
setelah meeting Abian memilih kembali ke perusahaannya karena kalaupun memaksa untuk mengejar dan menjelaskan pada Zia sekarang akan percuma pikirannya,Malah nanti hubungan mereka semakin menjauh
Abian memberi kesempatan Zia untuk menenangkan diri,dia gk mau kalau wanitanya tertekan apalagi sekarang Zia seorang CEO juga
Zia menikmati jabatan baru sebagai seorang CEO dia ingin perusahaan Wijaya grup semakin maju di bawah pimpinannya
"permisi Bu,ada kiriman untuk ibu" sekretaris masuk dengan membawa seikat bunga mawar putih.zia mengambil bunga tersebut untuk memeriksa siapa pengirimnya
"terima kasih Meri bunganya saya terima" ucap Zia pada sekretarisnya
"tersenyum lah sayang, saat kau tersenyum kau lebih indah dari bunga ini" kata-kata pada bunga dengan gambar love, mawar putih adalah bunga kesukaan Zia meskipun tidak ada nama Zia yakin Abian lah yang mengirim bunga ini.
Abian yakin bunganya sudah sampai dan sekarang dia menunggu Zia menghubunginya, karena dulu setiap bian kasih kejutan Zia selalu menghubunginya untuk mengucapkan terima kasih, Abian membayangkan sambil tersenyum
setelah dua jam menunggu,Zia tidak menghubungi dia bahkan satu pesan pun tidak ada,itu sangat menggangu pikiran Abian.
Di kantor Wijaya grup Zia sedang sibuk,dia sengaja tidak menghubungi Abian karena dia masih kesal dengan sikap Abian yang menurut dia kekanakan
__ADS_1
Memaksa dia tetap menjadi kekasih dan bersikap sangat posesif.
Abian menuju tempat perkumpulan biasa dengan sahabatnya yaitu di cafenya Rian dia ingin menenangkan pikirannya, ternyata pas sampai ke sana sahabat nya udah berkumpul
dia merebahkan diri di sofa di ruang khusus yang telah disiapkan untuk perkumpulan mereka.
"kenapa bro? terlihat seperti lagi banyak masalah? apa masalah perusahaan?" tanya Kevin
"ada yang bisa kami bantu? cerita lah siapa tau kami bisa bantu"sambung Rio
"Zia,dia masih saja mengabaikan aku padahal sudah aku tegaskan bahwa dia masih kekasihku" cerita Abian kepada teman nya
"Hebat Zia, gak bisa di taklukkan oleh CEO pemain wanita ini" ucap kevin
Abian mendengus kesal mendengar sindiran dari sahabat nya, bukannya tenang karena datang kesini malah tambah pusing
"sepertinya Zia dan Sinta mau pergi liburan ke villa milik keluarga Zia, akhir pekan ini" kata Rio
__ADS_1
"gimana kalau kita ikut aja? itupun kalau Lo gak sibuk"sambung Kevin
"aku setuju, tapi apa mereka mengizinkan kita ikut?" kata Rian
"kita akan ikut gimana pun caranya" ucap Abian sambil tersenyum dia sudah menyiapkan sebuah rencana untuk menaklukkan Zia lagi
"Zia jadi kan kita liburan akhir pekan ini?" tanya Sinta di telpon
"iya sin, jadi lah kita udah lama gak liburan" jawab zia
"boleh gk kak Rio ikutan ?" tanya Sinta lagi
"Boleh, makin rame makin seru kan"jawab Zia lagi.
mereka semua bekerja seperti biasa setiap hari, sampai tiba hari mereka pergi liburan.
awalnya Zia ingin menyetir sendiri tapi kata Sinta Rio sudah menyiapkan mobil khusus untuk mereka liburan, jadi Zia setuju aja.
__ADS_1
Semua orang sudah siap, sekarang hanya tinggal menunggu Zia datang biar mereka bisa langsung berangkat
Abian duduk di kursi paling belakang,dia sedang tidur menutup kepalanya dengan koran dia kecapean karena harus lembur agar bisa menikmati liburan ini.