
Aurel,Lusi dan Sapto tiba di depan pintu hotel yang sudah di pesan oleh tuan Harris.Setelah Sapto mengetuk pintu dan seorang Wanita membuka pintu itu dan mempersilahkan Mereka bertiga masuk.
Aurel melihat beberapa Pria dan Wanita ada di kamar itu.
''Maaf Kami terlambat ,'' ujar Sapto sambil menundukkan kepalanya kepada Pria paruh baya yang sedang duduk di sofa tunggal.
Pria paruh baya itu cuma menganggukkan kepalanya dan mempersilahkan Mereka duduk dengan gerakan tangannya.
Sapto pun duduk di dekat Pria yang kira-kira usianya masih 30 tahunan. Pria itu tersenyum saat Sapto menatapnya.
Aurel dan Lusi pun duduk di samping Wanita yang seumuran dengan dirinya.
Wanita itu tersenyum saat Aurel dan Lusi menatapnya.
Sedangkan di hotel yang sama.
Revan dan rekannya yang baru saja membuang sampah pun kembali masuk membawa troli sampah kosong dan meletakkan ke tempat semula.
''Hei kamu !'' panggil Wanita yang juga berpakaian yang sama dengannya.
Revan pun menoleh lalu melihat ke kanan dan kiri tidak ada siapa-siapa selain dirinya di tempat itu.Lalu Ia pun menatap Wanita yang membawa troli yang berisikan makanan dan minuman yang tengah di dorongnya.
''Anda memanggil Saya ?'' tanya Revan memastikan kalau Wanita yang bernama Desi di seragam OB yang telah memanggilnya.
''Iya Kamu ,'' jawab Desi menganggukkan kepalanya.
''Ada apa mbak,Ada yang bisa Saya bantu ?'' tanya Revan sambil menatap Desi seperti sedang menahan sesuatu.
__ADS_1
''Tolong Antarkan minuman ini ke kamar yang paling ujung ya ,'' pinta Desi sambil menatap penuh harap Revan dan menunjuk kamar yang ada di ujung.
''Kamar itu mbak ?'' tanya Revan memastikan sambil menunjuk kamar yang ada di ujung.
''Iya ,'' jawab Desi. ''Tolong ya ,'' ucapnya lagi.
''Iya mbak ,'' jawab Revan akhirnya yang tidak tega melihat Wanita di depannya sesekali memegangi perutnya.
Wanita itu tersenyum dan bernafas lega saat Revan mau menolongnya.
Revan mendorong troli yang berisikan minuman dan kue di mana kamar yang di tunjuk Desi tadi,
Revan menghentikan langkahnya ketika berada tepat di depan kamar yang ada di ujung.
Tok...Tok...Tok...
Revan membuka pintu kamar hotel setelah mendapat seruan suara Wanita dari dalam kamar hotel.
Revan mendorong troli berisi minuman dan kue membawanya masuk ke dalam kamar.
Aurel membulatkan matanya saat tahu siapa yang masuk ke dalam kamar hotel adalah suaminya.
Aurel menundukkan kepalanya saat pandangan Mereka tidak sengaja bertemu.
Lusi tersenyum saat Revan meletakkan minuman-minuman itu di atas meja.
''Terima kasih ,'' ucap Lusi setelah Revan meletakkan minuman itu di depan mejanya.
__ADS_1
Revan cuma menjawabnya dengan anggukan.
''Kita mulai metingnya ,'' ucap Harris sambil menatap orang-orang yang duduk di kursi sofa.
Harris menatap sekertarisnya memberi kode agar OB itu cepat menyelesaikan tugasnya.
Sekertaris Harris yang bernama Maya menganggukkan kepalanya dan berdiri menghampiri Revan yang sedang memindahkan minuman dan kue ke atas meja,sesekali melirik ke arah Aurel yang menundukkan kepalanya.
Maya pun menyuruh Revan untuk segera menyelesaikan tugasnya dan cepat segera pergi dari kamar itu.
Pemandangan Revan yang sesekali melirik Aurel tak luput dari pandangan Sapto dan Lusi.
Setelah Revan menyelesaikan tugasnya, Ia pun pamit undur diri.
''Silahkan Pak Tomi memulai duluan presentasinya ,'' ujar sekertaris Harris yang bernama Maya.
Tomi pun menganggukkan kepalanya dan beranjak dari duduknya untuk memperlihatkan hasil presentasi di hadapan Harris dan yang lainnya.
Tomi memberikan flashdisk ke tangan Maya.Maya pun memasukkan flashdisk itu dan layar lebar pun menyala.
Aurel dan Lusi saling berpandangan saat melihat pertama kali yang muncul di layar itu sama persis desain yang di buat Aurel.Dan lebih membuat Aurel dan Lusi terkejut dan membulatkan matanya saat melihat desain dan model yang di ganti.Dan lebih parah lagi letak lokasi syutingnya pun di rubah.
''Mereka mencuri ide kita Rel ,'' bisik Lusi.
''Iya Aku tahu,siapa yang berani menjual ide kita ?'' tanya Aurel sambil berbisik.
Lusi menggelengkan kepalanya,Ia pun bingung siapa yang sudah berani menjual ide yang susah payah Mereka buat.
__ADS_1