinya.
tidak membutuhkan waktu lama Rania sudah tiba dikantor dan memarkirkan mobil nya dengan baik setelah itu masuk kedalam.
Rania sudah berada di dalam ruangan Rania meletakkan bag tas nya di meja, kemudian beres- beres sebentar menghidupkan layar monitor komputer tak lupa juga menghidupi AC, mengilap meja Gavin dan juga dirinya.
Rania mengambil berkas semacam absen karyawan. Rania mengecek daftar hadir kemarin setelah itu sudah selesai mengecek Rania meletakkan dimeja nya Gavin.
tidak lama Gavin pun tiba dikantor dan sudah berada di ruangan nya, bahkan Gavin kaget dan terkejut kenapa bisa ada Rania di ruangan nya.
mungkin dia lupa.
kau kenapa kau bisa ada di ruangan saya siapa yang mengizinkan kau masuk, kenapa kau begitu berani masuk tanpa sepengetahuan saya.
hei, apa kau lupa kan teman mu ehh, maksudku Pak Raka yang meminta ku menjadi Sekretaris pribadi mu dasar pria aneh. celetuk Rania.
apa bener kau sekretaris saya jangan jangan kau membohongi ku Nona.
__ADS_1
terserah kau saja...
Rania berjalan keluar untuk menemui sahabat nya.
mau kemana kau Nona. bukan urusan anda Tuan sombong.
hei,, kata nya kau sekretaris saya kenapa kau begitu tidak sopan sama atasan saya atau kau mau kuberi nilai-nilai yang tidak bagus.
mendengar ucapan Gavin Rania memberhentikan langkah ny dan memutar balik badan nya untuk melihat kearah Gavin.
bukannya kau tidak percaya aku sekretaris mu tuan Gavin yang terhormat kenapa kau seperti sedang mengancam ku.
Rania mendengus sebal terhadap Gavin. karena masih pagi sudah membuat dirinya menahan amarah.
bisa mati gua kalau terus menerus Berada di dekat nih cowok sombong.
kau duduk di bangku mu dan kerjakan lah tugas yang seharusnya kau lakukan.
Gavin emang menyukai Rania namun dirinya gengsi untuk mengucapkan nya, makanya dia hanya sekedar mencari ribut untuk membuat gadis kesayangan nya bisa berbicara dengan nya.
padahal tanpa dia lakukan seperti itu sudah lah pasti dia dapat berbicara sama Rania, kan mereka berada di ruangan yang sama.
iya baik lah tuan Gavin.
Rania sangat teliti kalau soal pekerjaan nya karena dia tidak mau usaha keluarga nya menyekolahkan nya itu menjadi sia sia.
selama 5 bulan kedepan ini aku harus terus berada di dekat nya, kemana pun dia pergi akun akan ikut bersama nya sungguh menyebalkan.
Raka masuk kedalam ruangan Gavin, seperti biasanya.
hei!! Nona Rania gimana ruangan baru mu? tanya Raka.
bagus Pak, apa kau menyukai nya. Rania lagi lagi harus mendengus untuk menjawab pertanyaan yang membuat nya seakan kesal tetapi dia harus bersikap baik agar nilai nya tidak diberi rendah.
h.. hmmm....
saya suka kok Pak Raka. syukur lah kalau begitu saya tidak perlu repot mencari sekretaris baru untuk Gavin. iya kan Vin.
hehe iya Pak. Rania tersenyum sumringah untuk menutupi kekesalannya.
oh iya Nona, nanti ada meeting buat Gavin kau harus ikut bersama nya untuk menghadirinya.
__ADS_1
baik Pak jawab Rania. yasudah kalau begitu saya permisi.
Raka membisikkan sesuatu ke telinga Gavin.
woi Vin lo jangan buat dia marah kasihan entar cantik nya hilang.
setelah membisikkan ke telinga Gavin, Raka pun pergi sebelum melihat amukan diwajah Gavin yang tidak akan enak jika dilihatnya.
mendengar Raka memuji Rania wanita yang dia cintai membuat diri nya seakan ingin marah.
Sialan lo ( teriak Gavin)
hahaha... Raka cekikikan mendengar ucapan yang dilontarkan sahabat nya.
Rania pun kembali duduk.
hei Nona kau pelajari dokumenter ini nanti kau bisa bantu saya dalam acara meeting tersebut. iya baik Pak.
Pak.. Pak.. Pak... emang kau kira aku Bapak mu.
jadi saya harus panggil apa, Mas atau Tuan saja. ucap Gavin.
idih kagak sudi saya, saya panggil Tuan saja, Tuan Gavin.
terserah kau saja. Gavin kembali duduk.
Rania membuka dokumen yang diberikan Gavin, Rania terus membaca dan mencoba memahami nya.
namun tidak perlu di heran kan kalau Rania itu adalah tipe orang yang sangat cepat dalam memahami sesuatu.
...****...
Rania dan Gavin berangkat bersama Rania duduk dibelakang bersama Gavin disebelah nya.
padahal dia berniat membawa mobil nya sendiri, karena tidak mau semobil bersama bos nya.
apa kau sudah memahami yang saya suruh tadi Nona.
Rania pun memalingkan wajah nya yang tadi menghadap kearah jendela mobil, kini menghadap kearah Gavin.
sudah Tuan, kau tidak perlu takut. aku akan mengingat semuanya kau percaya saja.
__ADS_1
*** bersambung ***