Terpaksa Menikah Dengan Dewa

Terpaksa Menikah Dengan Dewa
BAB 55 Hamil?


__ADS_3

Karena sesuatu hal, saat pengumuman kelulusan beberapa waktu lalu, Dea memang tidak bisa hadir disekolahnya. Dan hal itu membuat Dewa menjadi merasa bersalah. Sebagai seorang suami yang begitu mencintai istri tercinta, hantu tampan itu malah menjerat Dea ke dalam dunianya yang penuh konflik internal didalamnya.


Kendati demikian, Dewa harus tetap mendukung apa yang menjadi proses kehidupan Dea sekalipun itu hanyalah soal kelulusan sekolah Dea. Bahkan Fey dan Refald selaku mertua Dea, meminta menantu mereka untuk melanjutkan studinya. Namun, Dea masih belum memberikan keputusan pasti apakah ia akan melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi atau tidak. Sebab, ia ingin menikmati kehidupan sebagai istri dari sang pangeran dedemit.


Terlepas dari itu semua, Dewa menghormati setiap keputusan istrinya. Ia juga meminta seluruh keluarganya untuk datang di acara kelulusan Dea sebagai bentuk dukungan sepenuhnya agar wanita pujaan hati pangeran D semangat terus dalam menempuh pendidikan sekalipun ia sudah berkeluarga. Selain itu, Dewa ingin Dea merasa tidak sendirian. Ia juga punya keluarga yang menyayangi dan mencintainya sama seperti siswa siswi lainnya.


“Kau sudah siap Sayang?” tanya Dewa ketika melihat Dea berdiri di depan cermin dengan memakai pakaian wisudanya. Keduanya baru tiba di rumah Dea semalam untuk mempersiapkan segala hal yang diperlukan Dea saat wisuda.


“Kau tidak perlu melakukan semua ini, Pangeran. Tidak diwisudapun juga tidak masalah bagiku. Karena yang terpenting dalam hidupku sekarang adalah dirimu. Bukan yang lain,” ujar Dea dengan ekspresi gamang.


Dewa berjalan mendekat dan memeluk pinggang istrinya dari belakang. Keduanya sama-sama menatap ke arah cermin panjang yang memperlihatkan betapa romantisnya mereka berdua.


“Biasanya, salah satu momen tak terlupakan dalam kehidupan setiap manusia adalah momen wisuda sekolah. Seiring dengan berjalannya waktu, kau semakin tumbuh dewasa dan sudah menghadapi banyak hal menyulitkan. Kau bisa menuntut ilmu setinggi langit karena seluruh keluargaku sangat menjunjung tinggi nilai-nilai pendidikan. Dan aku juga ingin menunjukkan padamu, kalau kau tidak sendirian, Sayang. Ada aku dan seluruh keluargaku yang kini menjadi keluargamu juga. Kami semua mendukungmu. Kau punya otak encer. Sayang kalau tidak disalurkan. Siapa tahu ilmu yang kau pelajari bermanfaat bagi kehidupan orang lain.” Dewa mencium lembut pipi istrinya yang tertegun mendengar ucapan suaminya.


Dea sungguh tidak menyangka, kata-kata suaminya merupakan pukulan telak bagi Dea karena telah menyia-nyiakan hidupnya. Padahal jika Dea mau, ia bisa melakukan hal yang berguna meski bukan untuknya, tapi untuk orang lain. Bagaimanapun juga, Dea adalah manusia paling beruntung karena bersuamikan seorang Dewa.

__ADS_1


“Kau hantu paling luar biasa yang ada di muka bumi ini, Suamiku. Di negara ini, banyak anak-anak muda zaman now tak banyak yang punya semangat juang tinggi untuk belajar. Mereka terlalu terbuai akan perkembangan zaman dan lupa memikirkan masa depan. Tapi kau … kau malah ingin aku terus belajar dan belajar. Aku jadi malu padamu, karena yang kupikirkan hanyalah egoku untuk terus bisa bersamamu.” Dewa membalikkan tubuhnya dan menatap waja tampan Dewa yang juga menatapnya.


“Itu karena aku adalah Dewa, dan kau adalah istri Dewa. Istri seorang Dewa bukanlah manusia biasa. Kau harus buktikan pada semua orang di duniamu kalau kau adalah wanita hebat dan kuat. Sudah cukup bicaranya. Ayo kita berangkat supaya tidak terlambat.” Dewa mencium mesra bibir Dea sebelum keduanya pergi ke sekolah Dea.


Dea menolak berangkat menggunakan mobil mewah yang sudah Dewa siapkan sebelumnya. Ia tak ingin menjadi pusat perhatian banyak orang ketika ada di sekolah. Gadis cantik itu malah meminta suaminya untuk menemaninya berjalan kaki sambil menikmati indahnya pemandangan pagi di desanya. Meskipun wujud Dewa tak terlihat oleh manusia biasa lainnya, Dea tetap merasa sangat bahagia. Dengan begitu, yang bisa memandangi ketampanan Dewa cuma Dea seorang. Apalagi suami hantunya tengah memakai tuxedo hitam yang semakin membuat Dea jadi terpesona pada pangeran demitnya.


“Padahal lebih cepat kalau kita tadi naik mobil daripada jalan kaki begini,” protes Dewa ketika ia berjalan beriringan bersama Dea layaknya orang normal biasa. Bahkan Dewa juga memakai sepatu pantovel hitam agar serasi dengan tuxedonya. “Aku akan mengubah wujudku jadi manusia sekarang …”


“Jangan!” sergah Dea cepat. “Jangan sekarang. Aku tidak mau wanita lain yang ada di sini melihat ketampananmu. Tetap seperti ini atau aku akan marah padamu,” ancam Dea.


“Tapi …”


Dewa cuma garuk-garuk kepala dengan keinginan Dea. Padahal, Dewa ini bermaksud untuk menemani Dea wisuda dengan pamer statusnya sebagai suami di depan semua orang. Di luar ekspektasi, istrinya ini malah melarangnya menampakkan wujudnya dengan alasan dirinya terlalu tampan. Dewa ingin protes tapi tidak bisa. Dea tak main-main saat ia mengancam suami hantunya sendiri.


Dengan penuh percaya diri tingkat tinggi, Dea berjalan santai saat memasuki sekolahnya. Istri pangeran D itu tampak anggun dan cantik mengalahkan penampilan siswi yang ada di sekolah ini. Ya jelaslah, karena fashion yang digunakan Dea hari ini adalah pilihan jitu dari Shena dan Fey selaku bibi dan ibu Dewa. Bisa dibilang, penampilan Dea kali ini begitu memukau setiap mata yang memandang sampai terheran-heran. Semuanya bertanya-tanya, bagaimana bisa penampilan Dea jadi paling sempurna bila dibandingkan dengan yang lain.

__ADS_1


Begitu menuju ruang yudisium. Semua orang menatap tajam Dea karena gadis yang mereka anggap sebagai sampah masyarakat itu, berani muncul kembali dihadapan semuanya setelah sekian lama menghilang tanpa jejak. Bahkan sebagian dari mereka banyak yang mengira kalau Dea telah tiada, tapi ternyata … gadis itu baik-baik saja dan malah datang ke sekolah untuk menghadiri acara wisudanya. Ini sangat mengejutkan terutama bagi orang-orang yang membenci Dea.


“Aku mau ke toilet, perutku mual,” ujar Dea lirih tanpa ketara pada suami hantunya yang ada disampingnya.


“Ayo kutemani, aku akan menunggumu di luar. Kau tidak apa-apa kan Sayang?” tanya Dewa cemas.


“Tidak apa-apa, AC nya terlalu dingin di sini, jadi perutku kembung. Aku ke toilet dulu.” Dea langsung berlari keluar gedung menuju toilet terdekat.


Begitu masuk, Dea langsung muntah-muntah dan mendadak kepalanya sangat pusing. Adegan Dea yang mirip seperti wanita hamil ini disaksikan oleh beberapa siswi yang kebetulan satu ruangan dengan Dea. Mereka melihat Dea mual dan muntah layaknya wanita berbadan dua. Hal itu jelas mengejutkan mereka. Lama tak terlihat, datang-datang Dea membuat kejutan luar biasa.


“De-Dea … ka-kau … hamil?” tanya salah satu siswi memberanikan diri bertanya pada Dea.


Tentu saja istri Dewa ini sangat terkejut. “Apa?” tanyanya menatap semua wanita yang menatap nanar dirinya. “Kau bilang apa, barusan? A-aku … hamil? Kau yakin?” mulut Dea menganga saking shocknya. Sekilas ia melihat perut ratanya sendiri.


Dewa yang dalam mode tak terlihat, langsung nyelonong masuk mendekati Dea yang terbujur kaku saat mendengar apa yang terjadi di dalam kamar mandi wanita. Dea melihat suaminya datang dan keduanya saling menatap satu sama lain.

__ADS_1


BERSAMBUNG


***


__ADS_2