
Mobil Aurel memasuki gerbang utama kediaman keluarga besarnya.Setelah Aurel memarkirkan mobilnya,Aurel keluar dari dalam mobil masuk ke dalam mansion dengan di ikuti Revan di belakangnya.
''Bi...,'' panggil Aurel pada pelayan yang bekerja di rumahnya,
Seorang Wanita paruh baya memakai daster bunga-bunga yang baru saja ke luar dari dapur berlari kecil menghampiri Nona majikannya yang berada di ruang tamu.
''Iya Non ada apa ?'' tanya Bi Tum ketika sudah ada di hadapan Aurel.
''Bawa koper itu ke kamar Saya bi ,'' suruh Aurel tidak mempedulikan tatapan Bibi Tum yang penasaran dengan sosok Pria tampan di belakangnya.
''Baik Non ,'' jawab Bi Tum sambil berlalu pergi menaiki tangga dengan membawa koper milik Aurel.
''Kau ayo ikut Aku, Aku tunjukkan di mana kamar Kamu ,'' ketus Aurel tanpa melihat Revan di belakangnya.
Aurel melangkahkan kakinya menaiki anak tangga. Revan dengan cepat mengejar langkah Aurel.
Sesampainya Aurel di depan kamar yang letaknya tidak jauh dari kamarnya,Aurel menghentikan langkahnya dan membuka pintu yang ada di hadapannya.
''Ini kamar Kamu ,'' ujar Aurel ketika sudah masuk ke dalam kamar yang akan di tempati Revan.
Revan menatap kamar yang cukup luas baginya dan tentunya nyaman.Berbeda dengan kamar yang ada di mansionnya lebih Luas di bandingkan kamar yang akan di tempatinya ini.
''Apa Kita tidak satu kamar ?'' tanya Revan menghentikan langkah Aurel yang akan meninggalkan kamar.
''Jangan bermimpi untuk bisa tidur satu ranjang denganKu ,'' jawab Aurel dingin dan segera keluar dari kamar.
__ADS_1
Revan tersenyum tipis saat mendengar jawaban dari Aurel.Ya Revan sadar Aurel masih mencintai Radit,
Mereka menikah juga karna ulah Mereka yang telah menjebak Aurel.
Sedangkan di tempat lain.
Ema,Radit,dan Hans berada di dalam satu mobil.
''Apa rencana Kita selanjutnya ?'' tanya Ema menatap Radit yang duduk di sebelahnya.
''TugasMu hasut Ayah Aurel, buat Aurel dan Pria OB itu keluar dari Mansion Mereka ,'' jawab Radit.
''Bagaimana caranya ?'' tanya Ema yang tak mengerti bagaimana caranya supaya Paman Sandro membenci Aurel.
Ema tahu itu mustahil karna Sandro sangat menyayangi putrinya itu.
Ema menatap kesal Hans yang sedang menyetir. Kalau tidak ada Radit di dalam mobil ini sudah Ema cekik Hans sekarang juga.
Mobil Radit tiba di kediaman rumah Sandro.
''Hans mau apa Kita kesini ?'' tanya Radit sambil mengerutkan keningnya ketika Mobil Hans masuk ke gerbang mansion Aurel.
''Aku ada urusan sebentar dengan Aurel ,'' jawab Hans sambil keluar dari dalam mobil.
Hans mengurungkan niatnya untuk menutup pintu dan melongok ke belakang menatap Ema dan Radit.
__ADS_1
''Kalian tidak ingin mengucapkan selamat pada Aurel dan memberi kado ?'' tanya Hans sambil tersenyum jahil kepada Ema dan Radit.
''Tidak ,'' jawab Radit dan Ema secara bersamaan,
Hans terkekeh melihat raut wajah Ema dan Radit yang kesal.
Hans pun masuk ke dalam rumah dan langsung menaiki anak tangga untuk menuju di mana kamar Aurel.Saat Hans tepat di ujung anak tangga,Hans berpapasan dengan Revan yang hanya memakai kaos berwarna putih.
''Ada apa Hans ?'' tanya Sandra yang baru ke luar dari dalam kamar dan melihat Hans yang menatap Revan penuh kebencian.
Hans tersenyum saat melihat Sandra.
''Ini Tante barang milik Aurel tertinggal ,'' jawab Hans sambil mengangkat tangannya yang membawa paperbag.
''Oh, terima kasih Hans sudah mengantarnya ,'' ucap Sandra sambil mengambil paperbag itu dari tangan Hans.
Hans tersenyum dan menatap sinis Revan yang menuruni anak tangga.
''Hans pulang ya Tante ,'' pamit Hans sambil mengambil tangan Sandra dan Ia pun mencium punggung tangan Sandra.
Sandra tersenyum dan menatap kepergian Hans.
''Siapa Ma ?'' tanya Aurel yang melihat sekilas Hans pergi.
''Itu tadi Hans, mengantarkan ini ,'' ucap Sandra sambil memberikan paperbag itu ke Aurel.
__ADS_1
Aurel menerima paperbag itu dan melihat apa isi di dalam paperbag itu.Aurel menghembuskan nafas kasar.
Aurel memang sengaja meninggalkan barang itu.Tapi kenapa Hans mengantar barang ini kembali.