TERNYATA SUAMIkU KAYA

TERNYATA SUAMIkU KAYA
bab 18. Masih Bos dan Bawahan.


__ADS_3

Revan dengan kesal masuk ke dalam pantri.Revan mengambil cangkir.


''Teh dan gulanya takarannya seberapa ya ,'' gumam Revan sambil menatap teh dan gula secara bergantian.


Revan pun dengan asal memasukkan teh dan gula ke dalam cangkir dan menyiram teh itu dengan air panas.


''Sedang apa Kau Revan ?'' tanya Mirna yang juga berpakaian OB.


Revan diam cuma menunjuk secangkir teh yang sedang Ia aduk di atas meja.


''Kan di ruangan Pak Rex juga ada dapurnya ,'' ujar Mirna mengingatkan Revan sambil mengambil cangkir yang ada di lemari.


''Sial,kenapa sampai Aku melupakannya ,'' umpat Revan dalam hati.


Revan pun cuma menanggapi dengan tersenyum dan Ia pun keluar dari pantri menuju ruangan Rex dengan membawa satu cangkir teh di tangannya.Revan membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan Rex dan meletakkan satu cangkir teh di atas meja untuk tamu Rex.


''Kok cuma buat satu ?'' tanya Wanita itu.


Rex menelan salivanya susah saat mendapat tatapan tajam dari Revan.


''Tidak Papa Saya belum haus ,'' jawab Rex sambil tersenyum menatap Wanita itu.

__ADS_1


Wanita itu kembali menatap Revan yang berdiri di dekat meja kerja Rex.


''Maaf,nama Anda siapa ?'' tanya Rex sambil menatap Wanita itu.


''Perkenalkan nama Saya Jani,Saya putri pemilik Angkasa Grup ,'' jawab Wanita itu yang bernama Jani sambil tersenyum.


''Maksud kedatangan Nona Jani ada apa ?'' tanya Rex yang penasaran.


Jani sebelum menjawab maksud kedatangannya Ia menatap Revan yang berdiri tidak jauh dari Mereka sambil mengelap meja yang menurut Jani sudah bersih.


''Bisakah OB itu Anda suruh keluar ,'' ujar Jani sambil menatap Rex.


''Van,Kau bisa keluar dan kerjakan tugasMu yang lain ,'' suruh Rex tidak berani menatap Revan yang sudah menatapnya tajam.


Brug.


Revan tidak sengaja menabrak seorang Pria yang baru keluar dari dalam lift.


''Maaf Saya tidak sengaja ,'' ujar Revan sambil berjongkok mengambil kertas-kertas yang jatuh di lantai.


''Tidak apa-apa ,'' jawab Pria itu sambil mengambil berkas-berkas yang Ia bawa jatuh di lantai.

__ADS_1


Revan tidak sengaja melihat berkas yang di bawa oleh Pria itu ada kaitannya dengan Perusahaan Istrinya.


''Maaf Mas,kertas itu ,'' ucap Pria itu ingin mengambil kertas yang ada di tangan Revan.


Revan pun menyerahkan kertas yang di pegangnya ke tangan Pria itu.Setelah Pria itu menerima kertas itu,Pria itu pun berlalu pergi meninggalkan Revan yang menatapnya.


Sedangkan di tempat lain.


Di salah satu Cafe yang tidak jauh dari kantor tempat kerja Aurel.Aurel,Teri dan Lusi sedang menyantap makan siang Mereka.


''Rel lihat, bukankah itu Ema dan Radit ,'' ucap Teri sambil menunjuk Ema dan Radit yang baru masuk ke dalam cafe.


Aurel dan Lusi melihat arah tunjuk Teri. Aurel dan Lusi melihat Ema dan Radit saling bergandengan tangan dan Ema menyandarkan kepalanya di bahu Radit.


''Mau kemana ?'' tanya Aurel sambil memegang tangan Teri yang ingin beranjak dari duduknya.


''Aku ingin melabrak Mereka berdua ,'' ucap Teri dengan wajah yang menahan amarah.


''Sudah biarkan saja ,'' suruh Aurel.


Teri akhirnya kembali duduk sambil menatap tajam kedua orang yang sedang bermesraan di dalam cafe itu.

__ADS_1


''Ingin rasanya Gue siram pake jus yang Gue minum ke dua penghianat itu ,'' geram Lusi yang melihat kemesraan Ema dan Radit.


__ADS_2