Terjerat Cinta Sang Buaya

Terjerat Cinta Sang Buaya
buaya


__ADS_3

Zia masih shock memikirkan apa yang akan dilakukan abian padanya barusan,tapi tidak seperti yang dia pikirkan,dia menghela nafasnya


"mana HP mu sayang?,jangan pernah mengabaikan aku lagi kalau tidak aku akan menghampiri kamu dan melakukan apa yg kamu pikirkan barusan,"ucap Abian sambil menggoda Zia


Zia hanya mengangguk patuh agar abian cepat pergi dari sini,"kamu mau makan apa? biar aku pesankan?"tanya bian pada Zia


"tidak usah aku ada janji mau makan siang sama Sinta" jawab Zia


"ya udah kamu baik-baik ya,aku ada meeting sebentar lagi, aku pamit syg" ucap Abian


"iya" balas Zia cuek, abian menghela nafas, dia tidak mau protes lagi walaupun masih di cuekin sama Zia, yang terpenting dia sudah mengatakan semua yang ingin dia katakan pada Zia,dan mengklaim bahwa Zia hanya milik dia.


Abian membuka pintu dan keluar dari ruangan membuat Zia bisa bernafas lega,dia tidak ingin memikirkan kata-kata bian,dan dia tidak ingin percaya lagi kalau bian hanya mencintainya.


setelah Abian pergi Zia juga pergi ke luar untuk makan siang di restoran yang sangat mewah dia ingin menikmati makanan yang sudah lama dia rindukan, disini Zia sekarang sedang menunggu Sinta dan memilih makanan yang ingin di pesan, restoran ini cukup ramai di jam makan siang.

__ADS_1


tanpa sengaja Zia melihat abian yang sedang makan dengan seorang wanita yang sangat seksi, jarak tidak terlalu jauh jadi dia yakin kalau itu adalah bian "Dasar buaya, apa ini meeting Yang dia maksud" geram Zia di dalam hatinya


"Hai Zia" panggil Sinta sambil mengangkat tangannya, abian mendengar suara Sinta dan matanya tertuju ke arah pandangan Sinta


"oh tuhan, apakah Zia akan salah paham lagi" pikir abian sambil memandang ke arah Zia dan Zia juga sedang melirik ke arah dia.


Setelah itu Zia dan Sinta menikmati hidangan yang telah disajikan tanpa memperdulikan tatapan abian ke arahnya


"bagaimana kerja di perusahaan dan jadi pimpinan pasti menyenangkan sekali kan?" tanya Sinta


Obrolan mereka terputus ketika seorang pria datang menghampiri mereka


"hai sin kamu makan disini juga" ucap pria itu


"iya Fano,aku lagi makan siang dengan sahabat ku Zia, Zia perkenalkan ini Fano kawan baik aku di kampus" jawab Sinta

__ADS_1


"hai Fano ,aku Zia sahabatnya Sinta" sambil mengulurkan tangannya,


Fano menyambut uluran tangan Zia dan ingin mencium tangan Zia "aku Fano" jawab Fano


Abian sangat kesal dan rasanya ingin meledak,dia dengan sengaja menjatuhkan gelas sehingga perhatian Zia tertuju padanya,Zia menarik uluran tangannya sehingga Fano gagal mencium tangan Zia, "maaf aku ke toilet sebentar" ucap Zia, dia sangat kesal dengan Abian.


"kenapa dia ada dimana-mana, dan apa maksudnya dia buat keributan tadi" Zia bergelut dengan pikirannya sendiri di dalam toilet,


Zia memperbaiki make up nya dan ingin kembali ke kantor aja pikirnya,pas keluar toilet Zia berpapasan dengan bian yang juga keluar dari toilet.


Zia melihat sebentar ke arah Abian setelah itu Zia buru-buru pergi dari sana


"sayang...?" panggil Abian tapi Zia tidak memperdulikannya "sayang, tunggu" panggil Abian lagi.


Zia semakin mempercepat jalannya dan sampai ke meja zia langsung mengajak Sinta pergi dengan alasan dia telah di hubungi oleh kantor

__ADS_1


__ADS_2