Terpaksa Menikah Dengan Dewa

Terpaksa Menikah Dengan Dewa
BAB 39 Aku Bukan Dewa, Aku Ardewa Refey Dilagara


__ADS_3

Siapa yang menyangka, bahwa Sekarlah dalang dibalik semua peristiwa hancurnya istana yang membuat Dewa membunuh salah satu pasukan ayahnya. Ia yang terlalu naif dan polos sama sekali tak tahu niat jahat seorang Sekar karena terpikat akan pesonanya. Di tambah lagi, Dewa tak pernah bertemu dengan wanita cantik lain selain Sekar dan keluarganya sehingga ia mengira bahwa cuma Sekarlah wanita yang bisa mengikat hatinya.


Karena dibutakan oleh cinta, Dewa jadi gelap mata dan terjadilah peristiwa tragis itu. Tidak salah, kalau Refald jadi murka setelah putra kesayangannya melakukan hal bodoh yang bisa merugikan Dewa sendiri.


Untuk menyelamatkan putranya, Refald terpaksa mengutuk Dewa dengan mengurungnya di sebuah goa di mana hanya seorang wanita berhati mulia saja yang bisa melepas segel kutukan Refald yang ia berikan pada Dewa. Kini suami Dea itu sudah mengerti, bahwa kutukan yang dijatuhkan Refald padanya sangatlah ringan dan tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan pengorbanan yang dilakukan kedua orangtua Dewa serta seluruh penghuni istana. Tak terkecuali Dea, sang istri tercinta.


Kutukan Refald bertujuan untuk melepaskan pangeran D dari belenggu cinta Sekar dengan mempertemukan cinta sejati Dewa yang sesungguhnya, yaitu Dea. Seorang gadis muda yang tak takut akan kematian dan rela berkorban demi sosok yang paling berarti dalam hidupnya. Harusnya, Dewa berterimakasih pada ayahnya, karena kutukan itulah ... ia bisa bertemu dan memiliki Dea seutuhnya.


Setelah mengetahui semua kebenarannya, kekuatan Dewa yang tadinya tertidur pulas dari dalam jiwanya, mendadak bangun dan bangkit kembali. Sama halnya seperti Dea yang ingin melindunginya dan seluruh istana ini, Dewa pun melakukan hal sama. Kekuatan terpendamnya sudah bangkit untuk menghukum siapa saja yang telah berani membuat kekacauan di istana ini.


Dalam hitungan detik, Dewa tiba di tempat ibunya di mana kala itu Fey sedang berusaha keras menyelamatkan nyawa Dea. Dari kejauhan, pangeran D itu melihat Sekar mengeluarkan sebuah belati kecil dan siap menikam ibu Dewa dari belakang selagi yang lainnya sedang sibuk dipanggil Refald berkumpul untuk membantu menyempurnakan jiwa mas Gen yang baru saja dibangkitkan kembali. Itulah mengapa pak Po langsung pergi tanpa banyak berulah dan menyatu bersama seluruh rekan-rekannya yang lain di tempat Refald berada saat ini.


Tak heran jika sekarang, memang hanya ada Fey, Dea serta Sekar yang ternyata sedang merencanakan hal buruk pada ratu dunia lain ini. Beruntung Dewa datang tepat waktu. Sesaat sebelum pisau kecil yang ada di tangan Sekar menyentuh tubuh ibunya, Dewa langsung menjulurkan tangan dan menghempaskan Sekar ke tempat jauh dari jangkauan Fey menggunakan kekuatan barunya.

__ADS_1


Jiwa sekar yang memang sesosok demit sama seperti Dewa dan para pasukan Refald, melesat cepat hingga menabrak sebuah pohon terbesar yang ada di hutan terlarang ini akibat serangan dari Dewa. Tentu saja Sekar kaget karena pangeran yang ia kira tak bisa move on darinya, tiba-tiba saja menyerangnya dengan brutal. Lebih mengejutkan lagi, akar-akar pohon yang jumlahnya tak terhingga, tiba-tiba saja bergerak bagai ular langsung melilit tubuhnya secara keseluruhan dan hanya menyisakan wajah Sekar saja. Seluruh anggota tubuh Sekar lainnya, terlilit akar belukar tanpa meninggalkan ruang sedikitpun kecuali bagian kepala Sekar.


"Apa yang kau lakukan? Kenapa kau mengurungku seperti ini? Lepaskan akar-akar ini dariku! Atau ... aku tidak akan pernah memaafkanmu!" teriak Sekar sambil memelototi Dewa yang sedang menatapnya dengan tatapan ingin membunuh.


Sikap Dewa yang dingin dan menakutkan membuat Sekar sedikit kehilangan nyali. Putra kedua Refald itu melayang tenang dan perlahan mendekat ke arah Sekar.


Ini pertama kalinya, Sekar melihat Dewa seperti ini. Ia berbeda dari Dewa yang ia kenal. Bahkan Sekar tidak yakin kalau sosok yang menatapnya tajam adalah Dewa yang asli karena auranya sangatlah berbeda dari biasanya.


"Siapa kau? Kau bukan pangeran D? Kenapa kau menyamar jadi dia, ha?" bentak Sekar marah.


"Le-lepaskan aku ... kau ... kau menyakitiku," pinta Sekar masih berusaha keras melepaskan diri dari serangan Dewa meski ia tak bisa bergerak apalagi, tangannya terikat oleh akar-akar pohon yang amat sangat kuat.


"Akan kuurus kau setelah ini! Tinggallah di sini dan bersiaplah menerima hukuman atas perbuatanmu selama ini. Akar-akar ini akan terus mengikatmu di tempat ini dan takkan ada siapapun yang bisa melepaskannya bahkan ayahku sekalipun! Ah ... satu lagi, nikmati sisa waktumu selagi aku menyelamatkan istriku dari kematian!" tandas Dewa dan menarik tangannya dari leher Sekar lalu mulai berbalik arah hendak meninggalkan Sekar.

__ADS_1


Awalnya, Sekar memang shock dan amat sangat terkejut setelah melihat perubahan sikap pangeran D terhadapnya yang sudah tidak bucin lagi padanya. Tanpa di duga, Sekar langsung tertawa keras sehingga membuat Dewa mengurungkan niatnya pergi dari sini.


"Buahahahaha ... kau pikir kau siapa? Kau bukan Dewa yang bisa menghidupkan kembali siapapun yang kau inginkan. Namamu saja yang Dewa, tapi sebenarnya, kau hanyalah pecundang!" Dalam keadaan seperti ini, bisa-bisanya Sekar memancing emosi Dewa. "Gadis itu," lanjut Sekar penuh emosi, "Gadis yang kau akui sebagai istrimu. Dia ... takkan pernah bisa selamat dari kematian, apalagi dia ... cuma manusia biasa yang tak punya kekuatan apa-apa. Kau takkan pernah bisa menyelamatkannya!" teriak Sekar sambil tertawa senang karena sekali lagi, Sekar telah berhasil mengacaukan hidup Dewa dengan kehilangan wanita yang amat pangeran itu cintai.


"Aku memang bukan Dewa, tapi aku adalah Ardewa Refey Dilagara, pangeran ke-2 dari Raja dedemit Refald dan Ratu Lafeysionara! Siapa bilang Dea hanya manusia biasa. Dia sudah menyatu denganku. Tinggal menunggu waktu, Dea ... akan menjadi permaisuri di dunia lain ini. Karena Dia ... adalah istriku."


Mata Dewa semakin menajam dan membuat semua akar pohon bergerak cepat menutup mulut pedas level 10 Sekar agar gadis itu tidak lagi bisa bicara seenak jidatnya. Kini yang tersisa cuma mata dan dahi Sekar saja. Wanita itu terus menjerit tapi Dewa sudah tak peduli. Sang pangeran melesat cepat menuju tempat ibunya yang sejak tadi fokus menyelamatkan Dea. Fey sempat terkejut dengan serangan dadakan yang dilancarkan Sekar padanya disaat ia lengah barusan.


Karena terlalu berkonsentrasi penuh pada Dea, Fey tidak menyadari apa yang terjadi disekitarnya. Ia bahkan lupa kalau Sekar masih ada didekatnya. Untung saja Dewa datang tepat waktu ketika wanita iblis jahat ini mulai menunjukkan belangnya. Jika tidak, entah apa yang terjadi.


"Ibu, istirahatlah ... biarkan aku yang mengambil alih Dea," ujar Dewa yang langsung mengangkat tubuh istrinya dan membawanya pergi ke suatu tempat.


BERSAMBUNG

__ADS_1


***


__ADS_2