
ternyata benar dari tadi ada yang memanggilku"bathin Rania.
betapa terkejut nya Rania ternyata yang memukul pundak nya barusan ialah cowok yang kemarin membuat diri nya kesal. loe!! ucap Rania terkejut.
Rania pun menoleh ke arah asal suara yang memanggil diri nya dan betapa terkejut nya diri nya karena yang memanggil diri nya adalah cowok tampan ehh ralat maksudnya cowok ngeselin yang sudah membuat dirinya kemarin hari kesal waktu di supermarket kemarin.
elo! ucap nya terkejut. ngapain lo disini? ucap Rania datar karena Rania belum tahu kalau cowok yang iya jumpai kemarin adalah anak atau pun bos di perusahaan ini. Hai gadis aneh"jawab Gavin. ternyata kau bekerja disini. tidak usah sok asik deh lo ngapain lo disini atau jangan jangan lo pegawai biasa kan di kantor ini jawab Rania asal ceplos.
Raka yang ingin menjelaskan ke pada Rania namun Gavin dengan cepat menepuk pundak Raka untuk tidak berbicara terpaksa Raka mengalihkan pembicaraan.
Nona Rania kenapa kamu membersihkan halaman ini? "ucap Raka menanyakan. melihat Raka yang seperti nya dekat dengan gadis ini membuat Gavin heran apa kah si Raka ini ada hubungan dengan wanita yang sedang iya taksir saat ini.
" ehh anu itu pak! " maaf saya lagi dihukum karena telat datang tadi. jawab Rania jujur. oh telat datang gue kira lo tadi sebagai pembersih di kantor ini"ucap Gavin tiba-tiba membuat Rania mendadak menahan emosi.
apa lo bilang petugas kebersihan emang lo tidak lihat apa gue cantik cantik gini jadi petugas kebersihan yang bener aja lo kalo berbicara " kata Rania dengan muka emosi nya.
widih galak benar ternyata anda ya gadis kecil. batin Gavin. hem maaf Rania yasudah kalau begitu kamu lanjut saja maaf kita sudah mengganggu "ujar Raka menarik lengan kiri Gavin karena dia tau Gavin akan membuat wanita ini semakin marah. tidak apa pak Raka.
bye cewek aneh ucap Gavin di ujung jalan sana ketika Raka masih saja menarik lengan tangannya.
Rania mendengus kesal dan mengumpat dalam hatinya. dasar sialan kenapa sih gue harus ketemu sama itu cowok sombong, sombongnya itu ya buat gue naik darah aja. Rania terus saja terlihat kesal karena perkataan Gavin. karena baru kali ini ada yang berani mengata ngatain diri nya.
__ADS_1
sementara Salma dan Layla yang mau ke indomaret depan kantor pun melihat seseorang dan Layla pun menghentikan langkah kakinya dan membuat Salma mengkerut kan keningnya.
kenapa berhenti mendadak si Lay.kenapa lo? tanya Salma heran. sebentar deh gue seperti nya kayak mengenali perempuan itu deh ucap Layla dan pandangannya terus ber-arah ke arah perempuan yang sedang menyapu halaman itu. mana jawab Salma. yang ituloh tangan Layla menunjuk ke arah itu dan menyuruh Salma untuk mengikuti arah pandangan tunjukan jari telunjuk nya.
iya itu gue juga seperti nya kenal, "Rania jawab kedua perempuan cantik ini bersamaan. loh tapi kenapa dia bisa menyapu halaman sebesar ini tanya Salma kepada Layla dan Layla hanya menggelengkan kepala nya. mana gue tau gur kan dari tadi bersama lo aja. iya juga ya. yaiyalah.
kedua gadis ini menghampiri sahabat nya membuat mereka berdua tidak jadi pergi ke indomaret.
" eh Rania lo ngapain disini, pake nyapu halaman segala emang udah pindah tugas lo ya. " Layla melontarkan begitu banyak pertanyaan.
eh kalian berdua ngapain kalian tanya nya balik. lo kok nanya balik sih kan gue yang nanya lo " kata Layla dengan muka jutek nya.
gue dihukum sama manager ruangan gue jawab nya singkat. apa lo dihukum ucap mereka berdua sambil tertawa singkat kok bisa?. gue datang telat hari ni karena tadi pagi gue bangun kesiangan karena tadi malam gue begadang nonton drakor "jawab Rania. "
yaudah loh cabut gih gak kelar kelar kalok begini hukuman gue dari tadi banyak banget pengganggu yang bikin gue emosi, " kata Rania datar.
yaudah kita ke indomaret dulu bentar ya lo mau nitip minuman gak biar sekalian kita beli tawar Layla. iya belik lah jawab Rania tanpa melihat kearah kedua sahabatnya dan tetap fokus menyapu. oke jawab mereka berdua semangat.
setelah kedua sahabatnya pergi Rania terus fokus menyapu tanpa dia ketahui sedari tadi ada yang memandangi dirinya dari jendela ruangan kerja nya siapa lagi kalau si tampan Gavin.
"cantik.. hanya itu yang barusan keluar dari mulut nya, gadis itu berkeringat begitu masih saja cantik tidak heran gue bisa mengagumi dirinya. " ucap Gavin tanpa sadar atau benar dia mengucapkan nya dalam keadaan sadar.
__ADS_1
Rania menyapu nya dengan cepat dan setelah hampir 3 jam dia membersihkan halaman luas itu dia pun beristirahat dan memegangi kaki nya yang terasa pegal dan juga lelah , Rania menghapus keringat yang berjatuhan di dahinya.
tidak lama Salma dan Layla kembali dari indomaret dan menghampiri sahabatnya yang satu itu yang menurut mereka lagi mendapat kan kesialan.
nah ini minum dulu ucap Salma memberikan sebotol fanta dingin kepada Rania. thanks jawab Rania. lelah banget gue tau gak ngeselin banget tuh manager sialan itu bisa bisa nya dia ngehukum gue nyapu halaman seluas dan selebar ini Rania terus saja mengomel ngomel tidak jelas.
ya ini jugak salah lo sih kata Layla mengingat kan , iya sih gue juga tahu tapi kan mikir mikir Dikit kenapa lelah gue nih "kayanya pinggang dan kaki gue terasa mau co copot dari tempat nya kata Rania pura pura lebay dan membuat kedua sahabatnya nya mencubit gemas pipi kanan Rania. dan Rania hanya mengaduh kesakitan. sialan lo berdua sakit ni pipi gue.
yaudah lo pada balik keruangan entar lo dihukum jugak kayak gue usir Rania karena dia tidak mau kedua sahabatnya mengalami nasib yang sama seperti dirinya.
yaudah deh kita balik dulu ya lo istirahat aja dulu kalau lelah lo udah hilang baru lo balik keruangan pasti buk Novi tau kok lo pasti masih berada di sini. iya kata Rania singkat.
sejak kepergian kedua sahabatnya nya Rania pun masih meluruskan kedua kaki nya dan bersandar di dekat pohon dan tangan nya memijat kedua kaki nya.
tiba tiba Raka datang menemui Rania.
hei,Nona seperti nya kau sangat lelah ini diminum dulu teh nya ucap Raka duduk di samping Rania dan meletakkan teh itu di samping Rania. ehh pak Raka iya Pak Terima kasih tapi saya sudah minum jawab Rania sembari tersenyum.
oh maaf saya tidak tahu tapi tidak apa diminum saja Nona kata Raka memerintah. supaya perut Nona bisa tetap hangat. iya baik lah saya minum ya pak Terima kasih.
Rania pun mengambil teh yang diberikan Raka lalu meminumnya setengah. Terima kasih pak, oh iya bapak tidak perlu memanggil ku dengan sebutan Nona panggil saja Rania kata Rania tersenyum dan meminum kembali teh nya hingga habis dalam sekali teguk saja. oh baik lah Nona eh maksud saya Rania.
__ADS_1
.....
~ bersambung ~