
Dela yang rindu dengan Amanda dan temen temennya, ajak Putri, Vivi, dan Margaretha. Untuk liburan kali ini ke rumahnya Amanda dari jumat malam sampai senin pagi, Putri masih melanjutkan gosipnya selama sejam
lagi membuat Ilham pasrah memberikan ijin Putrid an temen temennya melanjutkan video call, sedangkan Ilham dan David pamit untuk melanjutkan pekerjaan masing masing.
“ Bagaimana kalo kita liburan ke rumahnya Amanda? Giliran begitu deh sekalian jalan jalan juga kan?” Tanya Dela yang ingin sekali ketemu bunda nya Amanda sudah lama sekali
“ Boleh saja sih, tapi apa Putri di ijin kan oleh om Ilham untuk melakukan perjalanan jauh seperti itu?” Tanya Amanda yang ragu jika Putri diberikan ijin oleh Ilham
“ Saya sih bisa saja, selama hari libur akan kesana sih” Ucap Vivi santai dan bersyukur, karena belum punya suami jadi bisa bebas kemana pun Vivi pergi
“ Tapi jika Putri dilarang om Ilham, tidak seru dong, masa kita kekurangan personil sih? Waktu kita ke Jakarta saja kan menungga Amanda senyum sembuh dari sakitnya kan? Masa sekarang kita pergi tanpa Putri?” Tanya
Margaretha yang tidak ingin liburannya tidak ada yang ikut
“ Yah sudah deh temen temen, nanti saya kasih kabar yah jika mas Ilham memberikan ijin saya pergi sejujurnya saya juga rindu juga dengan bunda nya Amanda dan kepingin sekali ikut” Ucap Putri sambil melihat Ilham yang
sibuk dengan komputernya, Putri tidak tahu saja jika Ilham menahan kesal karena masih jam kerja temen temennya masih betah video call, dan berencana ajak Putri ke luar kota.
‘ Yah sudah deh Putri, saya tunggu kabar baiknya yah Putri, saya matikan telefonnya yah karena masih ada pekerjaan yang masih saya kerjakan dan sampai ketemu nanti temen temen” Lanjut Amanda langsung mematikan
telefonnya, karena mendengar David membahas pekerjaan dengan suara yang kencang, Amanda tahu jika David lagi tegur Amanda yang masih betah telefonan bukannya melanjutkan pekerjaannya.
Amanda yang kesal langsung jalan ke meja kerjanya, Amanda tidak berani marah ke David karena David masih telefon clien nya.
__ADS_1
“ Harus selalu sabar menghadapi Amanda apa lagi jika sudah telefonan dijam kerja dan Putri ikut ikutan dalam rapat seperti tadi, pembahasan sudah selesai tapi masih ajak ngobrol, yang tidak penting sama sekali seperti tadi membuat Amanda meninggalkan pekerjaannya” Batin David yang berusaha mengerti Amanda yang masih
ladenin temen temennya yang masih mau ngobrol setelah rapat.
David langsung jalan ke meja kebesarannya, David melihat Amanda mulai mengerjakan pekerjaan kantor, merasa lega walaupun David tahu jika sekarang Amanda pasti kesal sekali, karena cara suruh Amanda kerja bukan
ditengur baik baik tapi dengan suara yang sedikit keras, dan seolah lagi telefon orang supaya Amanda mau berhenti melakukan video call tadi.
Dilain sisi, Putri jalan ke meja kebesarannya Ilham, minta ijin ke Ilham untuk ikut ke rumahnya Amanda bersama temen temennya.
“ Ayah boleh kan aku ikut ke rumahnya Amanda? Aku rindu bunda nya Amanda dan mau ikut jalan jalan selama disana sayang?” Tanya Putri berusaha membujuk Ilham, supaya diberikan ijin untuk ikut jalan jalan
“ Tapi kandungan bunda masih lemah sayang, ingat kan kata dokter, jika ingin melakukan perjalanan jauh minimal usia kandungan sudah masuk empat atau lima bulan sayang, ini kan usia kandungan bunda baru dua bulan
sayang, sabar yah dua bulan lagi boleh sayang, aku temani deh bersama Freya juga sekalian jalan jalan keluarga yah, tapi kalo sekarang tidak bisa sayang.” Tegas Ilham yang tidak ingin terjadi apapun dengan Putri selama hamil seperti sekarang, Putri saja sering muntah muntah apa lagi melakukan perjalanan jauh, akan bahaya dengan kandungannya.
pasti semakin kesel karena Ilham tidak bisa dibantah sama sekali.
Ilham melihat Putri nangis seperti itu, merasa tidak tega sebenarnya, tapi Ilham tidak ingin ambil resiko sama sekali dengan kandungannya Putri yang masih rawan ke guguran, Ilham berusaha kembali focus mengerjakan
pekerjaannya dari pada memikirkan Putri yang lagi ngambek seperti ini
Dilain sisi, Adi ajak Dela makan siang bersama, Adi senyum bahagia karena Dela mau diajak makan dipinggir jalan apa lagi pakai motornya.
__ADS_1
“ Bagaimana kalo kita makan soto ayam, disini ada soto ayam yang enak dan saya pernah beli bersama orang tua saya.” Ucap Dela sambil pakai helm yang diberikan oleh Adi
“ Boleh juga Dela” Ucap Adi yang langsung menyalakan motornya dan pelan pelan mengendarai motornya, supaya Dela tidak merasa takut selama dibonceng oleh Adi
Dilain sisi, Vivi menikmati lagi cemilan yang dipesannya kemarin, Vivi pesan lagi cemilan lain untuk dimakan didalam ruangannya, Vivi suka sekali ngemi sambil kerja seperti ini.
“ Astaga, selama kerja habis lima kantong, setelah pulang dari sini wajib minum jamu diet, supaya tidak takut gemuk walaupun banyak makan” Ucap Vivi yang tidak pernah gemuk karena banyak makan, bagi Vivi banyak makan
itu artinya menikmati hasil kerja kerasnya dan Vivi bisa beli apapun yang Vivi mau terutama makanan
Vivi langsung membersihkan bungkusan bekas makannya, supaya bisa kembali focus bekerja setelah puas makan banyak
Dilain sisi, Amanda merapihkan meja kerjanya dan ajak David untuk makan siang bersama, membuat David setuju dengan ajakannya Amanda untuk makan siang bersama.
“ Di restoran korea yah sayang, aku lagi kepingin makan disana sayang” Ucap Amand yang langsung jalan ke mejanya David
“ Boleh sayang, kita akan makan disana sekarang yah” Ucap David langsung gandeng tangannya Amanda untuk makan siang bersama
David merasa lega sekali karena Amanda tidak melanjutkan marahnya lagi, dan ajak makan siang bersama, membuat David merasa lega dan bahagia sekali, tidak jadi berantem karena setelah video call tadi
Dilain sisi, Putri lagi malas makan diluar kantor, Putri kesel dengan Ilham yang tidak ingin memberikan ijin Putri untuk pergi bersama temen temennya karena lagi hamil seperti ini.
“ Dimaklumi saja pak Ilham, ibu hamil memang seperti ini, lebih mudah sedih dan keselnya pak” Ucap Arini yang tahu kenapa Putri kesel dengan Ilham
__ADS_1
“ Baiklah, saya akan pesen makanan dan kita makan disini saja bertiga, jika memang bunda mau makan didalam kamar” Ucap Ilham pasrah, dari pada paksa Putri, bisa membahayakan anak yang dikandung Putri jika Putri kebanyakn fikiran dan emosi terus menerus, lebih baik mengalah demi kebaikan bersama.
Ilham langsung telefon OB dan minta OB kantor untuk belikan masakan padang, dan minuman segar karena Putri lagi kepingin makan didalam kamar dan malas makan disofa, membuat Ilham berusaha turutin keinginan Putri