TERNYATA SUAMIkU KAYA

TERNYATA SUAMIkU KAYA
bab 27.


__ADS_3

Revan masuk ke dalam ruang bawah tanah di mana para penjudi sedang duduk di depan meja bundar.Revan melangkah dan mendekati meja yang tidak jauh dari tempatnya berdiri.Revan dengan cekatan meletakkan gelas-gelas kosong di atas meja dan mulai menuang anggur di dalam gelas.


Revan melirik para pria yang sedang bermain kartu.Dan tidak sengaja melihat salah satu dari mereka akan berbuat curang dengan mengganti kartu yang di bawa oleh anak buahnya.


Pria itu mendengus kesal saat melihat Revan menabrak anak buahnya yang akan menukarkannya kartu.


''Maaf Saya tidak sengaja ,'' ucap Revan sambil mengatupkan tangannya di depan dada,


''Pergilah ,'' suruh Pria itu sambil mengibaskan tangan nya untuk menyuruh Revan segera pergi.


Pria itu harus merelakan uangnya yang di ambil oleh lawan mainnya karna dia kalah.


Revan berlalu pergi dan menuju ke meja yang lainnya saat seseorang memanggil nya.


''Ada apa Tuan,ada yang bisa Saya bantu ?'' tanya Revan dengan sopan.


''Kau bisa memainkan kartu ini untuk Ku ?'' tanya Pria berbadan gemuk sambil menyerahkan kartu-kartu itu ke hadapan Revan.


''Tapi Tuan ,'' Revan ingin menolak,tapi Ia urungkan niatnya saat melihat Pria berambut pirang dan seorang pria yang di yakininya adalah tangan kanannya masuk ke dalam ruang bawah tanah dan duduk memunggunginya.


''Baik Tuan,akan Saya mainkan .'' Jawab Revan.

__ADS_1


Pria berbadan gemuk tersenyum senang saat melihat pelayan itu mau bermain untuknya.


''Aku yakin kau pasti menang ,'' ujar pria berbadan gemuk sambil menggeser duduknya agar Revan bisa duduk di tempatnya.


Samar-samar Revan mendengar pria berambut pirang itu bernama Jacob.


''Ayo anak muda kau mulai permainan Mu ,'' ujar Pria yang ada di depan Revan sambil mengintip kartu miliknya.


Revan langsung melempar kartu miliknya di atas meja.


Sedangkan Beni mencari keberadaan Revan saat mendengar Revan belum kembali dari ruang bawah tanah.Beni dengan langkah lebar dan di temani oleh pengawal pribadinya melangkah masuk ke ruang bawah tanah.Beni berharap Revan tidak membuat ulah di dalam sana.


Sesampainya Beni di ruang bawah tanah,Ia menatap sekeliling ruangan untuk mencari keberadaan Revan.


Pria berbadan gemuk itu tersenyum senang saat Revan mengalahkan Pria-pria yang menantangnya.


Revan melirik sekilas Pria yang ada di belakangnya.


''Maaf Tuan,Tugas Saya sudah selesai, Saya harus segera kembali bekerja .'' Pamit Revan sambil membungkukkan badannya di hadapan Para pria yang sudah di kalahkannya.


''Terima kasih,ini bagian Kamu .'' Pria berbadan gemuk menyerahkan beberapa lembar uang kertas ke hadapan Revan sebagai imbalannya.

__ADS_1


Tanpa malu-malu Revan mengambil uang kertas itu dan memasukkan ke dalam dompetnya.


Revan pun berlalu pergi dari hadapan Pria berbadan gemuk itu dan akan melangkah keluar dari ruang bawah tanah.Revan tersenyum tipis saat melihat Beni berdiri di depan pintu masuk ruang bawah tanah.


''Tuan Beni,kenapa sampai repot-repot datang kemari ?'' tanya Revan sambil terkekeh.


Beni menatap tajam Revan.


''Siapa yang menyuruhMu datang kemari?'' tanya Beni .


''Maaf Tuan,Saya yang meminta Revan untuk menggantikan Saya mengantar minuman ini ke ruang bawah tanah karna tiba-tiba perut Saya sakit Tuan .'' potong cepat Dino menjelaskan sambil menundukkan kepalanya.


Dino yang melihat Beni mencari Revan sampai ke ruang bawah tanah,mengejar langkah Beni dan ke dua pengawal yang sudah tiba di ruang bawah tanah.


''Kenapa harus Dia ?'' tanya Dino sambil menatap tajam Dino.


''Karna yang tidak sibuk hanyalah Dia ,'' jawab Dino.


''Sudah lah Tuan,lagi pula hitung-hitung buat pekerjaan pertama Saya .'' Lerai Revan ketika Beni akan membuka suaranya.


Beni menatap ke seluruh ruangan yang baik-baik saja.

__ADS_1


''Sepertinya anak ini tidak membuat keributan ,'' Batin Beni sambil melirik setiap sudut ruangan.


__ADS_2