
Ilham melihat hanphone nya ada panggilan dari David, Ilham yang tidak ingin Putri ganggu pembicaraan Ilham dan David, membuat Ilham cari alasan untuk menerima panggilan dari david tanpa Putri curiga dan mengganggu.
" Aku tidak ingin beli apapun di supermarket, aku mau main saja dengan Freya" Ucap Putri dengan judes, Putri langsung jalan menuju kamarnya Freya untuk rebahan disana
" Bagus deh Putri ke kamarnya Freya" Batin Ilham merasa lega, karena Putri tidak sendirian dikamarnya.
" Yah sudah sayang, aku mau ke supermarket, jika butuh apapun telefon saja." Ucap Ilham langsung mencium keningnya Putri dan langsung pergi.
Putri yang melihat Ilham pergi merasa lega, Putri langsung jalan menuju kamarnya Freya untuk main bersama anak pertamanya.
Dilain sisi, Amanda setelah curhat dengan bunda, merasa lebih lega dan lebih yakin jika Amanda tetep menerima David sebagai calon suaminya Amanda.
" Semoga bisa menjadi wanita kuat, untuk menerima kenyataan pahit, jika David laki laki buaya, apa lagi jika ketemu lagi dengan mantan temen kencannya, dan lebih parah ucapan maupun sikapnya. Amanda pasti bisa mempertahankan laki laki yang dicintainya" Batin Amanda optimis, Amanda baca chat dari David dan sengaja tidak dibalas oleh Amanda supaya dijawab nya saat ketemu saja.
Dilain sisi, Ilham mendengar penjelasan David saat Ilham telefon david balik, Ilham mengerti perasaannya David sekarang dan Ilham tidak menyelahkan David.
__ADS_1
"Pacaran dengan bocah ribet sekali yah Ham, marahnya lama sekali, semua temen temennya marah ke saya." Ucap David diseberang telefon
" Sebenernya bukan Amanda saja kok seperti ini Vid, perempuan dewasa juga sama saja kok jika marah, contohnya Arini, dia marah tidak ingin mendengar penjelasan kamu akhirnya kalian semakin jauh dan sekarang Arini menyesal kehilangan orang yang dicintainya" Ucap Ilham saat saluran telefon terhubung
" Bener saja sih, saya beneran sudah berubah Ham, semenjak saya deket dengan Arini dan saat saya ketahuan oleh Arini dari situ saya berusaha keras untuk tidak melakukan olahraga secara bebas lagi, karena saran kamu mau sampai kapan saya bebas seperti itu dan memikirkan masa depan saya " Lanjut David panjang kali lebar, David walaupun tersiksa tapi berusaha untuk tidak melakukan olahraga secara bebas demi masa depannya.
" Yah berharap saja besok Amanda sudah baikan kembali, setelah cerita ke bunda nya, karena fikiran orang tua jauh lebih bijaksana, kasih pandangan kedepannya dan kasih tahu resiko bertahan atau meninggalkan kamu." Lanjut Ilham yang sudah merasakan menjadi orang tua, semenjak keputusan Ilham bersedia menjadi ayah angkatnya Putri ( yang penasaran awal Ilham menjadi orang tua angkatnya Putri, bisa baca di novel om CEO suamiku)
David yang mendengar ucapan Ilham berharap jika Amanda mau bertahan dan memberikan kesempatan untuk David bener bener berubah jadi laki laki baik walaupun dimasa lalunya suram.
" Yah baik lah Dela, hati hati dijalan yah nak, titip salam rindu kita ke Amanda dan bunda nya, insya Allah lebaran kita kesana sayang." Ucap Bunda nya Dela, yang kangen juga ngobrol dan jalan jalan bersama bunda nya Amanda
" Beres bunda, besok Dela berangkat penerbangan pagi supaya sampai Makassar nya pagi." Ucap Dela simpan tas yang dibawanya keatas meja rias.
" Besok ayah antar ke bandara yah, supaya kamu tidak usah ribet bawa mobilnya" Ucap Ayah nya Dela, yang tidak ingin membuat anaknya cape bawa mobil jauh jauh ke bandara.
__ADS_1
" Terimakasih ayah, Iyah ayah boleh kok, Dela seneng dianterin oleh ayah dan bunda untuk ke bandara besok" Lanjut Dela bahagia, karena semenjak Dela pindah rumah, ayah nya sepenuhnya di rumah, sudah tidak merasa waktu ketemu ayah nya berkurang, karena ayah nya kerja dari pagi sampai sore dan kadang sampai Malam jika lembur dari tempat kerjanya.
" Sama sama sayang, yah sudah selamat istirahat yah Dela." Lanjut Bunda nya Dela langsung ajak suaminya jalan ke kamarnya, supaya bisa istirahat juga karena sudah malam.
...............................................................................................................
Amanda bangun lebih pagi karena mau masak sarapan untuk bunda nya, Amanda melihat bunda nya sudah meracik bumbu masakan, membuat Amanda merasa bangun siang karena kalah cepat dari bunda nya.
" Yah bunda duluan yang masak, oh yah bunda hari ini temen temen mau ke rumah, mereka mau nginep katanya sampai Senin pagi bunda." Ucap Amanda melihat isi dapur apa yang bisa Amanda kerjakan dan bantuin bunda nya masak
" Wah asik dong, bakal ramai nih sampai Senin pagi, ada temen temen nya Amanda kesini, apa Putri ikut? Katanya dia lagi hamil muda kan?" Tanya bunda nya Amanda yang tahu jika Putri lagi hamil anak kedua.
" Tidak boleh ikut bunda, om Ilham melarangnya soalnya Putri hamil muda dan takut keguguran, semalam saja temen temen dikirim chat untuk tidak paksa Putri ikut kesini, yah akhirnya Dela, Vivi, dan Margaretha. Tidak jadi ajak Putri karena dilarang oleh om Ilham" Lanjut Amanda terus terang, karena temen temennya kasih tahu isi chat yang diberikan oleh Ilham.
" Suami yang baik yah seperti itu sayang, menjaga istri dan waspada karena usia kandungan segitu memang sangat rawan keguguran sayang, apa lagi jika Putri tiba tiba muntah dan badannya tiba tiba kurang sehat, bisa bisa mendadak Putri tinggal disini sampai usia kandungannya cukup kuat diajak jalan jauh Putri nya, Bunda setuju dengan apa yang dilakukan om Ilham untuk Putri" Lanjut Bunda nya Amanda yang setuju jika Putri dilarang pergi jauh, selain Ilham suaminya Putri, tapi Ilham juga orang tua angkatnya Putri yang harus Putri turutin ucapannya demi kesehatan Putri dan calon anaknya.
__ADS_1
Amanda cemberut dengar ucapan Bunda nya yang justru membela Ilham, bukannya menyalah kan Ilham, tapi sejujurnya Amanda setuju dengan alasan bunda demi kesehatan Putri dan calon anaknya, supaya tidak terjadi apapun dengan Putri cuman karena mau ke rumahnya Amanda.