
Sapto menatap ke dua bawahannya yang sedang berbisik.Ia terus mendengar penjelasan orang yang ada di depannya dan sesekali menatap Aurel dan Lusi yang tengah di rundung kegelisahan.Sapto sesekali tersenyum saat rekan bisnis bawahannya sedang menjelaskan keunggulan produk yang terpampang di layar kaca di depan Mereka.
''Ada apa ?'' tanya Sapto berbisik.
Aurel terkejut saat mendengar Sapto berbisik dan tubuh Mereka berdekatan.
''Aurel,apa semua baik-baik saja ?'' tanya Sapto lagi.
''Tidak ada yang baik-baik saja pak ,'' jawab Aurel dengan berbisik.
Sapto mengerutkan keningnya dengan jawaban Aurel.
''Apa maksud Kamu Aurel ?'' tanya Sapto berbisik sesekali tersenyum saat Tuan Harris menatapnya.
''Produk yang sedang Mereka persentasikan sama persis dengan produk yang akan kita persentasikan pak .'' Jawab Aurel menatap layar yang ada di depannya.
''Apa....!'' teriak Sapto terkejut dan reflek semua yang ada di ruangan itu menatap ke arah di mana Sapto,Aurel dan Lusi duduk.
Sedangkan Tomi menghentikan penjelasannya tentang produk yang ada di layar dan tersenyum senang saat melihat wajah Sapto berubah pias.
''Ada apa Tuan Sapto ?'' tanya Harris sambil menatap Sapto.
''Tidak apa-apa Tuan ,'' jawab Sapto pura-pura tenang.
Tuan Harris pun menganggukkan kepalanya dan mempersilahkan Tomi untuk melanjutkan persentasi itu kembali.
__ADS_1
''Bagaimana ini Aurel ?'' tanya Sapto.
''Kita tidak mungkin pulang dengan tangan kosong .'' lanjut Sapto.
Aurel dan Lusi saling menatap.Mereka bingung,tidak mungkin Mereka merubah proposal yang Mereka buat dalam waktu singkat.
Sedangkan di tempat lain di salah satu ruangan general manager.
Ema dan Hans sedang merayakan keberhasilan Mereka yang telah membuat kacau persentasi Aurel.
''Aku yakin Mereka tidak akan berhasil mendapatkan proyek ini ,'' ucap Ema sambil meminum coklat hangat yang ada di tangannya.
''Ya...Ya...Kau memang terhebat Ema .'' Puji Hans sambil mengangkat gelas berisi kopi di tangannya.
''Ya...ya...,tentu saja .'' jawab Hans tersenyum.
''Kemarilah...,'' suruh Hans sambil menepuk pahanya.
Ema beranjak dari duduknya dan melangkah mendekati Hans yang sedang duduk di kursi kebesarannya. Ema langsung duduk di pangkuan Hans dan langsung mencium bibir Hans dengan lembut.
Hans menyudahi ciumannya.Ema mengalungkan tangan nya ke leher Hans.
''Bagaimana dengan suamiMu ? apakah dia lebih liar dariKu ?'' tanya Hans sambil membelai pipi Ema.
''Radit payah ,'' jawab Ema.
__ADS_1
''Apa maksud Kamu ?'' tanya Hans yang tak mengerti.
''Dia tidak seliar dirimu ,Aku belum puas dia sudah loyo duluan .'' Jawab Ema sambil mencibir suaminya.
''Aku yang akan memuaskanMu sayang,'' jawab Hans sambil meremas buah kenyal yang ada di depan wajahnya.
Ema buru-buru berdiri dan kembali duduk di sofa saat ruangan Hans ada yang mengetuk dari luar.
''Masuk ,'' suruh Hans mempersilahkan orang yang di luar untuk masuk.
Ema dan Hans terkejut saat tahu siapa yang masuk ke ruangan Hans.
''Hans Ak......,'' ucapan Wanita itu terputus saat melihat Ema yang ada di ruangan itu.
''Kakak ipar .'' Sapa Ema tersenyum menatap istri Hans yang bernama Mela.
Mela pun tersenyum saat melihat Ema yang duduk di sofa tanpa curiga.
''Hans,Aku bawakan makan siang untukMu .'' Ucap Ema sambil meletakkan kotak makan siang di atas meja di depan Ema.
Hans pun beranjak dari duduknya dan menghampiri Mela dan Ema yang duduk di sofa.Hans duduk di samping Mela dan menciumnya.
Mela tersenyum saat mendapat ciuman dari bibir Hans di pipinya.
Sedangkan Ema menatap tajam Hans yang tersenyum menatapnya. Sedangkan tangan kiri Hans mengusap bahu Ema tanpa sepengetahuan Mela.
__ADS_1