Terjebak Cinta Rania

Terjebak Cinta Rania
kampus


__ADS_3

ketiga wanita-wanita cantik ini pun berjalan menuju ke kelas nya, namun setiap perjalanan di Koridor banyak yang menegur dan menyapa mereka tapi hanya dibalas dengan senyuman saja. dan itu sudah membuat para kaum Adam sudah terlihat senang.


ketiga gadis tersebut pun duduk di bangku masing-masing. kemudian dosen pun masuk kedalam.


"Selamat Pagi Semua, Harini kalian keluarkan buku kalian dan kumpulkan materi yang saya suruh kerjakan minggu lalu, " ujar Pak Herman selaku Dosen Manajemen.


Baik Pak Jawab mereka semua. Rania pun pergi mengumpulkan buku cantik nya yang sudah ia kerja kan tugas dari Dosen galak tersebut.


Kenapa lo? tanya nya kepada Layla. belum siap Gue gimana ini tanya nya kepada Rania dan Salma, layla terlihat Khawatir karena sebentar lagi mereka akan melakukan magang di sebuah perusahaan yang sudah mereka pilih. Kenapa lo gak bilang tadi kalau gitu kan tadi Gue tidak usah mengumpulkan tugas. "pungkas Rania sambil mendengus.


" sudah lah tak Apa Gue dikeluarkan dari ruangan, kata Layla pasrah. terus kalau elo dikeluarkan emang lo paham nanti materi kita selanjutnya kan sebentar lagi Pak Herman bakalan menjelaskan apa yang kita lakukan buat Magang 3 hari Lagi.


Hei kalian yang Di sana jangan berisik saya lagi menjelaskan harap diam atau Saya keluarkan kalian. kata Pak Herman dengan tegas namun mereka kembali fokus.


"Alhamdulillah, si dosen itu tidak mengecek yang tidak mengumpulkan tugas. ujar Layla bergumam dalam hati.


selama Pak Dosen Herman menjelaskan semua nya tampak fokus dan mendengarkan sembari mencatat hal yang penting menurut mereka.


setelah selesai dosen tersebut pun pamit dan keluar karena ada kelas lain yang akan diajarkannya.

__ADS_1


~ kantin ~


Hufff Gue lega akhirnya Gue tidak dikeluarkan dari kelas tadi ucap Layla lega sementara Rania hanya cuek dan Salma sibuk memperhatikan wajah nya dari cermin yang ia selalu bawa kemana-mana.


Eh.. Ran ntar Gue pinjem catatan loe tadi ya Gue tidak semua tadi mencatat nya karena perut gue tiba-tiba laper, katanya sembari memohon dengan membuat kedua tangan nya dengan tanda memohon. owh.. baik lah ambil aja nih tapi lo harus teraktir Gue makan Bakso Mbak Nila ya.


Nila adalah penjual Bakso dan Mie Ayam ter-enak dikantin kampus mereka.


Urusan itu mah gampang pesan aja Gue yang bayar ntar kata Layla dan membuat Salma terjingkat senang Gue juga kan. iya lo juga pesan aja gih.


Rania dan Salma pun pergi meninggalkan Layla dan membuat wanita ini pun mendengus kesal dengan sikap kedua sahabat nya yang pergi meninggalkan nya tiba-tiba.


setelah itu Rania dan Salma pun kembali dengan makanan pesanan mereka dan tak lupa Mbak Nila juga membawakan makanan untuk Layla karena tadi Rania juga memesannya.


Terima kasih Mbah ini uang nya ucap Layla sembari Memberikan Uang 50 ribuan kepada Mbak Nila. Terima Kasih Neng Ucap Mbak Nila dan berlalu pergi dan mereka bertiga hanya membalas dengan senyuman hangat.


setelah mereka selesai melahap makanan masing-masing mereka pun pergi.


"habis ini mau kemana lagi kita, " tanya Salma. Gue mau ke perpus dulu kalau kalian mau pulang ya sudah duluan saja kata Rania.

__ADS_1


Oh.. yasudah Kita duluan ya bye Queens kata Salma dan Layla".


Rania berjalan menuju Perpus namun iya bertemu dengan Riyan laki-laki yang pernah mengkhianati nya.


Riyan kusomo."Mantan kekasih Rania yang terlihat angkuh dan sombong dengan apa yang ia miliki. padahal apa yang ia miliki juga masih punya orang Tuanya.


Hai.. Ran, Apa kabar?


tanya Riyan memegang tangan Rania. gausah Pegang-pegang tangan Gue ngapain loe disini dikampus Gue, pungkas Rania dengan nada tak suka kepada Riyan mantan kekasihnya.


Kampus loe Ini kampus umum kali Ran, ya Gue disini kuliah lah kita sudah lama tidak berjumpa Lo makin cantik aja ya. kata Riyan tersenyum.


Namun Rania hanya cuek dan melanjutkan jalannya menuju perpustakaan, tetapi Riyan menahannya.


Napa sih Ran buru-buru aja kita kan sudah lama tidak bertemu apa salah nya kita duduk dulu mengobrol sembari temu kangen,ucap Riyan. tidak perlu Gue sibuk dan loe jangan halangin jalan Gue.


Ohhh.. iya satu lagi Gue gak punya waktu untuk bertemu dan mengobrol dengan Laki-laki seperti Loe. jawab nya dengan galak dan berlalu pergi.


Riyan mengumpat dalam hati berani sekali dia menolak ku. padahal semua wanita pada mengejar ku.

__ADS_1


...bersambung...


__ADS_2