
Setelah jam makan siang.Aurel,Teri dan Lusi kembali ke kantor.
''Lus,Kamu jadi ikut kan meting ke hotel Anderson ?'' tanya Teri memastikan.
''Ya ,'' jawab Lusi.
Aurel,Lusi dan Teri tiba di lobi kantor. Sesekali Mereka bertiga bercerita dan tertawa sampai di depan pintu lift.
''Aurel,Lusi ,'' panggil Pak Sapto yang juga baru masuk ke dalam kantor setelah makan siang.
Aurel dan Lusi menghentikan langkahnya dan membalik badan Mereka untuk menatap Pak Sapto.
Sedangkan Teri sudah masuk ke dalam lift untuk menuju ke lantai 18 di mana ruangannya berada.
''Iya Pak, ada apa ?'' tanya Aurel setelah menjawab panggilan dari Pak Sapto.
''Kita berangkat sekarang ke hotel Anderson nya ,'' ucap Pak Sapto memberitahu Aurel dan Lusi.
''Baik Pak,tunggu sebentar Kami harus mengambil berkas-berkas di ruangan Aurel ,'' jawab Lusi.
''Baik,Saya tunggu di parkiran .'' Sapto pun langsung keluar dari kantor dan menunggu Lusi dan Aurel di parkiran.
Aurel dan Lusi buru-buru ke ruangannya untuk mengambil tas dan berkas-berkas penting yang akan di bawa ke hotel Anderson.
Setelah Aurel dan Lusi mengambil berkas dan tas Mereka pun berlari keluar dari ruangan Aurel.
''Aurel,Lusi semangat .'' ucap Teri sambil mengacungkan jempolnya untuk menyemangati kedua sahabatnya.
Aurel dan Lusi cuma tersenyum menatap Teri.
__ADS_1
Aurel dan Lusi buru-buru keluar dari dalam kantor dan menuju di mana mobil Pak Sapto sedang menunggu mereka.
''Maaf pak,lama menunggu .'' Ucap Aurel meminta maaf,
''Cepat masuk ,'' suruh Pak Sapto.
Aurel dan Lusi pun duduk di kursi penumpang.
''Aurel pindah ke depan ,'' suruh Sapto sambil menatap Aurel yang ada di belakang.
''Baik Pak ,'' jawab Aurel terpaksa.
Sebenarnya Aurel tidak nyaman duduk di dekat Sapto.Aurel tahu Sapto menyukainya sejak dia menjalin hubungan dengan Radit.
Mobil pun melaju membelah jalanan menuju hotel Anderson.
Selama di perjalanan Aurel hanya diam saja.Sesekali menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh Sapto.
Sesampainya mobil yang di kendarai Sapto berhenti di parkiran hotel Anderson.
Aurel menghembuskan nafas panjang menatap bangunan yang ada di hadapannya.
''Aurel...,'' panggil Lusi sambil menepuk bahu Aurel.
Aurel menoleh dan tersenyum menatap Lusi yang menatapnya.
''Ayo Kita turun ,'' ajak Aurel sambil membuka pintu mobil.
Aurel pun turun dari dalam mobil dan di ikuti Lusi di belakangnya.
__ADS_1
''Ayo Kita sudah di tunggu di dalam ,'' ajak Sapto sambil meninggalkan parkiran.
Aurel dan Lusi mengekor di belakang Sapto.
Mereka pun masuk ke lobi hotel.
''Kalian tunggu di sini ,'' suruh Sapto.
Aurel dan Lusi pun menganggukkan kepala Mereka.
Sapto pun menghampiri resepsionis dan bertanya di mana kamar atas nama Tuan Harris.Sapto pun menghampiri Aurel dan Lusi setelah tahu di mana kamar Tuan Harris yang akan di jadikan Meting.
''Ayo ,'' ajak Sapto.
Aurel dan Lusi mengekor di belakang Sapto yang menuju di mana lift berada.
Aurel menundukkan kepalanya dan pura-pura tidak melihat Revan yang membawa troli sampah.
Sedangkan Revan yang melihat Aurel masuk ke dalam lift menatap pintu lift itu yang tertutup.
''Hai,apa yang Kau lihat ,'' tegur rekannya yang juga membawa troli sampah saat melihat Revan diam berdiri di dekat pintu lift.
''Tidak ada ,'' jawab Revan sambil melanjutkan langkahnya keluar dari gedung hotel.
Sedangkan di dalam lift.
''Kau mengenal OB tadi Aurel ?'' tanya Lusi yang melihat Aurel menundukkan kepalanya dan melihat OB itu melihat Aurel.
''Aku tidak mengenalnya ,'' jawab Aurel pura-pura tidak mengenal Revan.
__ADS_1
''Tampan sih,tapi sayang dia OB .'' Gumam Lusi yang masih bisa di dengar Aurel dan Sapto.
Aurel tertegun mendengar gumaman dari Lusi.