Terjerat Cinta Sang Buaya

Terjerat Cinta Sang Buaya
Ragu


__ADS_3

mobil yang ditumpangi Abian dan Zia telah sampai di depan sebuah apartemen mewah,Zia ragu untuk turun dan ikut dengan Abian


"Aku tunggu disini, kamu masuk aja"kata Zia tanpa mau keluar dari mobil


"ikut aja gak apa-apa, disini tidak aman kalau tidak ada aku" jawab bian sambil menarik tangan Zia agar keluar dari mobil


"masak di daerah elit seperti ini tidak aman?"tanya Zia heran


"ya tidak aman bagi wanita secantik kamu sayang, nanti di culik sama cowok lain" Jawab Abian sambil tertawa


"ih...Gak lucu tau, ngapain sih kita harus kesini dulu" Zia masih protes


"kita akan tidur di sini malam ini" Abian menjawab pakai mode serius


Zia terkejut dan berhenti tiba-tiba, dia merasa tidak aman kalau tidak pulang sekarang, wajahnya terlihat panik dan cemas.


Abian memperhatikan wajah Zia yang panik,dia tidak tega melihatnya,


"tidak sayang aku hanya mempermainkan kamu saja, kamu jangan cemas seperti itu. aku kesini dulu karena mau ambil berkas penting"


"memangnya aku terlihat seperti seorang pria mesum? tidak kan?"sambung Abian

__ADS_1


"entah lah, kamu selalu menggodaku" ngambek Zia


"maaf sayang,aku gak akan ulangi lagi"ucap bian sambil mengejar Zia yang lagi ngambek


Di tempat lain tepatnya di sebuah hotel seorang wanita berumur sedang merencanakan sesuatu trik untuk mendapatkan kekayaan Atmaja,


namanya Tante Merry dia sedang menunggu seseorang wanita muda yang akan dia pakai sebagai alat untuk membuat rencananya berjalan dengan lancar


"hai Susan kamu sudah datang? kamu cantik sekali" sapa Tante Merry kepada Susan


"makasih Tante,aku menghabiskan banyak uang untuk membuat diriku selalu cantik" jawab Susan


"kalau rencana saya berhasil, kita akan mendapatkan uang banyak" ucap Tante sambil tersenyum


"besok pagi kita akan memulai rencana kita, sekarang kamu istirahat dulu" Tante Merry mengajak Susan masuk ke kamarnya


"baik Tante"jawab Susan


Zia dan bian sudah masuk ke dalam apartemen,Zia memperhatikan seluruh apartemen bian, sangat luas dan bersih, interiornya juga terlihat mewah


"kamu tinggal sendirian di sini? apartemennya sangat besar"tanya Zia

__ADS_1


"apa kamu suka? apa kamu mau tinggal disini setelah kita menikah nanti?"Abian balik bertanya kepada Zia


"kita lihat nanti aja,aku mau ke toilet sebentar,dmn toiletnya?" kata Zia


"masuk aja ke kamar ku yang itu,"jawab Abian sambil menunjuk sebuah kamar


Abian merasa kalau Zia selalu menghindar setiap dia membahas tentang pernikahan,apa Zia masih meragukannya, sebegitu kecewa kah Zia dulu padanya.


padahal semua sudah terbukti kalau dulu dia di jebak, Abian harus berjuang lebih keras lagi untuk meyakinkan Zia.


sambil menunggu Zia keluar dari toilet, Abian menyiapkan coklat panas untuk Zia dan dirinya.


"sini sayang aku membuat coklat panas untuk mu, minum lah" ucap bian pada Zia


"makasih sayang, kamu masih ingat kesukaan ku" jawab Zia sambil tersenyum


"Tidak ada yang aku lupakan tentang kamu sayang, aku selalu merindukan mu" kata Abian


"aku juga merindukan mu" Zia memeluk leher abian yang sedang duduk


"habiskan coklatnya biar aku antar kamu pulang, jangan terlalu malam agar kamu bisa istirahat lebih lama"Abian berkata sambil membelai lembut rambut Zia

__ADS_1


"siap komandan " jawab Zia sambil tertawa


Abian juga ikut tertawa melihat tingkah Zia


__ADS_2