
Lama ditunggu, ternyata Dewa tak kunjung datang juga. Entah apa yang sedang dilakukan suami Dea diluar sana. Malam ini, Dea tidak bisa tidur, ada banyak hal yang ia pikirkan terkait insiden yang hampir saja merenggut nyawanya. Ia sungguh tak pernah menyangka, semua teman-teman sekelasnya bakal melakukan tindakan kriminal padanya. Sebegitu bencikah mereka pada Dea hingga mereka memutuskan untuk melenyapkan gadis malang itu hanya karena dirinya adalah anak dari seorang pembunuh?
Hidup ini sungguh dirasa tidak adil bagi Dea, tanpa sadar, ia pun menangis sendirian di tengah malam. Namun sesaat, ia teringat akan perlakuan manis suaminya. Seketika, kesedihan Dea menjadi sirna jika melihat bagaimana suami tampannya menatapnya. Disisi lain, Dea merasa sedih atas kejamnya dunia ini. Di sisi lainnya lagi, ia merasa sangat bahagia karena Dea bisa melihat ada cinta di mata Dewa.
"Sudah jelas kalau dia tampak menyukaiku, tapi kenapa dia tidak mau mengatakannya? Padahal aku sudah berkali-kali bilang cinta padanya," gumam Dea sendirian di dalam goa. Hatinya gelisah, tapi ia juga tak bisa keluar dari goa karena lokasinya ada di tengah hutan belantara.
Berkali-kali gadis itu melongak keluar goa untuk mencari tahu apakah Dewa sudah datang atau belum, tapi yang ditunggu-tunggu tak kunjung hadir juga. Bahkan tanda-tanda kedatangannyapun trak nampak.
Karena malam sudah semakin larut dan Dea mengantuk, gadis itupun memutuskan untuk pergi tidur. Gadis itu terlelap tanpa mimpi setelah melalui hari panjang yang begitu sulit.
***
Keesokan paginya, ketika ia terbangun, gadis itu terkejut karena seragam dan tas sekolahnya sudah ada di samping Dea. Entah siapa yang membawakannya kemari. Dea bisa menebak pasti ini ulah suaminya, si Dea. Namun, sosok hantu tampan itu sama sekali tak menampakkan batang hidungnya di goa ini. Mungkin, ia pergi lagi setelah membawakan apa yang Dea butuhkan. Kebetulan, Dea juga akan tetap masuk sekolah meskipun kemarin teman-temannya sengaja membunuhnya dengan mendorong Dea jatuh ke dalam jurang. Perbuatan keji mereka tidak bisa dibiarkan dan teman-teman Dea harus mendapat hukuman setimpal atas apa yang mereka lakukan.
Gadis itu sedikit kecewa karena ia tak melihat suaminya dari semalam. Sang pangeran demit juga tak meninggalkan pesan apapun padanya. Dea jadi merasa aneh sendiri, apa yang sedang suaminya itu lakukan? Ada di mana Dewa sekarang?
"Kenapa aku jadi memikirkan dia terus, ya? Ayolah Dea. Sadarlah! Kau harus tetap melanjutkan ujianmu walau apapun yang terjadi. Tinggal 3 hari lagi. Setelah itu ..."
"Setelah itu kita melakukan malam pertama kita sesuai titah yang diberikan ayah dan ibuku," sela pangeran D yang tiba-tiba saja datang entah darimana dan berdiri di belakang Dea.
Tentu saja gadis itu langsung terperanjat saking terkejutnya. Iapun langsung balik badan dan menatap suaminya yang sudah merubah wujudnya menjadi manusia seperti Dea. Lebih mengejutkan lagi, pakaian yang dikenakan suami hantu Dea ini tampak sangat cocok melekat ditubuhnya. Dewa benar-benar terlihat tampan dan mengagumkan ketika ia memakai jaket hitam yang menutupi kemeja putih dibaliknya. Dewa juga memakai celana panjang dengan warna sama seperti rok seragam sekolah Dea.
__ADS_1
"Wuah ... daebak, kau ... tampan sekali," puji Dea terkagum-kagum. "Tapi ... kau ke mana dengan pakaian itu?" tanya Dea penasaran.
"Mengantamu sekolah, ayo!" Pangeran D menarik Dea dalam pelukannya dan keduanya langsung berteleportasi menghilang dari goa di tengah hutan belantara dan kembali muncul di sebuah parkiran luas dimana tempat ini sangat asing bagi Dea.
"Kita ada di mana?" tanya Dea bingung karena parkiran terbuka ini dipenuhi oleh mobil-mobil super duper mewah.
Ada Mercedes Benz 300 SLR Uhlenhaut Coupe Prototypes, Ferrari 250 GTO, Rolls Royce Boat Tail, Bugatti La Voiture Noire, Ferrari 335 S Spider Scaglietti, Bugatti Centodieci, Rolls Royce Sweptail, dan masih banyak lagi mobil-mobil mewah lainnya terparkir tapi di sini. Semua mobil-mobil tersebut berharga fantastis luar biasa. Dea jadi curiga, jangan-jangan semua mobil ini adalah mobil curian mengingat Dewa bukanlah manusia dan bisa melakukan apa saja yang dia inginkan tanpa terkecuali.
"Masuklah," ujar Dewa sambil membuka mobil Rolls Royce Phantom seharga 24 M.
"Kau belum jawab pertanyaanku," ujar Dea ragu. Ia butuh penjelasan dari suami hantunya ini.
Sebab, Dea sama sekali tidak mengerti apa yang terjadi. Tiba-tiba saja Dewa muncul dengan wujud manusia yang cool dan charming, lalu mengajaknya ke tempat asing dan sekarang memintanya masuk ke dalam mobil mewah yang hanya di miliki oleh para anak sultan. Siapa yang tidak bingung. Mana ada hantu punya banyak mobil mewah begini?
Entah mengapa Dea merasa kalau suaminya ini sedang pamer harta, dan memang benar. Baru kali ini aku tahu ada hantu sombong banget, batin Dea.
Meski sekarang Dea sedang berada di titik terendah kehidupan, ia juga pernah merasakan bagaimana menjadi seorang putri sungguhan. Sebagai putri tunggal dari seorang jendral bintang 3, tentulah kehidupan Dea dulu penuh dengan kemewahan, tapi ia tak pernah menyombongkan diri dengan pamer sana sini kalau ia punya segalanya meskipun sekarang sudah berubah. Hati Dea tetap bersahaja, makanya ia terpilih menjadi istri Dewa, sesosok putra Raja dedemit Refald ala Edward.
"Sampai kapan kau bengong di situ? Kau bisa terlambat ujian!" seru Dewa membuyarkan lamunan istrinya.
"Kenapa kau tak gunakan kekuatanmu untuk datang langsung ke sekolah? Tak perlu bawa mobil mewah begini," usul Dea.
__ADS_1
"Aku kan dalam mode manusia sekarang, aneh kalau aku datang tiba-tiba ke sekolah begitu saja. Mereka bisa mengira aku setan." Pengeran D langsung menyalakan mesin begitu Dea duduk disampingnya.
"Lah kau kan memang setan, calon raja setan malah," ledek Dea.
"Aku sedang tak ingin berdebat denganmu, kencangkan sabuk pengamanmu karena aku akan ngebut.
"Kau punya SIM?" tanya Dea was was.
"Aku ahli mengemudi, kau tenang saja." Dewa langsung ngebut dengan kecepatan yang bikin spot jantung seakan mau copot.
Tidak heran sih, Refald dan seluruh keluarganya memang hobi sekali kebut-kebutan. Makanya mereka punya banyak sekali koleksi mobil-mobil sport mewah dan expensive.
Setibanya di sekolah Dea, ada pemandangan yang berbeda dari biasanya. Beberapa mobil polisi, terparkir rapi di halaman sekolah. Banyak polisi dan orang-orang serta seluruh siswa berkumpul di halaman gedung utama.
Awalnya, Dea sangat penasaran dengan pemandangan tak biasa yang terjadi di sekolahnya. Ada apakah gerangan? Betapa shocknya Dea ketika ia melihat apa yang ada dihadapannya sehingga hal itulah yang mendatangkan banyak orang sampai polisipun ikut turun tangan.
"Astaga, apa yang terjadi dengan mereka? Si-siapa yang melakukannya?" tanya Dea pada dirinya sendiri.
"Aku," jawab pangeran D yang sudah berdiri di samping Dea sambil melepas jaket hitam yang menutupi seragamnya lalu melemparkannya ke Dea sehingga refleks gadis itu menangkapnya. Dan seragam Dewa, sama persis seperti seragam sekolah yang dikenakan Dea.
BERSAMBUNG
__ADS_1
***