
Dela, Vivi, Margaretha. sampai juga di bandara dan langsung jalan ke parkiran bandara, yang sudah dijemput oleh Amanda dan bunda nya, membuat Dela, Vivi, dan Margaretha. mencium telapak tangan bunda Amanda bergantian.
" Ceo terkenal dan sukses kesayangan bunda, apa kabar nih?" Tanya Bunda nya Amanda yang selalu bangga dengan temen temennya Amanda, karena berjuang bersama, sukses bersama, dan punya karir yang sama sebagai wakil ceo terkenal.
" Amin bunda, alhamdulillah kabar baik bunda, tadinya orang tua saya mau ikut kesini tapi tidak jadi, soalnya ayah mau mengurus ternak dan bunda tanamannya, tapi insya allah pas lebaran katanya mau kesini bunda" Ucap Dela, Dela memberikan hasil panen bunda nya
" Terimakasih dibawain oleh oleh segala dari orang tua kamu" Lanjut Bunda nya Amanda merasa senang karena dibawain hasil panen jauh jauh dari Jakarta.
__ADS_1
" Oh yah temen temen, selama disini jangan bikin story yah, saya tidak tega jika Putri sedih karena tidak bisa ikut kesini, melihat keseruan kalian selama di rumah saya" Ucap Amanda merasa tidak tega,jika tahu Putri sedih karena melihat sotry temen temennya yang menikmati liburan bersama.
" Saya setuju, hargai keputusan om Ilham demi kesehatan Putri, jadi kita tidak boleh pasang story sama sekali, kasihan kan bumil jika sedih terus karena merasa iri" Ucap Vivi yang tidak ingin disalahkan lagi oleh Ilham karena temen temennya membuat Putri sedih karena tidak bisa ikut.
" Beres soal itu" Ucap Margaretha yang setuju tidak membuat Story demi menjaga perasaan Putri dan tidak membuat Putri sakit karena tidak bisa ikut ke rumahnya Amanda
" Anak anak, sekarang bawa barang bawaan kalin, sekarang kita ke rumah dan makan bersama soalnya bunda sudah masak banyak demi menyambut kedatangan kalian" Lanjut Bunda nya Amanda, yah sudah terbiasa masak banyak demi temen temennya Amanda, setiap kali ke rumah
__ADS_1
Bunda nya Amanda langsung ajak temen temennya Amanda untuk masuk mobil, dan pulang ke rumah karena sudah ada banyak makanan dan minuman penyegar yang sudah disiapkan oleh Amanda untuk temen temennya.
Dilain sisi, Ilham senyum bahagia dan lega karena Putri sudah tidak diam lagi seperti tadi, sejujurnya Ilham merasa tidak tega melihat istrinya sedih karena tidak ikut jalan jalan bersama temen temennya.
" Sayang, apa surat kontrolnya sudah disiapkan?" Tanya Ilham merasa lega, karena hari ini jadwal kontrol kandungannya Putri membuat Ilham merasa lega karena Putri tidak memikirkan temen temennya lagi, tapi pembahasannya soal kandungan sebelum dan setelah periksa.
" Sudah semua sayang, susu formula untuk Freya juga sudah aku siap kan sayang, popok sudah diganti jadi aman kita ke rumah sakit sekarang, aku tidak sabar melihat anak kita sayang" Ucap Putri yang sudah tidak sabar di USG oleh dokter kandungan
__ADS_1
" Sama sayang, aku juga tidak sabar mau melihat dedek bayi dilayar monitor nanti" Lanjut Ilham langsung pegang tas yang sudah Putri siapkan keperluan Freya, selama ikut ke rumah sakit.
Putri tidak sabar ingin melihat perkembangan janinnya dan melihat anaknya dimonitor saat dokter periksa kondisi kandungannya, Putri berusaha cuek dan ikhlas karena Putri sadar, jika Putri sedih tentunya akan membahayakan anaknya nanti, Putri tidak ingin anak keduanya kenapa kenapa karena Putri, terlalu memikirkan temen temennya yang sekarang lagi di Makassar