Terjerat Cinta Sang Buaya

Terjerat Cinta Sang Buaya
panik


__ADS_3

Abian sangat panik, panggilan tiba-tiba terputus dan dia mendengar suara decitan rem sebelum panggilan tersebut mati.


dia khawatir apa yang terjadi dengan wanitanya, dia menghubungi lagi tapi tidak ada jawaban


"cepat lah Edo" Abian berharap tidak terjadi apa-apa dengan Zia,dia gk bisa membayangkan bagaimana dia kalau sampai Zia kenapa-napa


Setelah beberapa menit perjalanan Abian melihat mobil Zia di pinggir jalan, ada beberapa orang disampingnya, abian buru-buru turun dari mobil


yang pertama dia cari adalah Zia, wanita nya itu berdiri di samping mobil dia seperti shock dengan kejadian ini


"kamu tidak apa-apa sayang" tanya Abian sambil melihat-lihat tubuh Zia mungkin ada yang terluka


"aku baik-baik saja, aku hanya shock karena hampir menabrak orang " cerita Zia sambil menangis di pelukan Abian


"kamu tenang aja,itu tidak terjadi kamu baik-baik saja ada aku disini oke?" Abian menghibur Zia agar tenang


Abian mengantar Zia ke perusahaan dan membawa dia sampai ke ruangannya, dia menemani wanita nya agar dia tidak terpikirkan masalah tadi

__ADS_1


setelah mengobrol Zia sudah agak tenang dan dia meminta Abian kembali ke perusahaannya dia tau Abian pasti sangat sibuk


"pergilah aku baik-baik saja,kamu pasti sibuk kan"?


"tidak, semua telah di handle oleh Edo,aku akan menemanimu disini" Abian tidak ingin pergi


Zia memandang Abian dia teringat kata-kata neneknya untuk segera menikah dengan Abian, Abian memang sangat baik dan mencintai nya tapi apakah ini tidak terlalu cepat


"kenapa kamu memandang ku seperti itu, apa kamu baru menyadari kalau kekasih mu ini begitu tampan?" ucap abian


Abian tertawa menanggapi candaan Zia,dia memang sangat mencintai Zia makanya dia sangat ingin menikah dengan Zia secepatnya


"aku sangat mencintai mu sayang, menikah lah dengan ku"


"ayo kita menikah sekarang!" ucap dia masih tersenyum


Abian menarik Zia ke pangkuan dan memeluknya dengan erat,Zia membalas pelukan Abian karena dia merasa sangat nyaman berada dalam pelukan Abian

__ADS_1


Nafas Abian memburu karena gesekan saat mereka berpelukan membuat sesuatu di bawah sana berontak,Zia juga merasakan seperti ada yang mengganjal


mereka berdua terdiam, Zia merasa tidak enak kalau langsung bangun begitu juga dengan abian dia tidak mau bergerak takut Zia menyadari nya, mereka saling memandang


Abian mencium bibir Zia sebelum Zia membuka mulutnya untuk bicara,Abian memindahkan Zia ke atas sofa dan melepaskan ciuman nya dia buru-buru menuju ke toilet yang ada di kamar


Zia tersenyum melihat tingkah Abian, pikiran Zia traveling kemana-mana membayangkan benda yang mengganjal tadi, itu terasa sangat besar


"kenapa aku membayangkan itu, pikiran ku pasti ternodai Abian yang mesum" Zia menggerutu


Abian keluar dari toilet dengan canggung dan merasa tidak enak dengan Zia, pasti Zia akan berpikir kalau dia pria mesum


"sayang kamu udah baikan kan? aku mau kembali ke perusahaan, karena ada meeting sebentar lagi,kamu jangan kemana-mana ya nanti aku jemput"


"I love you syg,aku pergi ya" Abian mengecup kening kekasih nya


"I love you too,kamu hati-hati dijalan ya, jangan ngebut" ucap Zia

__ADS_1


__ADS_2