
suasana di rumah Rio mulai sepi karena pestanya sudah selesai, Zia masuk kedalam melewati tempat empat sahabat yang lagi berbincang santai... pandangan Abian tak pernah lepas dari wanitanya itu, ingin sekali rasanya memeluk orang yang sudah lama dia nantikan.
"Zia ayo kesini gabung sama kita" kata Kevin
"iya, Zia gabung sama kita sebentar lagi Sinta juga kesini lagi" tambah Rio
"iya kak" jawab Zia sambil berjalan ke tempat mereka
"duduk di sini aja" ucap Rian sambil menunjuk tempat di samping Bian yang kosong, Zia langsung duduk Tanpa membantah
"Zia kamu pulang kesini menetap atau sementara aja"? tanya Rio
"rencana menetap kak tapi belum tau juga tergantung gimana keadaannya nanti"jawab Zia
"apa gak ada kekasih yang kamu tinggalkan di negara kamu? nanti dia rindu lagi gak sanggup LDR an"tanya Rian
__ADS_1
Zia senyum dan menjawab"gk ada kak"
Abian yang dari tadi hanya menyimak pembicaraan mereka puas dengan jawaban Zia, artinya dia masih banyak kesempatan
"orang secantik kamu gak mungkin gak ada kekasih, pasti banyak yang ngantri" celetuk Kevin
" kecantikan tidak menjamin kita punya pasangan yang setia, jadi aku tunggu yang setia aja kak,dan yang tulus mencintai aku" jawab Zia santai, tapi tidak dengan orang di sampingnya dia merasa Zia menyindirnya, ingin rasanya dia membungkam bibirnya wanitanya itu dengan ciuman
"kami setuju dengan kamu Zi"jawab Rian dan di anggukkan oleh Rio dan Kevin.
Zia melihat ke arah Abian yang tidak bereaksi" Apa kakak bukan tipe cowok yang setia??" kok seperti tidak setuju?" kata zia
mendengar mereka berdua saling sindir membuat Rio,Rian dan Kevin ingin tertawa,lucu dan menggemaskan
"gue ke toilet bentar ya" ucap rio
__ADS_1
"oya gue sama Kevin juga pulang dulu ya, nanti kapan-kapan jumpa lagi ya Zia?" ucap Rian
"iya kak" jawab zia
sekarang hanya tinggal Abian dan Zia,Zia ingin pergi juga tapi dihentikan oleh Bian, "tunggu dulu aku mau ngomong sama kamu" ucap bian
"mau ngomong apa kakak ngomong aja? aku ngantuk soalnya mau tidur"jawab Zia
"kasih aku kesempatan untuk menjelaskan nya,itu cuma kesalahpahaman aja"ucap Abian sambil memegang kedua tangan Zia
"kakak gak pulang?" Zia gk mau membahas masa lalu lagi
"Kezia Wijaya" ucap Abian penuh penekanan
"aku gak sanggup lagi menahannya" bisik Abian mencium bibir Zia Dengan rakus dia menuntut lebih, antara hati dan pikirannya sudah gak sejalan pikirannya menyuruh dia untuk membuat Zia menjadi milik dia seutuhnya agar Zia tidak lari lagi, tapi hatinya tidak mau kalau nanti Zia marah dia ingin mendapatkan cinta Zia terlebih dahulu.. Abian melepaskan bibirnya dari bibir zia, Abian memeluk tubuh Zia yang sangat dia rindukan selama 5 tahun ini
__ADS_1
"Maafkan aku sayang.. maafkan aku" ucap Abian
Zia membeku dia gk bisa berbuat apa-apa,dia ingin berontak dan meluapkan semua emosinya pada bian yang telah mengkhianatinya tapi dia nyaman berada di pelukan Abian ,dia marah pada dirinya sendiri kenapa dia selemah itu... setelah Abian melepaskan pelukan nya dia lari ke kamar tanpa melihat kebelakang.