Terpaksa Menikah!

Terpaksa Menikah!
Menikah


__ADS_3

Hari yang ditunggu-tunggu pun akhirnya tiba, setelah Bagas mengikrarkan janji suci pada Kesyi akhirnya ke dua orang itu sudah sah menjadi pasangan muda.


Setelah selesai ijab kabul, mereka pun berdiri. di depan kursi pelaminan, menyambut dan menyalami para tamu undangan yang hadir ke pesta pernikahan mereka, yah meski tak banyak yang datang karena hanya keluarga dan kerabat dekatlah yang diundang, tetapi tetap saja melelahkan jika berdiri terlalu lama


Kaki radanya sudah pegal sekali, seharian ini Kesyi berdiri dengan senyum palsunya hanya untuk menyambut tamu undangan yang semuanya berasal dari kalangan atas, kalian pasti tahu bukan, hampir semuanya tamu undangan dari keluarga Bagas.


Hati Kesyi rasanya seperti tersayat sebilah pisau yang menggores luka di hatinya. Bagaimana bisa ia menikah tanpa hadirnya ibu dan restu darinya. Rasanya Kesyi malu. jika nanti harus bertemu sang ibu.


"Heh cewe udik, bisa gak sih lo senyum yang bener, biar enggak kelihatan cemberut gitu, akting lo jelek banget sih, padahal cuman segitu doang, masa enggak bisa?" Bagas melirik ke arah Kesyi sembari menyiku tangan wanita itu.


"Apaan sih Gas, terserah aku lah, mau aku cemberut kek mau aku ketawa kayak orang gila kek, terserah aku lagian siapa kamu?" Kesyi sangat kesal dengan ucapan Bagas uang menurutnya sudah keterlaluan.


"Eh lo lupa yah? Gue Bagas Anjar Leksmana alias suami sah lo, camkan tuh di otak kecil lo, yah meski gue juga terpaksa sih nikah sama lo, tapi yah mau gimana lagi, gue juga harus bertanggung jawab," ucap Bagas sambil mengendikkan kedua bahunya.


Rasanya Kesyi ingin sekali memukul Bagas jika sedang tidak di depan keramain orang seperti ini. Tangannya sudah mengepal, tapi tak bisa ia layangkan sekalipun.


"Heh senyum dong biar kelihatan cantik dikit, cemberut mulu, mending cantik, lah ini? Ganggu image baik gue aja." Bukan Bagas namanya kalau tidak bisa membuat kesal Kesyi.


Kesyi kembali memulai senyum palsunya lagi ketika teman-temannya Bagas naik ke atas altar pelaminan. Saat sedang bersalaman tiba-tiba terlintas sosok Fani, sahabat yang paling dekat dengan Kesyi


Sumpah jika Kesyi diberi kebebasan, mungkin sekarang ini ia sudah turun dari pelaminan dan mencari sosok sahabnya. Air matanya jatuh, di mana Fani?


"Eh Gas istri lo nangis tuh, belum juga sehari kawin, udah lo bikin mewek aja tuh anak orang, " ucap Ilham dan dengan cepat Kesyi langsung mengelap air matanya dengan tissu yang sudah ia persiapkan.


Bagas menginjak kaki Kesyi sembari melotot. "Bikin malu aja, kalau mau nangis jangan di sini lah, ngerusak image baik gue aja," tegas Bagas.


"Argghh! Ingin sekali aku menonjok wajah songong bagas, apa dia bilang tadi? Aku ngrusak image baik dia? Image apa coba? Image baik ndasmu!" batin Kesyi rasanya ia ingin sekali balik menginjak Kaki Bagas. Namun, ia urungkan niatnya dan meresponnya dengan diam dan tatapan tajam.


"Selamat ya bro, enttar malem siap tempur nih," ucap Virgo.


Bagas menyengir khas kuda sembari melihat Kesyi, tapi wanita itu melotot ke arah Bagas membuat laki-laki itu mengalihkan pandangannya dan menggaruk tengkuknya.

__ADS_1


"Thanks bro," ucap Bagas kurang bersemangat.


"Congratulation Gas, gue gak nyangka selera lo serendah ini, cih!" Damar diam sebentar kaki melanjutkan ucapanya. "Walaupun gue lagi setengah sadar gue gak bakal nidurin cewek antik alias kuno kayak dia gini, tapi intinya enjoy your wedding bro."


Bagas mengangguk menanggapi ucapan sahabatnya yang sebenarnya sangat keterlaluan, jahat sekali dia bisa-bisanya meledek di depan orangnya? Enggak punya hati mungkin yah.


Huftt! Kesyi kali ini benar-benae kesal rasannya saat mendengar ucapan Damar. Laki-laki itu memang hobby ngrendahin orang makanya Kesyi bingung kenapa Fani sebelum suka sama Virgo pernah ngegebet laki-laki macam Damar sih? Dih najong!


Satu persatu teman Bagas turun, karena lelah Kesyi pun segera melepas topeng palsunya. Ia kembali termenung.


Ia mengedarkan pandangannya, matanya berbinar saat melihat wanita cantik yang sedang berdiri di depan pintu, dengan segera Kesyi berdiri dari atas pelaminan, lalu berlari ke arah Fani ia tak peduli dan tak menghiraukan orang yang menatapnya.


Ia terus berlari bahkan sampai menghiraukan gaun panjangnya. Hampir saja Kesyi hampir tersandung, tapi untungnya dengan sigap Bagas menangkapnya.


"Elo **** apa enggak punya otak? Lari-larian pake gaun gini?" tanya Bagas kesal lalu melepaskan tangannya dari pinggang Kesyi.


Wanita itu tidak memperdulikan ucapan Bagas, ia langsung tersenyum sembari memeluk wanita di hadapannya yang sangat cantik mengenakan dress pink.


Fani? Dia fani sahabat Kesyi.


"Kesyi udah dong, masa pengantin yang harusnya senyum dan bahagia malah nangis kejer kaya bocah gini, inget Kes, bayi lo juga bisa-bisa jadi ikutan nangis. Cup cup cup jangan nangis ya!" ucap fani sembari menenangkan Kesyi dan membawanya kembali ke atas pelaminan.


"Gas, gue nitip sahabat gue ya, jaga dia baik-baik, jangan buat air mata dia jatuh walau satu tetes pun, gue gak perduli sehebat apapun lo, tapi gue akan jadi orang pertama yang bakal ngadepin lo, kalau terjadi apa-apa sama sahabat gue," ancam fani di depan bagas, jadi ini yah yang dinamakan the power of best firend?


Bagas mendengus kesal. "Ck! Suka-suka gue lah, mau ngapain dia juga," ucap Bagas dengan nada datarnya.


"Ck!" Fani berdecak sebal mendengar jawaban dari Bagas yang mengesalkan.


"Pada ngapain sih? Kita foto bareng yuk!" ajak Ilham agar perdebatan antara Bagas dan fani berhenti.


Mereka segera membuat barisan untuk berfoto, Kesyi dan bagas berada di tengah dan yang lainnya berdiri di samping kedua mempelai.

__ADS_1


"Kes, gue diri di sinii ya!" ucap Fani sembari berdiri di dekat Virgo. Dasar modus, cari kesempatan dalam kesempitan.


"Eh-eh geser dong yag sebelah kiri!" ucap Ilham yg ngebuat yang lainnya pada geser.


"Adududu ... sakit nih lo injek," ucap Virgo, yang kakinya tak sengaja terinjak hils Fani.


"Ups! Sori, gak sengaja".


"Aelah, sakit nih! lo harus tanggung jawab!" ucap Virgo, kelihatan bangett muka pura-puranya.


"Ah cuma ke injek gitu doang, toh masih bisa jalan kan lo?"


"Bisa! kapan nih mau jalan, gue punya banyak waktu free kok," ucap virgo lagi.


Akhirnya sinyal Fani dapat tembus ke Virgo.


"Idiw, najong lo, dasar playboy cap kaki tiga," cerocos fani berpura-pura sok jual mahal.


"Emng lo kira gue larutan cap kaki 3 apa?" ucap Virgo tak terima, lalu ia mencengkram pergelangan tangan fany.


"Go, cepetan kali, udah gini, lo masih bercanda ck!"ucap damar kesal sendiri.


" Yaelah, bilang aja lo cemburu mantan gebetan lo gue embat," jawab Virgo sembari tertawa.


"Udah-udah kapan selesainya kalau gitu?" ucap Ilham membuat semuanya terdiam, yah memang ia yang paling dewasa di antara tema-temannya.


"Yaudah."


"Satu, dua, tiga, dan cekrek!"


Ah akhirnya mereka bisa foto juga, yah tapi kaya gimana gitu.

__ADS_1


***


Bersambung.


__ADS_2