
"Jadi gimana, ikut gak?" tanya Fani sekali lagi.
"Oh oke deh, aku ikut!" jawab Kesyi Anjani.
Setelah menyetujui ajakan Fani, Kesyi langsung berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya yang terasa begitu lengket, dan juga ada sedikit bau-bau keringat menempel di tubuhnya.
Setelah beberapa menit di dalam kamar mandi, akhirnya Kesyi pun keluar dengan keadaan yang berbeda sebelum masuk ke kamar mandi. Benar kata-kata orang, kamar mandi adalah ruangan pengubah manusia, karena awalnya sebelum mereka masuk akan terlihat kotor, dekil, kumel, bau. Namun, setelah keluar seperti terlahir kembali badan bersih dan wangi tapi, apanya yang aneh wajar saja akan jadi seperti itu, karena itu namanya mandi.
"Nih Kes, kamu pakai baju ini!" titah sahabatnya itu seraya menyodorkan sebuah tas yang berisikan dress berwarna putih cantik.
"Oh oke." Kesyi langsung masuk kembali ke dalam kamar mandi untuk memakai dress itu, setelah Kesyi keluar, dia disambut hangat oleh senyuman Fani.
"Cocoklah cocok, ucap Fani." Lalu dia mempersilahkan Kesyi duduk di depan cermin, dengan menggunakan keahlian mek up-nya, Fani berhasil membuat seorang gadis kampungan menjadi wanita yang sangat cantik dan elegan.
Setelah selesai Fani menyuruh Kesyi untuk bercermin. Kesyi berdiri lalu berdiri di depan cermin.
"Fan, Fan, itu siapa cantik banget?" tanya Kesyi sambil menunjuk bayangan dirinya yang berada di balik cermin entah, dia cuma basa-basi atau tidak sadar jika itu adalah dirinya sendiri. Ada ada saja masa bilang cantik diri sendiri kalau pun iya ada orang seperti itu dia orang ke pd-an banget.
"Hantu kali, gak kenal aku mah." Fani malas menjawab pertanyaan sahabatnya itu yang sudah biasa ia dengar di acara sinetron-sinetron yang berisi si tokohnya di mek up dan setelah di mek up mereka selalu bertanya siapa itu cantik sekali, logat lama pikir Fani.
"Dih jahat kamu mah." Kesyi memanyunkan bibirnya, dan berdecak sebal.
"Udah ah ayuk kita ke pesta," ajak Fani sembari jalan duluan keluar kamar dan di susul oleh Kesyi di belakangnya.
"Bude, Kesyi izin mau ke pesta ulang tahun temen kampus Kesyi dulu yah." Kesyi meminta izin ke pada budenya karena jika dia ingin melakukan sesuatu harus atas izin budenya itu.
__ADS_1
"Iya boleh nduk, hati-hati di jalan, bude izinin kamu." Bude mengusap pucuk kepala kesyi dengan lembut di hatinya dia berdoa agar keponakan kesayangannya itu diberi keselamatan.
"Terimakasih bude," ucap Kesyi lalu mencium punggung tangan budenya itu disusul oleh Fani.
Setelah memesan gokart, dan kendaraan online itu tiba, mereka berdua pun menaiki gokart itu menuju pesta ulang tahunnya Virgo sepanjang perjalanan, mereka bersenda gurau membicarakan tentang kejadian-kejadian lucu yang akan terjadi di pesta ulang tahun.
***
15 menit berlalu, akhirnya mereka sampai di rumahnya Virgo mereka memang tidak diberi tahu di mana rumah sang pemilik acara itu tapi, mereka sudah mengetahuinya tidak perlu diberi tahu karena Fani sering stalking semua tentang Virgo dari alamat rumahnya, makanan favorit, minuman favorit, hobby, apa yang disuka dan apa yang dibenci, Fani sangatlah hapal. Memang benar yah cewek yang sedang jatuh cinta itu bisa menjadi stalker yang sangat handal.
Mereka pun turun dari kendaraan beroda empat itu dan berjalan berjalan memasuki kediaman keluarga Kharninal yah Virgo adalah cucu dari Kharninal Skot yang mempunyai bisnis dibidang busana yang sangat terkenal dan termasuk keluarga jajaran keluarga kaya namun, tidaklah sekaya keluarga Leksmana yang menduduki posisi tertinggi dunia perbisnisan dan kekayaan.
Setelah mereka memasuki ruangan yang dipenuhi dengan orang-orang yang berpesta ria, dua sahabat itu mencari-cari sangat pemilik acara itu dan setelah agak lama berkeliling mereka pun bertemu dengan Virgo. Aneh juga, ketika tadi dicari tidak ada nah, sekarang malah sudah ada di depan mata.
"Hei Kes, Fan, akhirnya kalian udah nyampe, makasih udah mau datang ke pesta sederhana ini," sapa Virgo ke pada kepada Kesyi dan Fani.
"Oh iya Virgo, happy brithday yah," ucap Fani memberi selamat kepada gebetannya itu.
"Oh oke, nikmati pestanya," jawab Virgo, sambil berlalu pergi karena masih banyak tamu yang perlu ia sambut.
"Eh Fan, aku mau ke toilet dulu yah," ucap Kesyi memberi tahu ke pada Fani agar temannya itu nanti tidak akan risau mencarinya dan menganggap dirinya hilang.
"Aku temani yah," tawar Fani ke pada temannya itu, dia khawatir takutnya Kesyi akan nyasar di rumah Virgo yang sangat besar itu.
"Gak perlu Fan, aku bisa sendiri nikmati aja pestanya, kalo aku bingung nyari jalan, nanti aku telepon deh," ucap Kesyi meyakinkan sahabat satu-satunya itu agar tidak terus mengkhawatirkannya dan lagi dia tidak mau mengganggu kesenangan sahabatnya itu.
__ADS_1
"Yaudah deh hati-hati," ucap Fani.
Dan diangguki oleh Kesyi lalu dia berjalan menjauh mencari-cari toilet namun, saat sedang berjalan gadis itu tidak memperhatikan jalan di depannya dan pada akhirnya.
Bukgkhh ....
Dia tidak sengaja menabrak orang yang berada di depannya itu, saat ia mencoba menengadahkan kepalanya dan melihat siapa orang yang ditabraknya dia langsung membulatkan bola matanya yang sebenarnya sudah bulat. Dan orang yang dia tabrak itu menatap mata Kesyi dan sorot matanya itu sangatlah menakutkan. Kesyi mundur beberapa langkah dan hendak pergi tanpa meminta maaf, karena dia akan merasa menyesal jika meladeni orang di hadapannya ini.
Namun, baru beberapa langkah tangan Kesyi dicekal oleh orang itu.
"Heh mau kemana kamu? Udah nabrak gak mau minta maaf lagi, punya sopan santun gak sih," ucap orang yang ditabrak Kesyi itu.
Kesyi pun memutar mata, malas.
"Mau apalagi sih kamu?" tanya Kesyi kesal.
"Aku mau kamu--
***
Bersambung ...
Orang itu mau Kesyi ngelakuin apa yah?
Siap yah orang itu?
__ADS_1
tunggu episode selanjutnya yah jangan lupa like, koment, favoritkan, dan ratenya yah😙