Terjerat Cinta Sang Buaya

Terjerat Cinta Sang Buaya
lanjutkan


__ADS_3

Zia memikirkan bagaimana perasaan dia ke bian, dia masih mencintainya tapi dia ragu untuk membuat keputusan bersama Abian lagi, banyak sekali yang suka dan ingin mendapatkan abian.


harus menyiapkan mental yang kuat untuk bisa bersama Abian Atmaja, pasti banyak yang ingin menghancurkan hubungan mereka nantinya.


malam ini mereka semua mengadakan pesta barbeque, mereka bercanda dengan ria tapi abian banyak diam, dia gelisah menunggu jawaban Zia karena kalau di lihat dari sikap Zia sepertinya dia tidak ingin bersama Abian lagi.


"aku ke kamar duluan ya?" ucap Abian sambil berjalan masuk ke villa


"baru juga sebentar,kok pada cabut sih"timpa Kevin


"sepertinya ada masalah dengan bian dari tadi dia termenung aja"kata Rian


"mungkin dia kecapean aja kan dia bela-belain lembur biar bisa ikut ke sini" sambung Rio


Zia yang mendengar ucapan sahabat-sahabatnya bian merasa tidak enak, apa karena dia Yang buat Bian tak nyaman.


"aku masuk sebentar ya"kata Zia


Setelah Zia masuk kedalam semua orang tersenyum seolah mengerti sesuatu dan mereka melanjutkan pesta tanpa bian dan Zia


Zia berdiri di depan kamar Bian,dia ragu harus masuk atau enggak.

__ADS_1


setelah beberapa saat berpikir Zia memberanikan diri dan mengetuk pintu "boleh aku masuk?"


"masuk lah pintunya tidak terkunci" sahut bian


Bian sedang tidur saat melihat Zia masuk dia bangun dan duduk di atas ranjang.zia menghampiri Bian dan bertanya "kenapa cepat sekali kamu meninggalkan pesta? apa kamu kurang sehat?"


"aku gak kenapa-napa, aku cuma mau menyendiri aja" jawab Zia


"oh... berarti aku sudah mengganggu kamu ya,aku akan pergi kalau begitu" kata Zia


"tidak Zia, katakan lah aku menunggu kamu" ucap Abian sambil menahan tangan Zia yang ingin pergi.


"sebenarnya aku.....(aku sangat malu)..." zia diam


"lanjutkan Zia, aku menunggu" tegur Abian


" I love you too" ucap Zia pelan hampir tidak terdengar, tapi Bian mendengar nya karena dia fokus mendengar zia


"kamu bilang apa, tidak kedengaran.kenapa kamu berbisik?" ucap bian pura-pura gak tau


"kalau mau berbisik sini lebih dekat" ucap bian sambil menarik tangan Zia dan Zia jatuh ke pangkuannya."katakan?"bian senang melihat wajah Zia memerah.

__ADS_1


Zia berontak dia tidak mau duduk di pangkuan bian, apalagi bian menggodanya.


Bian memeluk Zia agar Zia tidak pergi "I love you sweet heart aku tau kamu juga masih mencintaiku" Abian sangat senang


"terima kasih karena kamu telah memberikan kesempatan untuk ku lagi sayang, boleh kah aku meminta satu hal?" tanya bian sambil membelai rambut Zia


Zia mengangguk "benarkah?? kamu janji akan menuruti kemauanku?" tanya Abian penuh semangat


Zia curiga apa yang mau Abian minta, kenapa dia merasa akan dijebak oleh Abian,"kenapa dia begitu bersemangat, apa yang ada dalam pikirannya "


melihat Zia panik Bian berencana untuk mengerjainya, "sebentar lagi aku akan katakan, aku harus mengunci pintu dulu" kata bian


"kenapa harus di kunci?" pikiran Zia semakin tidak enak melihat Abian mengunci pintu, apa Abian akan meminta macam-macam padanya


"biar kamu tidak lari setelah aku memintanya" Abian berkata sambil tersenyum


"jangan takut sayang aku akan bertanggung jawab dan berusaha untuk jadi yang terbaik buat kamu" sambung Abian lagi


Zia benar-benar panik,apa pilihan yang salah dia masuk ke kamar ini,


mau lanjut gk....?? like dan dukung author biar lebih semangat menulisnya

__ADS_1


__ADS_2