
Acuh tak acuhnya Dea terhadap suami hantunya, bukan tanpa alasan. Ada hal yang membuat gadis itu mendiamkan sang pangeran demit dari kemarin hingga sekarang.
Kembali ke saat pertama kali Dewa datang ke sekolah dan memperkenalkan dirinya sebagai calon suami Dea. Semua siswa termasuk kaum hawa, kagetnya nggak ketulungan. Lebih mengagetkan lagi, Dewa tak pernah membiarkan Dea sendiri dan malah bersikap sok mesra dihadapan semua orang.
Contohnya seperti membelai rambut Dea saat sedang pelajaran berlangsung sehingga Dewa sering kena lempar spidol dan penghapus para guru yang masuk ke dalam kelasnya. Uniknya adalah, semua lemparan itu bisa ditangkap dan ditepis oleh Dewa dengan mudah sehingga tercenganglah semua orang yang ada di dalam kelas termasuk Dea sendiri.
Tak berhenti sampai disitu, Dewa juga membelikan makanan dan minuman saat istirahat sekolah dengan membuat heboh seisi kantin karena tak mau mengantri seperti yang lain. Bahkan yang lebih gila lagi, Dewa membeli semua makanan yang ada di kantin dan tidak memperbolehkan siapapun mengambilnya kecuali dia dan Dea. Padahal mereka berdua tidak memakan semua makanan yang Dewa beli itu. Semua orang jadi gedeg akut dengan sikap Dewa yang sok kaya dan sok berkuasa.
Aksi Dewa jadi lebih ekstrem lagi ketika ia menunggui istrinya makan. Dengan lembut, pangeran demit itu mengusap bibir Dea yang belepotan makanan. Ia juga tak segan menggandeng tangan Dea kemana-mana dan masih banyak lagi hal-hal gila serta kekonyolan yang bersifat sok mesra sengaja ditunjukkan Dewa kepada semua orang sehingga tak sedikit dari mereka jadi merasa iri, dengki dan keki.
"Bucin sih bucin, tapi nggak gitu juga kali, menyebalkan sekali orang itu!" gerutu salah satu siswa yang melihat Dewa sedang merangkul bahu Dea.
Anehnya, setelah siswa tersebut berkata seperti itu, tiba-tiba saja dia menghilang tanpa jejak karena Dewa telah memindahkannya ke tempat lain dimana hanya ada siswa itu seorang diri.
"Berani bicara, kau akan langsung ke hutan rimba ditemani macan dan singa," ujar Dewa sambil tersenyum puas. Sungguh aksi suami hantunya ini sukses bikin geleng-geleng Dea.
Awalnya, Dea sih bahagia mendapat perlakuan manis dari suaminya meskipun aksinya terlalu berlebihan dan sangat tidak masuk akal. Kapan lagi Dea bisa melihat wajah-wajah kesal semua siswa siswi yang ada di sekolah ini dengan kehadiran Dewa di sini.
__ADS_1
Namun, kejadian tak terduga membuat Dea jadi marah sampai harus ngambek segala pada Dewa. Ketika Dea pergi ke toilet, Dewa hendak ikut masuk juga ke dalam toilet wanita. Tentu saja Dea melarangnya.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Dea menghadang suaminya masuk ke dalam toilet wanita. "Toilet pria ada di sebelah sana. Bukan di sini."
"Aku hanya menjagamu," jelas pangeran D.
"Tidak akan ada yang membunuhku di dalam toilet ini. Jika kau memaksa masuk, kita cere!" ancam Dea. Cuma itu kata-kata yang bisa Dea ucapkan agar pangeran D mau mengikuti kemauannya.
Mendengar kata sakti itu, Dewa tak bisa membantah lagi. Iapun akhirnya bersedia menunggu istrinya di luar toilet sampai Dea selesai. Seorang pangeran demit yang suka bikin onar di dunianya, kini berdiri mematung menunggui istrinya. Semua pria yang melihat hal itu langsung menjuluki suami Dea adalah si bucin tingkat Dewa.
Namun berbeda dengan pandangan para kaum hawa. Mereka beranggapan bahwa Dea adalah sosok pria paling romantis dan sweet idaman setiap wanita. Siswi-siswi yang terpukau dengan pesona Dewa, langsung mengerubunginya layaknya kumpulan semut bertemu gula.
Begitu keluar dari dalam toilet, Dea melihat Dewa sedang dikerumuni banyak wanita. Ada sedikit rasa cemburu melihat suaminya bicara pada wanita-wanita itu. Namun ia gengsi untuk menunjukkannya. Tak ingin mengganggu, gadis itupun nyelonong pergi karena tak melihat Dewa bersama dengan para pelakor pelakor itu.
Diluar dugaan, Dewa yang melihat istrinya melintas dan mengacuhkannya begitu saja langsung menarik tangan Dea dengan cepat. Otomatis Dea langsung balik badan dan tubuhnya tak seimbang, akibatnya ia terjatuh tepat ke arah Dewa dan menabrak suaminya sendiri hingga keduanya sama-sama terjatuh dengan posisi Dea ada diatas Dewa.
Seketika, Dea langsung berteriak marah seperti orang kesurupan karena buah dadanya dipegang erat oleh suaminya.
__ADS_1
"Aaaaaarrrggghh!" teriak Dea dengan kencang sampai semua orang yang mendengar teriakan Dea langsung menutup kedua telinga mereka. "Singkirkan tanganmu dari dadaku botol kecap! Beraninya kau menyentuhnya tanpa izin dariku!" teriak Dea marah-marah pada Dewa yang jadi bingung ada apa.
Pangeran demit itu baru sadar kalau kedua tangannya memang sedang meremas kedua gundukan kecil yang menempel di dada istrinya. Sontak Dewa mendorong tubuh Dea dengan semakin menekan kuat kedua dada indah Dea sampai istrinya terhuyung mundur.
Jangan ditanya seperti apa reaksi Dea ketika dirinya didorong begitu saja sambil ditekan kuat kedua bukit surga dunia miliknya. Mulut Dea menganga lebar antara percaya dan tidak percaya pada apa yang ia alami barusan.
Dewa memang suami Dea dan ia berhak atas tubuh dan jiwanya. Tapi nggak harus dengan cara ini juga kali. Sungguh Dea benar-benar marah pada Dewa meski kejadian ini tidak disengaja.
"Dea Sayang, jangan marah. Sungguh bukan maksudku untuk menyentuh area terlarangmu, tapi tunggu ... aku kan suamimu dan kau istriku, ehm maksudku ... kita akan menikah, bukankah ... itu ... juga akan jadi milikku?" ujar Dewa gelagapan ketika sadar orang-orang sedang memerhatikannya, dan semakin marahlah Dea.
"Dasar mesum! Jangan dekati aku lagi atau kau tanggung sendiri akibatnya!" tandas Dea lalu dia pergi berlari meninggalkan Dewa dan semua orang yang tercengang pada apa yang terjadi barusan.
"Kenapa dia marah? Katanya cinta, aku kan tidak sengaja," gumam Dewa sambil melihat kedua tangan nakalnya. Otak putra kedua Refald ini mulai oleng ketika ia teringat bagaimana rasanya menyentuh dada seorang wanita. Untunglah Dea adalah istrinya sendiri.
"Astagah, kenapa aku terbayang-bayang? Ah, nanti kutanyakan pada ayah saja, apa dulu dia juga melakukan hal yang sama pada ibunda." Dewa pun bangkit berdiri dan pergi tanpa peduli pada semua mata yang memandang aneh dirinya.
Itulah alasan kenapa Dea mendiamkan Dewa selama dua hari ini. Dewa sendiri juga bingung harus bagaimana. Istrinya benar-benar tidak mau melihat atau bicara padanya setelah kejadian itu.
__ADS_1
BERSAMBUNG
***