
David dan Amanda gandengan tangan untuk masuk kedalam lobi kantor, membuat karyawan di kantor merasa heran melihatnya karena selama ini Amanda dan David tidak terlihat lagi ada hubungan spesial.
" Selamat datang di kantor ini lagi pak David, kenapa anda tidak kasih tahu dulu jika anda mau kesini pak David?" Tanya Iis asisten nya Amanda merasa tidak enak, karena kedatangan David tidak ada sambutan sama sekali.
' Santai saja, saya kesini juga memang tanpa ada rencana sama sekali Iis, oh yah tolong minta OB untuk masukin meja dan kursi untuk disimpan di ruangannya Amanda yah." Ucap David yang sengaja simpan meja dan kursinya di ruangannya Amanda supaya bisa satu ruangan bersama Amanda.
" Ruangan Bu Amanda? sejak kapan anda satu ruangan dengan Bu Amanda, memangnya kenapa satu ruangan dengan Bu Amanda yah? maaf jika saya kepo pak David?" Tanya Iis menatap kearah David dan Amanda yang sama sama senyum satu dengan lainnya.
" Tidak masalah Iis, sekarang tugas kamu, perintah kan OB ambil kursi dan meja untuk saya, terus kamu kosong kan jadwal Amanda karena kita akan ada rapat bersama dewan pengawas sebentar lagi." Lanjut David yang ingin mengadakan rapat bersama dewan pengawas hari ini
" Dewan pengawas? ada pemeriksaan kah? sampai anda kesini pak? bukannya jadwal rapat masih lama pak?" Tanya Iis semakin penasaran
" Mulai hari ini pak David menjadi manajer dewan pengawas di kantor ini, oleh karena itu pak David minta kamu siap kan meja dan kursi di ruangan saya." Ucap Amanda berusaha santai, dan memaklumi ke kepoan Iis, karena belum tahu jika Amanda dan David sudah tunangan dan pindah kerja.
__ADS_1
" Oh seperti itu Bu, baik lah akan saya siap kan semuanya Bu. kalo begitu permisi." Lanjut Iis yang tidak sepenuhnya mengerti maksudnya Amanda dan David, tapi mau turutin perintah atasannya.
David langsung ajak Amanda ke ruangannya dan siapin semuanya, membuat Amanda ikutin David jalan menuju ruangannya.
Dilain sisi, Margaretha merasa lega akhirnya tiba juga di kantornya, walaupun sudah kesiangan tapi berusaha santai di depan karyawannya supaya tidak malu karena datang kesiangan.
" Bu Margaretha, dimeja ibu sudah ada banyak berkas yang sudah siap anda tanda tangani." Ucap Ririn asistennya Margaretha, yang tidak berani tanya kenapa Margaretha datang kesiangan ke kantor.
" Baik Ririn, nanti saya periksa dokumennya yah." Ucap Margaretha berusaha santai, dan langsung jalan menuju ruangannya
Dilain sisi, Arini melihat Putri lagi main bersama Freya langsung menghampiri Putri sambil membawa cemilan.
" Bunda, ini makan dulu, saya sudah membuat kan cemilan buat bunda Putri." Ledek Arini melihat Putri yang fokus main bersama Freya
__ADS_1
" Terimakasih aunty Arini, sebentar lagi kita makan kuenya. hayo ka kita rapih mainannya sebelum makan." Ucap Putri melihat Freya yang mulai duluan merapihkan mainannya, Putri dan Ilham sudah membiasakan Freya untuk bisa merapihkan mainannya sendiri.
Freya ngangguk dan mulai merapihkan mainannya membuat Arini memberikan tissue basah, untuk Bersihkan tangannya Freya karena akan diajak makan cemilan.
Dilain sisi, Dela dan Adi berangkat ke kantor bersama, membuat Adi merasa bahagia sekali karena ada perempuan yang peduli dengan anaknya.
" Maaf yah jadi merepotkan kamu, kamu kan atasan saya masa kamu memberikan perhatian untuk anak saya." Ucap Adi merasa tidak enak merepotkan atasannya
" Memangnya atasan tidak boleh peduli dengan karyawannya sendiri? dan saya kenal dengan kamu sebelum kamu diterima kerja kan, dan saya menyaksikan sendiri bagaimana detik detik istri kamu meninggal dunia kan? saya cuman tidak tega melihat anak sekecil itu sudah ditinggal oleh ibu nya selamanya. maaf kalo kamu merasa tidak nyaman?" Tanya Dela merasa tidak enak jadinya, di tegur seperti itu oleh Adi, padahal niat Dela baik kasih perhatian ke anak yang baru ditinggal ibu nya selama nya.
" Maaf bukan maksud saya, baik lah terimakasih yah sudah peduli dengan keluarga saya, kalo bukan karena kamu sekarang saya bingung mencari biaya operasi istri saya untuk terakhir kalinya." Lanjut Adi berusaha senyum ramah, berharap Dela tidak tersinggung dengan ucapannya.
" Iyah sama sama Adi, semoga kamu bisa mendapatkan pengganti istri kamu yah, untuk temani anak anak kamu dan membesarkan nya dengan kasih sayang yang tulus walaupun anak tirinya." Lanjut Dela melihat Adi yang tidak terlihat emosi setiap diajak ngobrol bersama Dela
__ADS_1
" Entah lah Dela, saya belum memikirkan hal itu, lagian baru lima hari kan istri saya meninggal, masa sudah memikirkan penggantinya saja kan. mungkin kalo sudah setahun atau saya mulai jatuh cinta baru deh memikirkan pengganti istri saya, tapi untuk sekarang sih belum ada wanita selain istri saya di hati saya." Lanjut Adi, Adi bukan lah laki laki yang mudah mengumbar kata sayang dan cinta ke sembarangan perempuan. jadi akan sulit untuk Adi mencari pengganti istrinya dalam waktu dekat.
Dela salut dengan Adi yang masih setia menjaga hatinya untuk almarhumah istrinya, Dela berharap Adi kembali merasa kan bahagia setelah kehilangan istrinya, karena kehidupan Adi masih berlanjut dan anak anaknya masih membutuhkan sosok ibu dalam kehidupannya.