
"Langsung saja mau minta apa?, kalau gak aku akan keluar sekarang" Zia udah tidak nyaman.
"kamu gak bisa keluar lagi karena pintu nya udah aku kunci apa kamu lupa?"Abian ingin tertawa melihat Zia ketakutan
"Zia sayang, aku minta kamu jadi istri ku,apa kamu bersedia?" Abian berkata sambil mempersembahkan cincin yang sangat indah.
"apa..?? kita baru mulai hubungan ini,kenapa kamu langsung minta aku jadi istrimu?"Zia terkejut dengan pernyataan Abian
"terima lah sayang tadi kamu bilang akan menuruti kemauanku" bian
Zia bingung mau jawab apa, dia memang sudah menerima Abian kembali ke hidupnya
Tapi kalau untuk jadi istri Abian sekarang benar-benar belum terpikirkan,
"boleh gak kita jalani aja dulu hubungan ini, karena untuk menikah kita harus persiapkan semuanya dulu"tawar Zia kepada bian
"Oke aku setuju, tapi kamu jangan pernah pergi lagi dari aku, terima lah cincin ini sebagai tanda kalau kamu milik ku" kata Abian
Zia mengangguk dan Abian memasang cincin di jari manis Zia, Abian mencium bibir Zia Dengan lembut, dalam hati abian berjanji akan menjaga cinta ini selamanya.
"ayo kita keluar sekarang dan bergabung dengan mereka" Abian berjalan sambil tersenyum dan menggenggam tangan Zia
sebelum sampai ke tempat sahabatnya pesta Zia meminta Abian untuk melepaskan tangannya karena dia masih malu dengan sahabat-sahabat Abian
__ADS_1
Abian jalan santai di belakang Zia, Zia gak mau jadi bahan godaan disana
"kenapa keluar lagi bro,apa sudah ada pelangi di dalam kamar mu" Kevin berkata sambil tertawa "ehem Ehem....." Rio dan Rian ikutan
"kalian apaan sih kayak bocah aja,aku lapar makanya keluar, kalian tidak ingin berbagi dengan ku?" Abian berkata dengan kesal karena dia tau Zia pasti akan canggung nanti
"ini bos makan lah biar kuat sampai pulang " Rian berkata sambil kasih makanan ke Abian
Hp Zia berbunyi panggilan masuk dari nomor tak dikenal, Zia menjawab panggilan tersebut
"halo,maaf ini siapa ya?"
"Kenzo yang mana? " kata zia penasaran
Abian langsung melihat ke arah Zia
"Zia kapan kamu beli cincin ini perasaan tadi tidak ada" ucap sinta sambil melihat lebih dekat cincin nya
"seperti cincin tunangan" sambung Sinta semua orang melihat ke arah Zia
"apaan sih sin, aku udah pakai dari kemaren kamu aja yang gk memperhatikannya" Zia berkilah,muka Zia Merah karena gugup dan malu
"Jangan-jangan kamu udah melamar Zia ya Bi?, kalian ngapain aja tadi di dalam, ayo ngaku??" Kevin berceloteh sambil melirik ke arah bian dan Zia
__ADS_1
"udah kalian diam aja, kasian kan calon istri ku mukanya merah gitu"jawab Abian
Rasanya Zia ingin menghilang aja dari hadapan sahabatnya,dan sahabat bian, bisa-bisanya Abian menjawab dengan santai..
"udah sayang gak usah mempedulikan mereka, mereka cuma iri aja, dasar jomblo akut" ucap Abian sambil pindah duduk ke samping Zia
"dasar bucin" jawab mereka serentak setelah itu mereka tertawa
..........
Hari ini mereka semua harus pulang karena besoknya mereka harus kerja, Abian memperlakukan Zia dengan sangat manis,
"pagi sweety," kata bian di depan sahabatnya saat melihat Zia keluar dari kamar
"pagi juga..." jawab Zia
mereka keluar sama-sama menuju mobil...
Abian masih memilih duduk di belakang dengan kekasihnya, dia duduk sambil memeluk Zia.."semoga hubungan ini terjalin selamanya,aku merasa sangat bahagia selalu bersama kamu Kezia Wijaya"
Setelah perjalanan kurang lebih 2 jam mereka sekarang sudah sampai di rumah Rio, Zia tidak menyuruh sopir menjemput karena Abian akan mengantarkan dia pulang
Kakek dan nenek Zia saling bertatapan saat melihat Abian yang mengantar Zia,apa mereka sudah menjalin hubungan lagi, lantas kenapa dulu Zia harus menghilang kalau pada akhirnya mereka bersama
__ADS_1
"masuk dulu nak" tawar nenek Zia pada abian
"iya nek,gak apa-apa, kapan-kapan nanti aku mampir" Jawa bian