
David dan Amanda menunggu makanan yang sudah dipesannya, David tidak menyangka ketemu dengan mantan teman rebahannya di restoran yang sama apa lagi David lagi makan bersama Amanda.
" Gawat ketemu lagi, bahaya ini jika Amanda melihatnya bisa bisa Marsya ngambek dan takut dengan saya lagi. bagaimana ini ya tuhan" Batin David panik melihat, perempuan yang pernah mengisi hari harinya David jalan santai menghampiri David dan Amanda.
" Hai sayang, sudah lama sekali kita tidak ketemu sayang, kenapa tidak bilang ada disini sayang? terus ini siapa anak kecil yang makan bersama kamu? apa temen rebahan baru kamu?" Tanya Temannya David melihat Amanda yang berusaha santai, walaupun cemburu, bagaimana tidak tiba tiba ada yang panggil David dengan sebutan sayang dan merangkul bahunya David dengan santainya seperti itu.
" Lepasin, Saya makan siang bersama calon istri saya, dan kita sudah tidak ada hubungan apapun, jadi tolong jaga sikap kamu." Tegas David, yang berusaha tidak membuat Amanda cemburu dan sedih.
" Calon istri? kamu yakin David kamu mau menikah? bukannya selama ini kamu lebih suka kebebasan dari pada punya komitmen seperti ini? apa karena anak kecil ini kamu mau sadar?" Tanya Temennya David melihat Amanda dengan tatapan meremehkan.
" Maksud anda apa yah? saya tidak mengerti tolong jelaskan ke saya? om David tidak pernah cerita apapun ke saya?" Tanya Amanda berusaha tidak nangis didepan perempuan, yang sepertinya tahu kekurangannya David.
__ADS_1
David langsung ajak Amanda pergi, dari pada terlalu lama mendengarkan ucapan perempuan didepannya yang pasti akan membuat Amanda nangis setelah mendengar kenyataan yang pahit.
" Sepertinya anak itu tidak tahu bagaimana David seperti apa sebenarnya? apa karena anak itu sekarang David berubah? Dan tidak pernah lagi ajak saya olahraga bersama lagi?" Tanya Temennya David melihat David dan Amanda sudah jalan jauh, temennya David senyum bangga karena David bisa berubah karena anak kecil disampingnya. pantas saja David tidak pernah menghubunginya lagi.
Dilain sisi, Putri setelah makan langsung mengerjakan desain bangunan yang tadi sudah dibuat oleh Putri, Putri masih kesel dengan Ilham membuat Putri mendiam kan Ilham selama Putri bekerja.
" Mood ibu hamil yah seperti ini, jika ditegur baik baik bakal seperti ini, tapi jika diijinkan perjalanan jauh tentunya akan membahayakan Putri dan calon anaknya juga. astaga marahnya panjang sekali sih sayang" Batin Ilham mulai bingung harus bagaimana sekarang, tapi Ilham memilih ikutin keinginan Putri untuk diam dari pada kenapa kenapa dengan Putri.
" Ada apa ka Freya?" Tanya Putri melihat Freya keluar dari kamar dan jalan menuju Putri duduk
" Freya bosan, pulang yuk bunda dan ayah, Freya mau main di rumah saja." Lanjut Freya dengan manja, Freya langsung duduk disebelahnya Putri
__ADS_1
" Jalan jalan saja ke luar bersama Tante Arini yah sayang, pekerjaan bunda sedikit lagi selesai dan nanti bunda akan nyusul Freya yah." Lanjut Putri berusaha membujuk Freya, jika Putri keluar sekarang, pasti pekerjaannya akan dilanjutkan oleh Ilham dan tidak akan mengijin kan Putri melanjut kan pekerjaannya lagi.
" Yah sudah ayah saja yang ikut Freya jalan jalan yah, jika bunda mau kerja. Freya sudah bosan disini ayah dan bunda." Bujuk Freya yang mulai nangis, karena semakin bosan kelamaan didalam ruangannya Ilham
" Yah sudah yuk Freya, jalan jalan saja bersama Tante Arini yah, nanti ayah dan bunda pasti susul Freya kok." Ucap Arini berusaha bujuk Freya untuk pergi sekarang, Arini faham jika Putri tidak akan meninggalkan pekerjaannya sebelum selesai.
" Yah sudah yuk Tante, kita beli makanan yang banyak yah, biarin saja ayah dan bunda jangan dikasih, suruh siapa mereka sibuk kerja." Lanjut Freya yang ngambek langsung minta digendong oleh Arini.
" Yah boleh sayang, apapun yang Freya mau makan, boleh makan sayang, sampai bunda selesai kerja yah sayang, ini sedikit lagi sayang." Lanjut Putri, Putri memberikan beberapa lembar uang untuk Arini ajak Freya makan selama diluar kantor.
" Yah sudah saya permisi dulu Pak Ilham dan Putri." Lanjut Arini yang terima uang pemberian Putri dan langsung jalan keluar dari ruangan Ilham, Arini langsung gendong Freya untuk beli makanan yang banyak dan membiarkan orang tuanya melanjutkan pekerjaannya.
__ADS_1
Putri melanjut kan pekerjaannya tanpa ajak bicara Ilham sama sekali, sedangkan Ilham melihat Putri yang masih diam saja langsung pijit jidatnya pusing, menghadapi ibu hamil yang lagi ngambek dan membiarkan Putri melanjut kan pekerjaannya.