
setelah sekretaris lama bos Gavin mengundurkan diri kini Raka sangat berfikir keras untuk mencari pengganti nya karena dia tau Gavin orang nya suka pemilih ketika akan menentukan sesuatu, Raka menghembuskan nafas nya gusar sehingga membuat ia memutuskan lamunan nya karena ada yang mengetuk pintu ruangan kerjanya.
" Tok.. tok.. tok...
ucap seseorang dari luar ruangan. siapa tanya Raka. saya anak magang pak ingin mengantarkan laporan dokumen karena disuruh sama mbak Elsya. "ucap Rania dari luar pintu ruangan Gavin.
masuklah!...
" jawab Gavin dari dalam"
karena sudah mendapatkan persetujuan izin dari dalam Rania pun membuka handle pintu dan masuk dengan sopan. Raka pun menoleh kan pandangannya. ini pak berkas dokumen laporan dari Mbak Elsya. "Rania memberikan dokumen tersebut kepada Raka.
kemudian membuat Raka spontan tersenyum sembari memandangi anak magang itu yang tak lain adalah Rania. Rania yang merasa dirinya dipandangi seperti itu membuat diri nya risih.
Hallo!! pak Rania menggerakkan tangan kanan nya di depan wajah Raka namun Raka tak kunjung merespon nya. Rania pun memukul bahu Raka membuat Raka membuyarkan lamunan nya. Raka terlihat gugup karena sudah memandangi wajah gadis itu.
ehhh... iya mana laporan nya kata nya kepada Rania lalu Rania pun memberitahu bahwa laporan nya sudah dipegang oleh Raka.
maaf!! pak laporan nya sudah berada ditangan bapak kata Rania sopan. hemm iyaa maaf saya lupa kata Raka malu karena sudah membuat dirinya malu.
__ADS_1
Raka malu bukan karena laporan itu sudah ia pegang tapi karena ia sudah melihat wajah cantik Rania dan terlihat gugup itu yang ada didalam pikiran nya.
Yasudah,, pak kalau begitu saya permisi" ucap Rania sopan dan langsung melangkah kan kaki nya hendak menuju keluar dari ruangan, ketika hampir berada diujung pintu Raka memanggil Rania kembali dan membuat Rania pun menghentikan langkah nya dan kembali menatap kearah Raka.
"iya Pak! apa Bapak ada keperluan lain dengan saya tanya Rania. seperti nya Rania salah berbicara ya tentu saja Raka memiliki kepentingan kalau tidak untuk mengajak nya makan siang bersama di kantin nanti.
hem... apa boleh saya mengajak kamu makan siang dikantin nanti Nona. " Raka berbicara.
panggil saja saya Rania pak tidak usah pakai Nona karena bapak lebih tua dari saya. eh maksud saya tua sebagai atasan bukan hal lain kata Rania karena sudah salah mengucapkan perkataan nya karena takut atasannya di kantor marah.
iya Baik lah Nona hem maksud saya Rania. "jawab Raka singkat. apa kamu mau saya ajak makan siang bareng " tanya Raka kembali sembari memohon. tapi pak saya kan cuma. kamu tidak usah takut saya baik orang nya dan hanya cuma karena anak magang kamu takut tidak usah takut siapapun tidak akan berani mengapa-ngapain kamu kata Raka kepada Rania.
tapi apa boleh saya mengajak teman saya ikut bergabung pak. tentu saja boleh jawab Raka. dan Rania pun mengangukkan kepala nya menandakan ia mau. yasudah pak kalau begitu saya permisi takut mbak Elsya mencari saya. hem oke nanti saya tunggu dikantin ya. iya Pak Rania pun keluar dari ruangan.
Rania pun berpapasan kepada Salma...
hei Ran dari mana lo tanya Salma. oh itu gua habis ngantar dokumen keruangan pak Raka. oh iya Sal nanti lo ikut gue sama yang lainnya makan yang bareng dikantin sama pak Raka ya.
apa sama pak Raka orang kepercayaan anak bos di perusahaan ini tanya Salma. iya kenapa lo kaget gitu biasa aja kali dia cuma ingin ngajak makan bareng aja. yaudah nanti gue kabari sama yang lain. oke gue balek keruangan dulu ya.
__ADS_1
Rania kembali keruangan nya maaf mbak saya lama kata Rania kepada mbak Elsya selaku orang di dalam ruangan nya. tidak apa Ran kata Elsya.
oh iya saya boleh minta tolong tidak? "kata mbak Elsya. minta tolong apa mbak kalau saya bisa saya bantu kata Rania sopan.
tolong bantu saya kamu ketikkan surat ini karena mau dikirim ke bagian personalia...
baik mbak saya ketikkan pakai ukuran biasa atau A4 saja tanya nya. biasa saja. hemmm... baik mbak.
Rania pun bekerja keras dengan komputer kantor nya dan mengerjakan perintah dari Elsya. Rania mengetik nya dengan sebagus mungkin agar tidak mengecewakan hasil nya.
setelah selesai Rania pun memberikan kepada Elsya karena ia sudah selesai mengeprint nya juga di mesin printernya.
jam istirahat pun tiba Rania pun pergi menghampiri kedua sahabat nya dan juga kedua temannya yang sedang sekelompok bersama nya.
lalu mereka pun berjalan menuju kearah kantin dan berpapasan dengan anak magang lainnya yang bernama Dina bersama tiga temannya karena memang mereka hanya bertiga dan yang lain berada diruangan lainnya yang berada di perusahaan Wijaya groups.
Rania hanya cuek tanpa memperdulikan orang itu dan itu membuat Dina dan temannya merasa jijik dengan nya.
lihat deh Din anak itu sok kecantikan banget jadi cewe. oh iya Din tadi gue sempat lihat dia habis keluar dari ruangan pak Raka orang kepercayaan nya bos Gavin orang nya tampan yang lo suka itu kata Ica kepada Dina dan Sila membuat Dina tidak suka kepada Rania anak magang dari Universitas High Internasionality kampus yang cukup mewah dan terkenal. alah palingan dia juga kuliah karena mendapatkan beasiswa"pungkas Sisil berbicara.
__ADS_1
permisi pak maaf kami lama, apa bapak sudah lama menunggu tanya Rania. oh.. tidak apa saya juga baru lima menit menunggu "jawab Raka sambil mempersilahkan kelima gadis itu duduk.