
Revan tidak sengaja mendengar percakapan antara istrinya dan temannya.Revan bergegas masuk ke dalam ruangan Rex.
Rex terkejut saat melihat Revan yang buru-buru masuk ke dalam ruangannya.
''Ada apa ? apa ada masalah ?'' tanya Rex menatap bingung pada Revan.
''Aku perlu bantuanmu ,'' ujar Revan tanpa menjawab kebingungan dari Rex.
''Bantuan apa ?'' tanya Rex bertambah bingung menatap Revan.
''Kau cari tahu Tomi ,'' perintah Revan.
Walaupun Rex bingung kenapa dirinya harus mencari tahu tentang Tomi,dia pun melakukan perintah Revan.
Rex mengambil ponselnya yang ada di atas meja,dan menelpon anak buahnya untuk mengikuti Tomi dan mencari identitas Tomi.
Sedangkan Revan menatap bangunan yang ada di sebrang lewat jendela yang ada di dalam ruangan kerja milik Rex.
Aurel,Lusi dan Sapto berjalan menuju parkiran hotel.Saat Aurel akan masuk ke dalam mobil.
''Aurel tunggu ,'' suruh Tomi menghentikan langkah Aurel yang akan masuk ke dalam mobil.
Aurel menoleh dan tersenyum sinis menatap Tomi yang sedang tersenyum ke arahnya.
''Kau tidak ingin mengucapkan selamat Aurel ?'' tanya Tomi yang ingin Aurel mengucapkan selamat.
''Hasil dari mencurinya saja bangga ,'' sindir Lusi menatap sinis Tomi.
__ADS_1
Aurel tidak mempedulikan ucapan Tomi lagi.Aurel lalu langsung masuk ke dalam mobil di ikuti oleh Lusi.
Mobil yang di tumpangi Aurel,Lusi dan Sapto meninggalkan parkiran Hotel menuju ke kantor kembali.
perjalanan menuju ke kantor tidak membutuhkan waktu lama,kurang lebih 20 menit mobil sudah memasuki parkiran kantor.
Aurel dan Lusi langsung keluar dari dalam mobil,dan langsung masuk ke dalam kantor meninggalkan Sapto di parkiran.
Saat Aurel dan Lusi tiba di lobi.
''Aurel,bagaimana hasilnya ?'' tanya Teri yang baru keluar dari dalam lift.
''Mereka mencuri ide kita ,'' jawab Lusi.
''Maksudnya ?'' tanya Teri yang tak mengerti.
Lusi menyusul Aurel yang masuk ke dalam lift,begitu pula dengan Teri.Teri mengurungkan niatnya yang akan membuat kopi dan mengikuti Aurel.
Pintu lift tertutup.
Aurel memencet tombol lift,dan lift pun membawa mereka ke lantai 55 di mana ruangan Aurel berada.
''Maksud kalian,Tomi yang dulu suka sama kamu Rel ?'' tanya Teri memastikan dugaannya.
''Hmm ,'' sahut Aurel.
''Iya dia ,'' timpal Lusi membenarkan dugaan dari Teri.
__ADS_1
Ting.
Pintu lift terbuka.
Aurel keluar dari dalam lift dan di ikuti oleh Lusi dan Teri.
Aurel memutar bola mata malas saat melihat Ema yang berjalan ke arahnya.
''Aurel bagaimana dengan metingnya, apa berhasil ?'' tanya Ema pura-pura tidak tahu kejadian di hotel.
''Tidak usah pura-pura tidak tahu Ema, Aku tahu ini rencana kamu ,'' kesal Aurel menatap jengah Ema yang pura-pura tidak tahu.
''Aku beneran tidak mengerti apa maksud kamu ?'' Ema memasang wajah sendu.
''Munafik ,'' gumam Aurel sambil melangkah melewati Ema.
Lusi dan Teri menatap malas pada Ema yang pura-pura polos dan tertindas,Lusi dan Teri pun mengejar langkah Aurel yang akan masuk ke dalam ruangannya.
Sedangkan seorang pria sedang duduk di kursi kebesarannya sedang menatap map berisikan data-data orang yang sudah mengusik orang terdekatnya.
''Apa kau yakin data ini benar milik pria itu ?'' tanya Pria yang duduk di kursi kebesarannya menatap asisten pribadinya.
''Iya,itu laporan yang di berikan anak buahku dan IT terhandal yang kita miliki .'' Lapor Asisten pribadinya.
Pria tampan itu langsung membuka map dan mulai membacanya.Pria tampan itu menyunggingkan senyum misteriusnya.
Asisten pribadinya menatap ngeri pada atasannya saat pria tampan itu tersenyum misterius.
__ADS_1