TERJERAT CINTA OM DAVID

TERJERAT CINTA OM DAVID
kalian jika butuh


__ADS_3

Amanda menyiap dokumen yang akan dipakai, untuk laporan pemasukan perusaahan saat rapat bersama Ilham dan temen temennya. sedangkan David membantu Ilham untuk nyusun dokumen yang sudah Ilham kirim lewat email dan dibahas saat rapat nanti.


" Apa semuanya sudah siap sayang?" Tanya David melihat Amanda, yang masih sibuk dengan dokumennya.


"sudah sayang, lima menit lagi yah rapatnya rasanya kama sekali yah menunggu Vidio call sayang " Ucap Amanda jalan menghampiri mejanya David, karena rencananya Amanda akan duduk disebelahnya David selama rapat nanti


" Sabar sayang, soalnya, Ilham lagi ribet ada Freya soalnya di kantor, Putri mana bisa meninggal kan anaknya di rumah jika kerja seperti ini." Ucap David yang berusaha memaklumi, Putri dan Ilham tipe orang tua yang tidak tega membiarkan anak sendirian di rumah.


" Apa suatu saat kita akan seperti mereka sayang? anak dibawa ke kantor dan aku masih diijinkan kerja untuk membuat desain seperti Putri? walaupun kadang kadang?" Tanya Amanda melihat David, Amanda masih ingin kerja walaupun sudah menikah dan tidak sepenuhnya sebelum menikah.


" Jika aku larang apa kamu akan marah?" Tanya David, yang bener bener tidak ingin membiarkan Amanda ikut lelah setelah menikah.


" Yah jelas aku marah lah sayang, masa sih sama sekali tidak kerja sayang, seminggu dua kali ke kantor juga tidak masalah sayang, yang penting masih boleh kerja." Tegas Amanda yang tidak ingin kesenangannya hilang begitu saja.


" Astaga, karena Putri masih diijinkan kerja, Amanda jadi iri seperti ini, repotnya punya temen yang satu kerjaan yang sama dan sama sama punya suami." Batin David sedikit kesel, tapi jika melarang Amanda total tentunya Amanda tidak mau dilarang begitu saja, apa lagi masa ada Putri yang lagi hamil saja masih mau ikut kerja.


" Iyah sayang, boleh sayang, sudah jangan cemberut yah sayang, selama rapat supaya bisa fokus oke." Bujuk David yang tidak ingin membuat Amanda kehilangan fokusnya.


" Asik, terimakasih om sayang, memang pengertian sekali, semakin cinta aku sama om." Lanjut Amanda mencium keningnya David, Amanda belum berani mencium bibirnya David.


David senyum bahagia melihat Amanda, yang mencium keningnya, David berusaha santai setelah Amanda selesai mencium keningnya


Dilain sisi, Margaretha menyiap dokumen yang akan dipakai untuk rapat nanti, Margaretha pakai laptop untuk lebih jelas saat rapat nanti.

__ADS_1


" Rapat yang menyebalkan deh, rapat kali ini Putri pasti selalu bersama om Ilham dan Amanda rapat bersama om David. rapat bersama pasangan masing masing." Ucap Margaretha yang merasa iri dengan nasibnya Putri dan Amanda yang mendapat kan suami bos sendiri.


Dilain sisi, Dela melihat Adi memberikan laporan pemasukan perusahaan, masuk kedalam ruangannya Dela sambil senyum ramahnya.


" Terimakasih Adi, sudah repot repot membawa dokumen untuk saya. maaf yaah asisten saya lagi sakit, untungnya kamu mau membantu saya sekarang." Ucap Dela ramah, Dela memberikan posisi untuk Adi bagian bendahara karena posisi itu yang kosong, saat Adi diterima kerja oleh Dela


" Sama sama Bu Dela, kebetulan saya lagi merekap kerjaan Bu, jadi kebetulan sekali saya punya data yang anda ingin kan hari ini. kalo begitu saya pamit dulu." Ucap Adi ramah, dan langsung keluar dari ruangannya Dela, selama di kantor. Adi bisa bersikap profesional didepan Dela dan memanggil Dela sebutan ibu karena atasannya Adi di kantor.


Dilain sisi, Putri duduk santai disebelahnya Ilham, setelah memberikan makan untuk Freya dan Putri sendiri pun ikut makan, sejujurnya Ilham sudah siap memulai rapat tapi Putri mau rapat dimulai Putri sudah duduk disebelahnya


" Selamat pagi rekan rekan semuanya, apa kabar kalian semua." Ucap Putri ramah, saat Vidio call terhubung, Putri merasa bahagia melihat Amanda, Dela, Vivi, dan Margaretha. yang duduk dimeja kebesarannya dengan penampilan formal masing masing.


" Pagi juga Putri, apa kabarnya nih, Putri, Dela, Vivi, dan Margaretha?" Tanya Amanda melihat layar laptopnya David yang terhubung dengan temen temennya


" Baik semuanya, mari kita mulai rapatnya" Ucap Ilham merasa sudah cukup basa basinya dan mulai fokus membahas pekerjaan masing masing.


Putri merasa kesal sejujurnya, saat lagi ngobrol bersama temen temennya disuruh fokus dengan pekerjaannya


David yang melihat Amanda dan temen nya cemberut, karena Ilham minta mulai fokus, tapi David tidak mau merusak acara rapat hari ini.


Amanda mulai membahas laporan keuangan perusahaan, dan laporan lainnya, disusul Dela, Vivi, dan Margaretha. memberikan laporan keuangan perusahaan dan laporan lainnya, membuat David dan Ilham mendengar dengan fokus dan teliti apapun yang disampaikan oleh Amanda dan temen temennya


" Alhamdulillah dalam waktu tiga bulan, semuanya meningkat pemasukan perusahaan, kalian jika butuh bodyguard bilang saja yah, saya siap memberikan penjagaan untuk kalian jika kalian merasa butuh. apa lagi jika menghadapi orang orang yang curang." Tegas Ilham, yang berusaha memberikan yang terbaik untuk temen temennya Putri, semenjak kehadiran temen temennya Putri perusahaannya Ilham jauh lebih baik karena sudah ada pemimpin langsung, dan mengurangi pekerjaannya Ilham dan David yang dulu, harus bulak balik demi rapat laporan keuangan perusahaan seperti ini

__ADS_1


" Boleh deh om, saya menghadapi pembelian tanah untuk mendirikan bangunan, dipersulit om" Ucap Vivi yang butuh bodyguard, supaya lebih bisa menghadapi orang orang curang.


" Baik lah Vi akan kita Carikan, bodyguard yang profesional dan bisa melindungi kamu selama kerja." Ucap David yang dikasih kepercayaan oleh Ilham, untuk cariin bodyguard untuk Dela, Vivi, dan Margaretha.


" Yang lain apa mau juga?" Tanya Ilham melihat Dela dan Margaretha yang terlihat santai dan tidak butuh bodyguard sama sekali.


" Boleh om, saya juga mau bodyguard om." Ucap Margaretha yang butuh bodyguard, untuk bawain mobilnya kemana pun Margaretha pergi dan untuk melihat duluan lokasi tanah yang akan dibeli dan mantau pembangunan proyek jika ada kendala apapun.


" Dela apa kamu mau juga ada bodyguard? Vivi dan Margaretha susah bilang butuh Bodyguard?" Tanya David melihat Dela yang masih santai dan tidak terlihat membutuh kan bodyguard


" Amanda apa butuh bodyguard jugaa?" Tanya Putri iseng melihat Amanda, Yaang santai saja dengan pembahasan bodyguard


" Saya tidak butuh bodyguard Putri, karena saya punya lebih dari bodyguard, disamping saya ini." Ucap Amanda langsung gandeng tangannya David, karena Putri yang nanya bodyguard yah sudah Amanda pamer kemesraan didepan temen temennya.


" Huh modus, dasar yah Amanda ini." Protes Dela, Vivi, dan Margaretha. bersamaan karena melihat Amanda gandeng tangannya Amanda.


" Hahahaha, marahin tuh Bu bos, dia yang tanya kan tadi." Lanjut Amanda ketawa puas, karena akhirnya bisa seperti Putri yang pamer kemesraan selama rapat berlangsung


" Dasar yah lagi serius, ini justru bermesraan lagi astaga." Protes Ilham pura pura marah, Ilham tahu yang dilakukan Amanda karena keisengan Putri tadi.


" Saya lagi tidak butuh bodyguard om, lain kali saja saya minta bodyguard ke om Ilham dan om David." Ucap Dela yang belum butuh karyawan sama sekali, Dela masih menikmati kerja sendirian seperti ini tanpa ada yang menjaga sama sekali.


Amanda melepaskan pegangannya ke David, Walaupun membuat David merasa malu, kesel, dan senang. Karana Amanda bisa bisanya romantis didepan temen temennya saat rapat seperti ini.

__ADS_1


Ilham merasa pusing melihat temen temennya Putri membahas hal hal yang tidak penting, Ilham minta rapatnya selesai karena lama Vidio call pembahasan akan semakin tidak jelas didengar oleh David dan Ilham. yang tidak berani tegur Amanda dan Putri lagi lagi asik ngobrol ditegur bisa bisa ngambek hari hari.


__ADS_2