Terpaksa Menikah Dengan Dewa

Terpaksa Menikah Dengan Dewa
BAB 23 Ada Apa dengan Dewa


__ADS_3

Jantung sang pangeran Demit berdetak dengan sangat kencang secara tiba-tiba diluar kendalinya. Ia terbang melambung tinggi hingga melewati atmosfer bumi. Sungguh, Dewa sangat tidak mengerti apa yang terjadi padanya sampai jantungnya serasa akan meledak ketika tangannya tadi menyentuh dada Dea. Ini aneh dan sangat sangat mustahil sebenarnya. Bagaimanapun juga, Dewa adalah hantu yang harusnya tak punya detak jantung, tapi untuk pertama kalinya bagi pangeran D, tiba-tiba saja ia jadi seperti manusia seperti Dea dan bukannya hantu.


Pikiran sang pangeran Demit tak bisa lepas saat ia menyentuh area sensitif seorang wanita yang rasanya sangat menggetarkan dada. Hantu tampan itu juga baru sadar bahwa Dealah satu-satunya wanita yang disentuhnya meskipun itu tak disengaja. Bahkan berkali-kali ia menyembuhkan Dea ketika gadis itu terluka dengan cara memegang bagian lukanya.


"Astaga, ada apa denganku. Kenapa dadaku jadi bergetar hebat begini. Aku kan hantu? Bagaimana mungkin punya jantung?" gumam Dewa masih sambil terus melesat cepat seolah ia tak bisa menghentikan laju kecepatannya.


"Pangeraaann! Berhenti! Anda sudah melampaui batas kekuatan yang Anda miliki!" teriak pak Po dari bawah dan sengaja mengejar Dewa yang sedang terbang dengan kecepatan tak terhingga.


Suami Dea itu tersadar dan mencoba menghentikan kekuatannya yang tak terkendali. Tapi sayang, ia kesulitan mengehentikan laju kecepatan terbangnya sendiri. Dewa juga baru kali ini terbang tinggi seperti ini dan ia juga baru sadar ada di mana dirinya sekarang. Karena terlalu memaksakan diri, mendadak Dewa menjadi lemah dan ia pun hampir saja jatuh jika pak Po tak menangkapnya tepat waktu.


"Pangeran!" seru pak Po. Ia langsung menggendong pangerannya yang berubah memadat seperti tubuh manusia di punggung pak Po dan membawa Dewa turun kembali ke bumi. Sebagai pengasuh pengeran D, tentunya pak Po sangat tahu seluk beluk putra kedua Refald ini. Sama halnya Refald dulu, ada batasan kekuatan dan aturan yang harus ditaati sebagai seorang pangeran demit. Apabila hal itu dilanggar, maka akibatnya bisa fatal.


Pak Po membaringkan tubuh pangeran D yang memadat di atas batu besar tempat Dea tadi berada. Tentu saja kedatangan suaminya yang dalam keadaan lemah tak berdaya membuat gadis itu bingung sekaligus cemas. Belum juga sada satu jam suaminya pergi tapi dia kembali dalam keadaan sangat berbeda dengan saat dia keluar tadi. Ada apakah gerangan sampai suami hantunya yang hebat ini jadi lemah begitu. Dea sungguh ingin tahu.


"Apa yang terjadi? Ada apa dengan Dewa? Kenapa digendong begitu?" tanyanya panik.


"Tenang Putri, Pangeran D tak bisa mengontrol kekuatannya sendiri, jadi dia seperti ini. Mungkin masih butuh waktu dan latihan untuk bisa mengontrol kekuatan sang pengeran," terang pak Po.


Dea menatap wajah Dewa dan jadi merasa bersalah padanya. Apa mungkin kejahilannya tadi membuat suaminya jadi seperti ini?


"Tapi yang saya bingung ...," lanjut pak Po. "Kenapa pangeran bisa kehilangan kendali begitu, apa yang kalian berdua lakukan di sini sebelumnya? Tidak akan ada api jika tidak ada yang menyulutnya, kan?" Pak Po mulai kepo dan otomatis membuat dua sejoli itu malu sendiri. Karena tak ingin menceritakan apa yang terjadi sesungguhnya, akhirnya Dea mengarang sebuah cerita.

__ADS_1


"Tuan hantu," panggil Dea.


"Panggil saja pak Po, Tuan Putri." Pak Po membenarkan.


"Ehm ... pak Po, apa kau pernah liat film ftv?" tanya Dea mulai jahil lagi.


Pak Po berpikir sejenak sebelum akhirnya menjawab, "Sepertinya, itu film kesukaan istri saya, Putri."


"Nah, di film ftv kisah nyata indosiar, itu kan judul filmnya aneh-aneh, salah satunya adalah 'Suamiku dan Suaminya adalah Suamiku dan Istrinya'. Ceritanya sebelum menikah, mereka adalah pasangan yang bahagia, tapi setelah menikah, istrinya di siksa, bercerailah mereka, terus suaminya menikah lagi, tapi jatuh miskin. Sadarlah si suami dan mencari istri lama. Nah ciri khas film ftv model begitu kan pasti tahu sendiri endingnya dimana, si suami tertabrak dan mati. Udah, tamat." Dea menceritakan suatu kisah yang sama sekali nggak nyambung dengan pertanyaan yang diajukan pak Po sehingga pocong tampan tersebut jadi semakin bingung dan puyeng.


"Lah terus? Apa hubungannya dengan pertanyaan saya tadi Putri? Kok gak nyambung ya?"


"Lah kisah yang aku ceritakan barusan sama dengan pepatah yang kau katakan, tidak akan ada api jika tidak ada yang menyulut. Coba deh renungin ceritanya, nyambung kan?" Dea tersenyum puas melihat pasukan demit suaminya jadi kebingungan dan tak tahu harus berkata apa.


"Ya sudahlah, saya tanyakan Divani saja kalau begitu. Permisi Pengeran, sampai jumpa lagi Putri, saya pamit undur diri." Pak Po membungkukkan badannya dan langsung menghilang dalam sekejap mata.


Kini, tinggallah pangeran D dan Dea berdua saja. Saat ini, kekuatan hantu tampan itu telah pulih kembali dengan cepat. Iapun mendekat ke arah Dea dan langsung menatap tajam wajah istrinya.


"Buka pakaianmu," pintanya tiba-tiba dan tanpa dinyana-nyana.


"Hah? Untuk apa?" tanya Dea bingung. Seketika ia menutup dadanya dengan kedua tangan.

__ADS_1


"Aku akan menyembuhkan lukamu, sekaligus ... ayo melakukan malam pertama sebelum aku balas dendam pada teman-temanmu yang sudah mencelakaimu." raut wajah pangeran D tampak serius sekali. Tidak ada canda didalamnya.


"Hah ... eee ... nggak perlu. Anu, eh ... itu ... lukaku, sudah sembuh. Dadaku sudah nggak takut, eh maksudku sakit. Aku ... sudah sembuh. Sungguh." Dea jadi gugup sendiri karena tiba-tiba Dewa meminta haknya sebagai suami. Ini benar-benar diluar dugaannya.


Gawat ...bagaimana ini? batin Dea dan wajahnya mendadak tegang.


"Baiklah, kita lakukan malam pertama kita setelah aku balas dendam pada teman-temanmu yang keji itu." Sekarang, tidurlah dulu. Wajahmu jelek kalau tegang begitu," ledek pangeran D sambil tersenyum karena ia bisa membalas kejahilan istrinya.


"Apa yang akan kau lakukan pada mereka?" tanya Dea penasaran. Ia sedikit lega karena tidak jadi dipaksa melalukan malam pertama.


"Lihat saja besok. Aku keluar sebentar, ada banyak pasukanku diluar goa dan sekitarnya, kau aman di sini selagi aku tidak ada." Dewa mendekat ke arah istrinya sampai gadis itu kaget hingga membentur dinding goa.


"Kenapaa ... mukamu seram begitu?" tanya Dea gugup.


"Persiapkan dirimu untuk malam pertama denganku setelah urusan teman-temanmu kubereskan, bye! Semoga malammu hari ini menyenangkan." Dewa mencium kening Dea dengan lembut lalu menghilang begitu saja.


Jangan ditanya bagaimana jantung Dea sekarang, sudah dag dig dug ser tak karuan. Untung Dewa ada urusan sehingga Dea bisa ambil napas meskipun ia sangat terkejut dengan sikap sweetnya barusan. Kedua pipi gadis itu terasa panas saking merahnya.


"Ada apa dengannya? Setan apa yang merasukinya sampai jadi begitu? Bagaimana bisa dia minta jatah dariku tanpa bilang cinta padaku? Enak saja!" Gumam Dea mencoba menenangkan dirinya sendiri dan memegangi dadanya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


***


__ADS_2