TERNYATA SUAMIkU KAYA

TERNYATA SUAMIkU KAYA
bab 22. mengalah


__ADS_3

Semua yang ada di ruangan itu bertepuk tangan saat Tomi menyudahi presentasinya.


Tomi pun membungkukkan badannya di hadapan Tuan Harris dan yang lainnya. Setelah itu Ia tersenyum tipis saat menatap Sapto yang terlihat gusar di wajahnya.Tomi pun kembali duduk setelah melirik sekilas Aurel yang duduk di samping Sapto.


''Nona Aurel sekarang giliran Anda untuk mengenalkan produk yang ingin kalian promosikan ,'' Maya mempersilahkan Aurel untuk maju ke depan.


Aurel berdiri dari duduknya dan akan menjawab dengan jujur.


''Maaf , produk yang ingin saya tunjukkan sama persis dengan produk Tuan Tomi .'' Jawab Aurel sambil menatap produk yang masih terpampang di layar besar yang ada di sampingnya.


Tomi pura-pura terkejut dengan pernyataan Aurel yang menyatakan produknya sama.


''Apa maksud kamu Aurel ?'' tanya Tomi pura-pura terkejut.


Aurel menatap Tomi yang berdiri di dekat Tuan Harris.Ia tersenyum tipis saat melihat Tomi yang pura-pura terkejut.


''Apa kamu menuduhku,Aku yang telah mencuri produk milikmu ?'' Lanjut Tomi saat melihat Aurel terlihat santai dan tersenyum ke arahnya.


''Tidak usah marah begitu pak Tomi,saya tidak ada niatan untuk menuduh pak Tomi .'' Aurel menatap Tomi yang terlihat kesal menatapnya.


''Maaf kalau anda merasa tersinggung atas ucapan saya ,'' lanjutnya lagi sambil kembali duduk di bangku yang ada di belakangnya.


Harris memberi kode kepada Tomi untuk tenang jangan terbawa emosi.

__ADS_1


Tomi menatap kesal Aurel yang masih terlihat santai.Dan akhirnya Ia pun duduk setelah menatap Tuan Harris.


Harris pun berbisik kepada Maya sekertarisnya.


Maya pun menganggukkan kepalanya.


''Baik Nona Aurel,karna produk yang akan di tampilkan oleh Nona Aurel sama persis seperti milik Tuan Tomi,maaf kami tidak bisa menerimanya .'' Ungkap Maya.


Aurel dan Lusi terkejut dengan apa yang di ungkapkan oleh Maya.


''Tidak bisa begitu Tuan Harris,pasti mereka yang sudah mencuri ide dari kami .'' Lusi berdiri dari duduknya sambil menunjuk Tomi dan rekan yang lainnya.


Tomi menggelengkan kepalanya saat Lusi menunjuk dirinya.Ia pun terkekeh saat Lusi menuduhnya.


''Saya memang tidak ada bukti,tapi saya yakin itu produk yang susah payah kami buat .'' jawab Lusi.


''Lusi sudah jangan buat keributan ,'' Aurel berusaha menenangkan Lusi.


''Maaf Nona Lusi,saya tidak tahu siapa yang telah membuat produk ini ,'' Tuan Harris menjeda ucapannya.


''Dengan terpaksa proyek kerja sama ini saya serahkan kepada perusahaan Tuan Tomi ,''lanjut Tuan Harris meneruskan ucapannya.


Tomi tersenyum senang saat proyek kerja sama itu berhasil Ia dapatkan.

__ADS_1


Sapto,Aurel dan Lusi terkejut dengan apa yang Tuan Harris ucapkan.


Aurel mencegah Lusi untuk berdiri dan membuka suaranya.


Aurel berdiri dari duduknya dan menatap tajam pada Tomi yang sedang tersenyum tipis ke arahnya.


''Saya akan pastikan,saya pasti bisa menemukan bukti kalau anda yang sudah mencuri ide saya .'' ucap Aurel sambil berlalu pergi dari tempat orang-orang yang menurutnya munafik.


Lusi menyusul Aurel yang sudah meninggalkan ruangan di susul oleh Sapto yang juga keluar dengan rasa malu.


Sesampainya mereka di luar.


''Aurel tunggu ,'' suruh Sapto menghentikan langkah Aurel di depan pintu lift.


Aurel menghentikan langkahnya,dan meredam emosinya yang sudah membuncah sejak tadi.


Aurel pun berbalik menatap Sapto dan Lusi yang tadi ada di belakangnya.


''Apa kau yakin Tomi sudah mencuri ide dari kalian berdua ?'' tanya Sapto.


''Saya yakin Pak,pasti Tomi sudah mencuri ide dari saya .'' Jawab Lusi menatap Sapto yang ada di sebelahnya.


''Saya pastikan akan mendapatkan bukti itu ,'' janji Aurel dan tidak sengaja melihat Revan tidak jauh dari tempat mereka berada.

__ADS_1


__ADS_2