
Tiba-tiba ada seseorang yang membuka pintu ruangan Rex.Revan buru-buru berdiri dari duduknya dan pura-pura membersihkan meja yang ada di hadapannya.Sedangkan Rex pura-pura membaca dokumen yang di lempar Revan tadi dengan berdiri.
Rex pun melirik siapa yang dengan seenaknya masuk ke dalam ruangannya.
''Maaf Pak,Saya mengganggu waktu Anda ,'' ujar Pegawai hotel Wanita sambil menunduk takut.
''Ada apa ?'' tanya Rex dingin.
''Ada yang ingin bertemu dengan bapak ,'' ujar Wanita itu memberitahu niatnya masuk keruangan Rex.
''Siapa ?'' tanya Rex tanpa mengalihkan perhatiannya pada dokumen yang pura-pura Ia lihat.
''Saya tidak tahu Pak ,'' jawab Wanita itu sambil menundukkan kepalanya tidak berani menatap Rex.
''Suruh Dia masuk ,'' ujar Rex akhirnya setelah berpikir.
Wanita itu membungkuk hormat dan Dia pamit undur diri untuk memanggil tamu yang ingin bertemu dengan Rex.Wanita itu melirik sekilas Revan yang cuma mengelap meja di situ-situ saja.
''Apa lagi ?'' tanya Rex yang melihat Wanita itu diam berdiri di depan pintu.
''Maaf Pak ,'' jawab Wanita itu sambil berlalu pergi meninggalkan ruangan Rex.
Rex menatap kesal Revan yang menahan tawanya.Rex pun ingin melempar dokumen yang ada di tangannya ke arah Revan.
''Mau apa ?'' tanya Revan menatap tajam Rex.
__ADS_1
Nyali Rex menciut kala mendapat tatapan tajam dari Revan.
''Ini,Aku cuma mau meletakkan dokumen ini di atas meja ,'' jawab Rex sambil tersenyum dan meletakkan dokumen itu di atas meja.
Tidak lama kemudian Wanita itu kembali lagi dengan seorang Gadis masuk ke dalam ruangan Rex.
Rex mengerutkan keningnya saat melihat Gadis itu.Ia pun bertanya-tanya siapa Gadis yang ada di hadapannya itu. Rex menatap Revan dan ingin bertanya dengan sorot matanya.
Sedangkan Revan mengendikkan bahunya tidak kenal dengan Gadis itu.
Rex mengibaskan tangannya pada pegawai Wanita yang membawa masuk Gadis itu untuk menyuruhnya keluar.
Wanita itu membungkuk hormat dan keluar dari ruangan Rex,meninggalkan Rex,Revan dan Gadis yang belum pernah di temui Rex.
''Silakan duduk ,'' suruh Rex pada Gadis yang berdiri di depannya.
''Anggap saja Dia tak ada ,'' ucap Rex yang mengerti Gadis itu tak nyaman dengan keberadaan Revan.
''Sialan ,'' umpat Revan dalam hati sambil menatap tajam Rex.
Rex tidak mempedulikan tatapan tajam dari Revan.Ia ingin memainkan perannya sebagai bos yang berwibawa di hadapan orang lain.
Gadis itu menatap Rex dan mulai memperkenalkan namanya dan apa tujuannya datang kemari.
Rex tidak memperhatikan dan mendengarkan Gadis yang yang di depannya berbicara.Ia sedang menyusun rencana jahat untuk mengerjai Bos yang sedang berperan menjadi OB.Dan Ia pun ingin menikmati perannya yang berpura-pura menjadi Bos.Ia terkekeh geli saat terlintas ide jahil di dalam otaknya.
__ADS_1
Gadis yang duduk di depannya menatap penasaran pada Rex yang tiba-tiba tersenyum.
''Tuan,apa Anda baik-baik saja ?'' tanya Gadis itu menyadarkan lamunan Rex.
Rex menganggukkan kepalanya.
''Mau minum apa Nona ?'' tanya Rex menatap Gadis yang belum di ketahui namanya.
Karena Rex tidak mendengar Gadis itu menyebutkan namanya.
''Terserah Tuan saja ,'' jawab Gadis itu tersenyum manis pada Rex.
''Pembalasan di mulai Revan ,'' gumam Rex dalam hati sambil terkekeh geli membayangkan Revan membuat minuman.
''Hai OB ,'' panggil Rex menatap Revan yang sedang berdiri di depan meja dan cuma mengelus-elus meja yang sudah bersih.
''Iya Tuan ,'' jawab Revan sambil menatap Rex yang tersenyum tipis di bibirnya.
Revan menatap horor senyuman Rex.
''Buatkan teh hangat untuk Nona ini ,'' suruh Rex sambil tersenyum menatap Gadis yang ada di hadapannya.
Revan tercengang dengan permintaan Rex.Walaupun Ia bingung Ia tetap menjalankan perannya sebagai OB.
''Sialan awas Kau Rex ,'' ucap Revan dalam hati sambil menatap Rex dengan kesal.
__ADS_1
Revan pun keluar dari ruangan Rex menuju di mana dapur hotel berada.Ia yang kesal pun melupakan keberadaan dapur yang ada di dalam ruangannya.
Rex tertawa puas di dalam hati yang melihat Revan keluar dari ruangannya dengan menahan kekesalannya.