Terpaksa Menikah!

Terpaksa Menikah!
Pesta ulang tahun, (bagian 2)


__ADS_3

Kesyi pun memutar mata, malas.


"Mau apalagi sih kamu?" tanya Kesyi kesal.


"Aku mau kamu minta maaf lah," ucap orang itu santai. "Emangnya mau apa lagi?" lanjutnya.


"Udah deh Gas, jangan cari masalah, aku males ngeladenin kamu," ucap Kesyi mencoba melepaskan tangannya dari genggaman orang yang dia tabrak tadi yang ternyata adalah Bagas Anjar Leksmana si cowok resek dan nyebelin.


"Heh ... kok kamu tahu siapa aku?" tanya Bagas yang masih belum menyadari kalau itu adalah Kesyi cewek yang bisa membuatnya marah.


Bagas memperhatikan cewek itu dia melihat dan mencoba mengingat orang di hadapannya itu siapa.


"Hey ... ngapain bengong sambil ngelihatin aku gitu?" tanya Kesyi yang bingung dengan sikap Bagas yang tiba-tiba melamun sambil memperhatikan dirinya, aneh.


Bagas tersadar dari lamunannya dan dia langsung mengingat siapa cewek di hadapannya itu. Dan dia langsung terkejut.


"Eh kamu Kesyi kan? Cewek kampungan itu?" tanya Bagas namun, seakan menghina lawan bicaranya itu.


"Iya emangnya kenapa? Tuan tidak punya sopan santun," jawabnya mengiyakan dan menekan kalimat yang terakhir untuk menyindir orang yang berada di hadapannya ini.


"Buseett ternyata nih cewek kampungan cantik banget kalo udah dandan, ampe aku pangling gini," batin Bagas, tiba-tiba wajahnya agak memerah lalu dia memalingkan wajahnya dan menutup sebagian wajahnya itu dengan tangan ternyata seorang Bagas tersipu oleh seorang gadis kampung yang tadi pagi ia hina-hina.


Merasa orang yang berada di hadapannya itu lengah dia pun beranjak pergi karena, tidak mau berurusan lagi dengannya.


Sesaat Bagas mencoba menetralkan kembali mimik wajahnya dan ingin mengajak bicara Kesyi namun, ternyata cewek itu sudah tidak terlihat lagi dari pandangannya.


"Kemana tuh cewek? Ckk ... kok udah gak ada, ah sial gara-gara wajah aku memerah sekarang aku kehilangan dia," ucap Bagas sambil berdecak kesal. Dia menghentakan kakinya sembari melihat ke sekeliling mencari sesososk wanita kampung yang sudah menjadi bidadari itu.


***


Akhirnya Kesyi dapat menghindar dari Bagas dan sepertinya rencananya untuk pergi ke toilet tidak jadi karena sudah merasa malas, dia pun mencari sahabatnya itu.


Setelah bertemu dengan sahabatnya dia merasakan pusing yang lumayan cukup membuatnya kesakitan.


Dia memang tidak terbiasa dengan acara seperti ini, apalagi di sini keadaannya begitu sesak dipenuhi dengan orang-orang yang bernyanyi dan menari-nari, ditambah iringan musik yang begitu keras dan lampu warna-warni yang terus berputar membuat mata Kesyi sakit dan pusing.


"Eh Kes, kamu sakit yah?" tanya Fani saat melihat keadaan sahabatnya yang terlihat pucat dan berkeringat di wajahnya.


"Enggak tahu nih, mata aku sakit jadi pusing gini," jawab Kesyi sambil memegangi kepalanya yang kesakitan itu.


"Hufff ... mabuk pesta ini mah namanya, hahaha ... ada-ada aja kamu ini. Kes," ucap Fani sambil membuang napas dan tertawa karena sahabatnya mabuk pesta.


"Hmm iya kali yah, soalnya aku gak terbiasa sama acara-acara kayak gini," ucap Kesyi mengiyakan.


"Yaudah kita pulang aja deh, aku gak tega ngelihat kamu gini," tawar Fani yang merasa kasihan melihat sahabatnya itu kesakitan.


Mereka berjalan dan menemui Virgo untuk meminta izin pulang, karena rasanya tidak sopan jika pergi begitu saja dari acara orang lain tanpa meminta izin dulu.


"Vir, aku sama Kesyi izin pulang duluan yah," ucap Fani meminta izin ke pada Virgo, sebenarnya dia tidak ingin meninggalkan pesta itu karena dia masih sangat ingin menikmati jalannya pesta dan melihat gebetannya lebih lama lagi.


"Loh kenapa? Acaranya masih belum mulai, jangan dulu pulang," cegah Virgo.

__ADS_1


"Tapi, kasian Kesyi dia kelihatannya gak biasa sama acara kayak gini, dia sakit," ucap Fani menjelaskan.


"Loh Kesyi sakit? Hmm ... gimana kalo gini, Kesyi istirahat dulu aja di salah satu kamar tamu, nanti kalau udah agak mendingan baru boleh pulang, soalnya kalo pulang sekarang juga gak baik buat Kesyinya takut nanti di jalan kenapa-kenapa," saran Virgo kepada Fani dan Kesyi.


"Yaudah deh iya, makasih loh Virgo," jawab Kesyi mengiyakan.


"Eh tapi Kes, kamu gak papa?" tanya Fani cemas.


"Gak papalah lagian aku juga gak mau ngerepotin kamu, dan lagi pestanya belum mulai masa kamu udah mau pergi, nanti kamu gak bisa nikmati pestanya, " ucap Kesyi.


"Hmm yaudah deh."


"Oh yah Vir, di mana kamarnya?" tanya Fani agar tidak tersesat.


"Dari sini naik ke atas, terus lurus dan nanti belok kiri di sana ada beberapa kamar Kesyi boleh tidur di kamar yang mana aja," ucap Virgo sambil menunjuk arahnya.


"Oke makasih Vir, aku mau nganterin dulu Kesyi, nanti aku ke sini lagi," ucap Fani lalu beranjak pergi.


Sesampainya di depan salah satu kamar, mereka pun memasukinya, lantas Kesyi langsung berbaring di atas kasur, lalu Fani menyelimuti temannya itu agar tidak kedinginan. Setelah melihat Kesyi sudah tertidur, Fani langsung keluar kamar dan kembali ke ruang pesta.


***


Acaranya pun di mulai, Virgo mengucapkan beberapa patah kata sambutan untuk membuka acara.


"Selamat malam teman-teman semua, terimakasih telah menyempatkan waktunya untuk datang ke pesta ulang tahunku yang sederhana ini, semoga kalian semua bisa menikmati acara yang diadakan." Setelah Virgo mengucapkan beberapa kata tepuk tangan diberikan ke arahnya.


Setelah Virgo selesai berbicara. MC kembali mengambil jalannya acara.


"Happy brithday to you ... happy birthday to you ... happy birthday ... happy birthday ... happy birthday to you ...." Nyanyiannya berhenti sebentar lalu dilanjut kembali.


"Tiup lilinnya ... tiup lilinnya sekarang juga ... sekarang juga ...." MC bernyanyi diikuti oleh semua orang yang barada di acara itu, suasana semakin meriah ketika semuanya bernyanyi diiringi tepuk tangan. Setelah nyanyian tiup lilinnya selesai Virgo meniup lilin yang terpasang di atas kue ulang tahunnya itu, sebelum meniup tentu saja dia berdoa terlebih dahulu.


"Sekarang waktunya memotong kue, silahkan Virgo untuk memotong kuenya," ucap MC.


"Potong kuenya ... potong kuenya ... potong kuenya sekarang juga, sekarang juga ... sekarang juga." Mereka bernyanyi ketika Virgo memotong kue.


Sekarang adalah pemberian potongan kue yang pertama Virgo berharap kedua orang tuanya ada untuk menemaninya merayakan pesta ulang tahun namun, mereka terlalu sibuk untuk acara yang menurut kedua orang tua Virgo tidak terlalu penting.


"Jadi mau diberikan kepada siapakah kue potongan pertama itu?" tanya MC.


Virgo pun menghampiri temannya yaitu Bagas dan memberikan kue itu kepadanya.


"Wih ... apa alesan Virgo nih memberikan kue potongan pertamanya untuk Bagas?" MC kembali bertanya.


"Semua orang tahu Bagas itu sahabat yang paling deket dengan aku, makanya kuenya aku kasih ke dia," jawab Virgo dan dibalas tepuk tangan semua orang yang berada di acara itu.


Acara pemotongan kue pun selesai semua orang sibuk dengan urusannya masing-masing ada yang mengobrol, makan, minum, menari, bernyanyi dan berbagai kegiatan lainnya.


Fani terus berjalan sambil memandangi Virgo sehingga dia tidak melihat jalan di depannya.


byurrr ....

__ADS_1


Tidak sengaja Fani menumpahkan minuman yang ia pegang ke pada Bagas. Fani yang merasa salah langsung meminta maaf.


"Gas--Gas, aku minta maaf, aku gak sengaja numpahin minumannya," lirih Fani sembari terus meminta maaf.


Karena tidak mau memperpanjang masalah, Bagas pun langsung memaafkan Fani.


"Oke-oke gak masalah," ucapnya lalu beranjak pergi.


Bagas pun menghampiri Virgo.


"Vir, aku nginep di rumahmu yah malah ini, sekalian nih aku mau ganti baju, capek juga mau langsung tidur yah. Oke?" ucap Bagas.


"Oke-oke santai aja, gih sana-sana!" ucap Virgo sambil mengibas-ngibas tangan tanda mengusir Bagas.


Virgo sedang sibuk dengan beberapa wanita makanya dia tidak mau diganggu oleh temannya itu.


"Dasar playboy cap buaya darat," batin Bagas lalu pergi berjalan menuju kamar tamu yang sudah biasa ia gunakan untuk tidur bila menginap di rumah temannya itu.


Dia memasuki kamarnya dan mengganti bajunya di kamar itu.


***


Paginya ....


Kesyi terbangun dari tidurnya yang lelap namun, saat dia melihat ke samping tempat tidurnya.


"Aaaahhhh ...." Teriakan seorang cewek itu membangunkan Bagas yang sedang enak-enaknya tertidur.


Yah cowok yang tertidur di sampingnya itu adalah Bagas Anjar Leksmana musuh bubuyutannnya Kesyi.


"Aaahhh ...apa yang terjadi?" tanya wanita itu tanpa berhenti berteriak, dia bingung mengapa bisa ada cowok itu di kamar yang ia gunakan untuk tidur dan masalahnya kenapa dia ada di kasurnya.


Kesyi yang terus berteriak membuat Bagas menjadi panik sendiri karena itu di rumah Virgo bagaimana kalau ada yang melihat? Bisa kacau.


"Uh jangan teriak dong!" ucap Bagas sambil mencoba membekam mulut tuh cewek.


Si cewek itu terus memberontak dan menggigit telapak tangan Bagas yang menutupi mulutnya.


"Mengapa ada kamu?!" tanyanya sambil berteriak. "Apa yang telah terjadi?" tanyanya lagi.


"Hei itu--itu ....


***


Bersambung ....


Apa yang sebenarnya terjadi?


kenapa mereka bisa satu kamar?


jangan lupa like, koment, favoritkan, dan ratenya yah, jangan lupa krisan๐Ÿค—๐Ÿ’๐Ÿ˜‹

__ADS_1


__ADS_2