
Mobil Aurel memasuki parkiran kantor.Pak sopir segera keluar dari dalam mobil dan bergegas membuka pintu untuk Nonanya.
Aurel tersenyum menatap sekilas Pak sopir,Ia pun keluar dari dalam mobil dan melangkah masuk ke dalam kantor.
Aurel tersenyum saat rekannya yang juga baru masuk ke kantor.
''Hai pengantin baru , sudah masuk aja nih ,'' ujar Teri sambil memeluk bahu Aurel.
Aurel tersenyum kecut menanggapi perkataan Teri.
''Selamat ya Aurel, sudah menjadi Nyonya Radit ,'' ucap rekan lainnya sambil ingin menjabat tangan Aurel.
Aurel memutar bola mata malas saat temannya mengatakan itu.
''Cie..cie...mau bulan madu kemana ni Aurel ?'' tanya Teri sambil melirik rekan yang lain.
Aurel diam saja tidak menanggapi ucapan rekan-rekannya.
''Aurel........,'' pekik seorang Wanita yang baru masuk ke dalam kantor.
Aurel memutar bola mata malas saat mendengar pekikan teman satu ruangannya.
''Aurel,Aku kangen ,'' ucap temannya yang bernama Lusi sambil merangkul lengan Aurel.
''Baru juga empat hari tidak bertemu Lus ,'' ucap Teri sambil terkekeh.
__ADS_1
Lusi cuma tersenyum menanggapi ucapan dari Teri.
''Selamat ya Aurel sudah menjadi Nyonya Aurel Wiratama ,'' ucap Lusi sambil mengulurkan tangannya.
Lusi dan rekan lainnya mengerutkan keningnya saat yang membalas uluran tangan dari Lusi bukan Aurel melainkan Ema.
Ema tersenyum mengejek menatap Aurel.
''Terima kasih Lusi ,'' jawab Ema.
''Ema,kenapa Kamu menerima jabatan tangan dari Lusi ?'' tanya Teri menatap kesal Ema.
Lusi langsung segera menarik uluran tangannya dan menatap kesal Ema yang sudah lancang menerima uluran tangan darinya.
''Kau tidak tahu ya yang menikah dengan Radit kan Ema bukan Aurel ,'' jawab Nita teman Ema.
''Tanya sendiri sama teman Kamu itu ,'' suruh Ema menatap sinis Aurel.
Ema melihat Lusi membawa paperbag di tangannya yang Ia yakini itu pasti kado untuk Aurel.
''Itu pasti kado untuk Aurel dan Radit kan ? Lebih baik buat Aku aja ,'' ucap Ema sambil mengambil kado itu yang ada di tangan Lusi.
Lusi menatap sebal Ema yang dengan seenaknya mengambil kado untuk Aurel.Lusi langsung mengambil kembali kado itu dari tangan Ema.
''Enak saja ini bukan kado untuk kamu ,'' ketus Lusi menatap sebal Ema.
__ADS_1
''Kado murahan gitu aja mau di kasi untuk Radit ,'' hina Ema.
Teri ingin membuka mulutnya tapi Aurel melarangnya untuk berbicara.
''Sudah,Ayo Kita masuk ke dalam ruangan ,'' Ajak Aurel melerai perdebatan teman-temannya.
''Aurel,selamat ya , ini kado untukMu dan Radit ,'' ucap Dika sang manager sambil tersenyum dan memberikan paperbag ke hadapan Aurel.
''Dika Seharusnya Kamu memberi ucapan selamat dan kado untuk Ema ,'' cegah Nita saat Aurel ingin menerima Paperbag itu.
Dika mengerutkan keningnya saat Nita mencegahnya dan terkejut lalu Ia menatap Mereka untuk meminta penjelasan.
''Kamu pasti belum mendengar pernikahan Mereka gagal karna Aurel telah menghianati Radit ,'' jelas Nita sambil menatap Aurel sinis.
''Jangan bicara omong kosong,Aurel tidak seperti itu ,'' bela Lusi yang tidak percaya dengan ucapan Nita.
''Terserah Kamu mau percaya atau tidak,itu Memang kenyataannya ,'' ucap Ema tersenyum sinis.
''Kado kaliankan untuk Radit,otomatis ini untuk Ema ,'' ucap Nita sambil mengambil kado dari tangan Lusi dan Dika.
''Eh...itu...
''Sudah biarkan saja ,'' cegah Aurel dan mengajak pergi Lusi dan Teri masuk ke dalam lift.
Dika menatap bingung kepergian Mereka.
__ADS_1
''Apa benar Aurel tidak jadi menikah dengan Radit, padahal Mereka pasangan serasi ,'' gumam Dika masih bisa di dengar oleh Lusi dan Ema.
''