TERJERAT CINTA OM DAVID

TERJERAT CINTA OM DAVID
Mereka lagi apa?


__ADS_3

Amanda ngajak temen temennya untuk jalan jalan setelah menikmati makanan masakan bunda nya, Amanda setelah membantu bunda nya merapihkan bekas makan langsung pamit pergi.


" Kalian hati hati dijalan yah anak anak" Ucap Bunda nya Amanda melihat temen temennya Amanda yang sudah siap pergi lagi, padahal baru saja sampai dirumah masih mau melanjutkan perjalanan.


" Siap bunda" Ucap Amanda, Dela, Vivi, dan Margaretha. kompak dan saling bergantian mencium tangan bunda nya Amanda.


Amanda dan temen temennya langsung jalan meninggalkan rumahnya Amanda untuk menikmati jalan jalan bersama.


Dilain sisi, Putri melihat chat pribadi temen temennya, tidak ada satu pun yang memberikan kabar dan tidak ada satu pun yang membuat story. padahal Putri yakin jika mereka sudah sampai dirumahnya Amanda.


" Mereka lagi apa? kenapa tidak cerita sama sekali yaah?" Tanya Putri sedih, meresa temen temennya sepeti menjauh dari Putri selama liburan di rumahnya Amanda.


" Mungkin lagi dijalan sayang, jangan sedih lagi yah sayang, ingat kata dokter tadi kondisi bunda akan menurun jika bunda sedih terus dan banyak pikiran sayang." Ucap Ilham merasa tidak tega melihat Putri seperti ini, Ilham merasa bersalah melarang Putri ikut jalan jalan bersama Amanda dan yang lain.


" Aku iri sayang, kenapa sih ibu hamil muda tidak boleh melakukan perjalanan jauh? ayah kan punya pesawat sendiri, memangnya tidak bisa bebas pergi kemana pun kita mau? ayah kan bisa ajak dokter kandungan selama perjalanan sayang?" Tanya Putri dengan lirih, sambil melihat Ilham yang kadang kadang memperhatikannya.


" Yah baik lah, jika memang kesana bikin bunda bahagia dan tidak sedih lagi, aku akan minta David siapkan pesawatnya untuk kita susul mereka kesana dan ajak dokter kandungan, supaya dijemput oleh bodyguard semoga mau ikut kita mendadak seperti ini yah." Lanjut Ilham pasrah, dari pada nasehatin Putri tidak didengar sama sekali dan bikin emosi terus, lebih baik diturutin saja keinginannya


" Yes, terimakasih ayah sayang, bunda semakin cinta dengan ayah." Lanjut Putri bahagia karena akhirnya Ilham berhasil dibujuk

__ADS_1


Ilham senyum mendengar Putri, Ilham merasa lega melihat Putri kembali ceria dan tidak sedih lagi, Ilham minta Putri untuk telefon dokter kandungan apa bisa ikut pergi atau tidak. dan Putri langsung telefon David untuk siapin pesawat pribadinya Ilham karena sekarang Ilham dan Putri susul temen temennya ke rumahnya Amanda.


" Alhamdulillah sayang, dokter kandungannya mau ikut kita sampai hari Senin pagi dan mau dijemput bodyguard sayang. terimakasih ayah sayang i love you." Lanjut Putri bener bener bahagia, karena akhirnya bisa susul temen temennya untuk liburan


" Baju ganti kita bagaimana pak, kita kan belum siap siap pak?" Tanya Arini melihat Ilham mendadak setuju untuk susul Dela dan yang lain ke rumah nya Amanda.


" Biar kita Vidio call saja ka, biar bodyguard yang susul ke bandara bawa baju ganti kita, supaya kita tidak kesiangan kesana nya ka." Lanjut Putri yang tidak ingin terlalu lama siap siap nyusul temen temennya.


"Oh seperti itu yah Putri, yah sudah baik lah kita berarti tunggu di bandara saja yah." Lanjut Arini yang pasrah, Arini tidak ingin membuat Putri sedih dan kesal karena kondisi ibu hamil muda lebih sensitif.


" Yah sudah sayang, telefon sekarang bik Sumini, kalo baju ganti aku tidak usah yah sayang, biar aku beli saja bersama David nanti." Lanjut Ilham tidak ingin baju pribadinya diambilkan oleh orang lain, selama ini selalu Putri yang cuci dan setrika bajunya Ilham. sebelum menikah pun Ilham cuci sendiri bajunya tidak pernah membiarkan orang lain pegang barang barang pribadinya.


Putri langsung telefon bik Sumini untuk siapin baju ganti untuk Putri, Freya, dan Arini. karena Putri akan pergi selama dua hari. Ilham melihat Putri senyum bahagia, ikut bahagia juga melihat istrinya tidak sedih lagi


Dilain sisi, Amanda kesal sekali ditelepon oleh David berkali kali, padahal hari ini hari terakhir Amanda ngambek ke David masalah kebiasaan buruknya David


" Diangkat saja telefon nya Amanda, mungkin penting ada yang mau dibahas oleh om David, tidak ada salahnya menghargai om David walaupun kamu lagi kesel?" Tanya Dela yang mengerti jika sekarang Amanda masih kesel, tapi mengabaikan niat baik orang juga tidak baik


" Baik lah" Ucap Amanda pasrah, semoga David bukan bahas masalah pribadi, Amanda geser tombol hijau supaya David bisa bicara maksud telefon Amanda

__ADS_1


" Ada apa om?" Tanya Amanda saat saluran telefon terhubung


" Kata Putri, temen temen kalian ada disini? Putri cemas dan kesal kalian tidak kasih kabar sama sekali, akhirnya Putri dan Ilham sekarang lagi dijalan mau kesini?" Tanya David diseberang telefon, David tidak mengerti kenapa Putri tidak dikasih kabar sama sekali.


" Sengaja om, supaya Putri tidak sedih, karena kita jalan jalan disini om, lagian om Ilham juga kan melarang kita untuk ajak Putri kesini, yah sudah kita menghargai keinginan om Ilham, dan kita tidak pegang handphone dari tadi om karena sudah janjian tidak membuat story demi menjaga perasaannya Putri. dan tidak menyangka sekarang om Ilham justru temani Putri kesini karena kita tidak memberikan kabar sama sekali." Penjelasan Amanda terus terang, sekarang Amanda merasa serba salah jadinya.


" Oh pantasan saja, yah baik lah kalo itu alasannya, aku mengerti dan posisi kalian tidak salah, karena menghargai keinginan Ilham. yang akhirnya mengalah supaya Putri tidak sedih terus menerus." Lanjut David merasa lega, akhirnya tahu kenapa Putri tiba tiba ke Makassar.


" Terus om mau ke bandara?" Tanya Amanda yang sebenarnya kangen jalan bersama David, tapi gengsi untuk memberikan maaf untuk David


" Iyah Amanda, apa mau bareng? sekarang kalian ada dimana? soalnya Ilham ingin beli barang pribadinya selama nginep disini, soal baju Ilham sering pakai baju aku?" Tanya David seberang telefon, David kangen sekali memanggil Amanda dengan sebutan sayang.


" Tadinya mau ke mall, yah sudah kita ketemuan di sana saja yah om, soalnya jika kita jemput terlalu jauh kita jalannya." Lanjut Amanda sengaja, karena Amanda belum siap membahas masalah pribadinya


" Yah sudah baik, aku akan langsung ke bandara yah, hati hati dijalan Amanda sayang. i love you." Lanjut David langsung matikan telefon nya, sebelum Amanda menjawabnya. David tidak ingin mendengar protes nya Amanda.


" Putri kesini? ya ampun dia bener bener nekat sekali sih, yah sudah sekarang kita jemput Putri dan om Ilham dibandara, kamu lelah bawa mobil tidak? biar gantian dengan saya?" Tanya Dela yang tidak tega, membiarkan Amanda bawa mobil dengan jarak sejauh ini.


" Lumayan sih, baiklah saya mau gantian dengan kamu" Lanjut Amanda yang langsung menepi dan gantian dengan Dela bawa mobilnya

__ADS_1


__ADS_2