
Selagi keluarga Dewa disibukkan dengan mengeksekusi para teman-teman Dea yang sudah banyak berbuat jahat, Dewa sengaja mengajak istrinya pergi menjauh ke suatu tempat. Hantu tampan itu tahu kalau istrinya ini tidak akan sanggup menyaksikan proses eksekusi semua siswa yang pernah menyakiti hati Dea, dengan atau tanpa sengaja.
Eksekusi itu sudah menjadi keputusan mutlak yang wajib dilakukan Refald dan keluarganya sebagai hadiah pernikahan serta menyambut datangnya calon anggota baru keluarga dari sang raja demit. Ini merupakan peringatan kepada para manusia untuk menjadi lebih manusiawi lagi. Tujuan Refald hanyalah ia tak ingin ada Dea Dea lain di dunia ini, yang terpaksa disisihkan dan mengalami diskriminatif sosial atas kesalahan keluarganya.
Sebagai makhluk sosial, harusnya manusia lebih saling menghormati dan menghargai orang lain dalam kondisi dan situasi apapun. Jangan hanya bisa menjudge kesalahan orang saja meskipun itu sudah kodratnya manusia dari sononya. Lebih suka menghakimi daripada introspeksi diri.
Terlepas dari itu semua, sungguh Dewa merasa sangat bahagia karena istri tercintanya tengah mengandung buah hati mereka. Tak peduli seperti apa kerumitan masalah yang sedang mereka hadapi, ini adalah suatu berkah tak ternilai harganya bagi Dewa dan juga Dea.
Sambil menikmati indahnya panorama alam disebuah perbukitan kecil, Dewa terus menggenggam erat tangan Dea. Mata sang pangeran D, tak pernah berpaling dari wajah cantik nan menggemaskan istrinya yang tampak terkagum-kagum akan keindahan alam yang disuguhkan di depan mata mereka.
"Kau suka tempat ini?" tanya Dewa ikut senang melihat istrinya mulai tersenyum tipis.
"Bagaimana kau bisa tahu kalau ini adalah tempat kesukaanku? Dahulu, kalau aku kesal dan marah, aku selalu saja datang kemari untuk menenangkan diri," aku Dea. Matanya berkaca-kaca saat mengenang kenangan masa kecilnya. Namun, ia buru-buru mengusap air mata itu karena tak mau terlalu larut dalam suasana.
"Begini ... jadi ... gadis kecil cengeng itu, kau rupanya. Pantas saja ... kalau kita berjodoh," ujar Dewa manggut-manggut sambil tersenyum seolah mulai menyadari sesuatu.
Dea langsung menatap wajah tampan suaminya karena bingung juga terkejut mendengar kalimat Dewa barusan. "Apa maksudmu? Apa .... kita pernah bertemu sebelumnya? Di mana?" tanya Dea mencoba mengingat-ingat, tapi ia yakin Dea tak pernah sekalipun melihat Dewa.
"Di sini, di hutan ini! Kau terkejut? Aku juga."
"Tapi wajahmu tak menunjukkan kalau kau terkejut sama sepertiku." Dea menatap wajah suaminya. "Tapi ... aku tak pernah melihatmu di sini dari dulu. Tempat ini ... cuma aku saja yang tahu ..."
"Aku sudah jadi hantu sejak aku dilahirkan Dea Sayang, wajar kalau kau tak bisa melihatku tapi aku bisa melihatmu."
Dea tertegun, pantas saja saat pertama kali bertemu pangeran D, ia sudah merasa nyaman dan aman. Bahkan tanpa ragu Dea rela mati demi sang hantu tanpan. Ternyata, mereka sudah pernah bertemu sebelumnya sekalipun keduanya dari dulu memang berbeda dunia.
Benar kata pepatah yang mengatakan kalau jodoh itu nggak akan lari kemana, nggak bisa di kejar ataupun di tolak. Yang namanya jodoh ya tetap bakal bisa bersama walau apapun yang terjadi. Seperti yang terjadi pada Dewa dan Dea serta keluarga besar Dewa lainnya.
"Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Dewa melihat wajah diamnya Dea. Istrinya tak memikirkan apapun sehingga membuatnya penasaran.
"Aku hanya tidak menyangka kalau hawa seseorang yang membuatku tenang di saat aku merenungkan diri di tempat ini seorang diri, berasal darimu. Sungguh aku ... tidak tahu kalau kita sudah berjodoh sejak dulu."
Dewa menyentuh kedua pipi Dea dengan lembut dan menatapnya mesra.
__ADS_1
"Apa kau tahu arti dari namamu, Sayang?" tanya Dewa dengan suaranya yang menggoda.
Karena tidak tahu, Dea menggelengkan kepalanya. Ia juga heran kenapa orangtuanya memberi nama Bona Dea.
"Dari namamu saja, kau sudah cocok denganku. Bona Dea ... artinya Dewi baik. Dengan kata lain, Dewi baik ini ditakdirkan untuk mendampingi hidup sang Dewa. Kau adalah Dewinya Dewa. Itu sudah digariskan untuk kita berdua." Dewa sengaja memeluk Dea erat dalam dekapannya.
"Benarkah? Itukah arti namaku?"
"Tentu saja. Sejak kau dilahirkan ke dunia, kau sudah jadi milikku selamanya. Tidak akan ada yang bisa memisahkan kita sekalipun kita berbeda dunia. Berbahagialah bersamaku Dea. Mulai detik ini dan seterusnya, hanya ada kebahagiaan diantara kita."
Sebuah ciuman manis mendarat di bibir manis Dea yang gemetar saking bahagianya. Sejak pertemuannya dengan Dewa, Dea mulai bisa tertawa setelah kegelapan menyelimuti dirinya sekian lama. Kini, gadis itu sudah tidak sendirian lagi. Ada Dewa disisinya karena ia adalah Dewi yang menikahi seorang Dewa.
THE END
***
PROLOG
Beberapa tahun kemudian, Dewa dinobatkan sebagai kaisar dari dunia lain dan dikaruniai 2 orang anak kembar yang menggemaskan. Dewa dan Dea mendirikan kerajaannya sendiri dan mulai membentuk pasukan mereka juga. Namun, tetap saja mereka semua masih dalam pengawasan ketat Refald.
Pasangan suami istri beda dunia itu punya hunian mewah nan megah di dunia nyata dan menjadi pimpinan kerajaan di dunia lain. Bahkan anak-anak Dewa dan Dea alias si kembar, memiliki kekuatan supranatural sama seperti yang dimiliki kakeknya, Raja demit Refald.
Meski masih berusia anak-anak, kedua anak kembar yang menggemaskan itu sudah bisa mengontrol kekuatan magic mereka layaknya orang dewasa. Dan pastinya, selalu bikin puyeng kakek neneknya serta keluarga Dewa yang lain dengan tingkah kenakalan yang dilakukan cucu kembar Refald.
Sore itu, Dea dan Dewa datang ke makam almarhum kedua orangtua Dea yang menadapat hukuman mati atas perbuatan keji mereka. Setelah selesai memanjatkan doa di samping makam, keduanya hendak pergi. Namun, langkah pasangan suami istri itupun terkejut ketika kedua anak kembarnya sedang ada dalam cengkeraman iblis jahat.
"Sayang, mundurlah ...," pinta Dewa tenang-tenang saja melihat kedua putranya sedang dijadikan sandra.
"Mereka benar-benar cari mati. Cepat ambil anak-anak kita suamiku. Kasihan iblis itu bila lama-lama dekat dengan si kembar," ujar Dea sambil mundur di belakang Dewa.
Bukannya panik melihat anak kembarnya diculik, sebagai ibu, Dea malah mencemaskan si penculik anaknya. Bukan tanpa alasan kenapa Dea seperti itu, kedua putra kembar Dea bukan anak sembarangan. Mereka adalah putra seorang dewa dan cucu dari raja dedemit Refald ala Edward. Menculik si kembar, sama saja dengan menumbalkan diri sendiri.
"Kusarankan, untuk melepaskan kedua anak itu. Mereka bukan tandinganmu?" ujar Dewa jadi iba pada sang iblis sambil mengamati kedua putranya yang tampak tenang dalam cengkraman tangan iblis jahat.
__ADS_1
Bila anak normal lainnya, pastilah menangis atau menjerit minta tolong agar segera dibebaskan. Arau paling tidak merasa ketakutan. Namun, berbeda dengan si kembar yang memilih diam tapi sangat menghanyutkan.
"Hahahahahaha, kau pikir aku bodoh apa? Mereka berdua milikku sekarang, turuti semua keinginanku jika tak ingin kedua anakmu ini mati ditanganku sekarang juga!" seru sang iblis bangga dan masih sambil tertawa lepas.
Belum juga sedetik tawa iblis jahat itu mereda, tiba-tiba saja wujud iblis tersebut membengkak layaknya balon udara dan penyebabnya adalah kedua putra kembar Dewa meniup jari jempol si iblis sehingga semakin lama, wujud iblis jahat itu semakin besar saja. Dan ...
DUAAAAARRRRRR!
Sebuah ledakan besarpun terjadi dan inilah yang diprediksi Dewa sebelumnya yang langsung sigap melindungi Dea ke dalam pelukannya akibat ledakan wujud iblis tersebut.
"Dasar bandit kalian!" teriak Dewa yang melihat putra kembarnya melarikan diri agar tidak terkena hukuman.
****
.
.
.
...Hai hai ... sebelumnya, aku minta maaf sebesar-besarnya karena upnya lama dan sekalinya up malah tamat....
...Tapi tolong jangan sedih, novel ini masih berlanjut nanti kalau kesibukanku di RL sudah berkurang. Dan lanjutannya, bakal aku tulis di novel baru. Selain itu, ada banyak sekali novel-novel baru yang aku siapkan untuk menghibur kalian semua. Terus dukung semua karyaku ya ... love you all....
...Kalau ada sumur di ladang...
...Bolehlah kita menumpang mandi...
...Kalau waktu masih panjang...
...Bolehlah novel ini kutulis lagi...
...cieee .... wkwkwk ......
__ADS_1
...Siap dukung semua novel baruku ya ... termasuk novelnya Bima. Terimakasih semuanya😍...