
Wanita mana yang tidak bahagia bila mendapatkan kasih sayang berlimpah ruah dari sang suami seperti yang dialami Dea saat ini. Dea terbuai akan keluarnya kata cinta dari mulut seorang Dewa. Satu-satunya pria yang amat sangat Dea cintai sepenuh hati meski keduanya terbentang jarak karena perbedaan kehidupan dunia.
Namun, perbedaan dunia antara Dea dan Dewa sama sekali tak memengaruhi besarnya cinta yang mereka miliki. Terbukti dengan bersatunya jiwa raga keduanya hingga menimbulkan benih kehidupan bersemayam dalam tubuh Dea. Mustahil memang, mengingat Dea hanyalah seorang manusia biasa dan Dewa adalah makhluk astral tak kasat mata, tapi inilah fakta yang terjadi antara dua kehidupan antara Dea dan Dewa. Di dalam dunia mereka khususnya dunia perdemitan Refald, tidak ada yang tidak mungkin. Semua hal yang mustahil biasa saja terjadi.
Sayangnya, untuk sementara ini, pasangan suami istri yang baru menikah ini masih belum menyadari kehadiran benih cinta mereka. Hanya Rhea yang bisa merasakan tumbuhnya keturunan dari Dewa dan Dea karena dia juga memilki jiwa setengah manusia dan setengah bukan. Namun, istri Rey itu sengaja diam sampai pasangan pengantin baru mengetahuinya sendiri.
"Dea Sayang ... ada yang ingin kutunjukkan padamu, lingkarkan tanganmu dileherku. Aku akan mengajakmu terbang," ujar Dewa berbinar-binar bahagia.
"Ke mana?"
"Kau akan melihatnya sendiri." Dewa membantu melingkarkan kedua tangan istrinya dilehernya.
Dewa langsung menggendong tubuh Dea keluar jendela kamar pengantin mereka begitu keduanya hanya ditinggalkan bersama. Pangan D benar-benar mengajaknya terbang di atas langit-langit yang gelap dan hanya bertabur bintang. Dea senang sekali bisa melihat pemandangan indah di malam hari apalagi digendongan suami. Mata gadis itu tak bisa berhenti menatap wajah tampan suami hantunya yang luar biasa.
"Apa aku sangat tampan? Sampai kau tak bisa berkedip melihatku," tanya Dewa saat keduanya di atas udara malam yang dingin tapi hangat.
"Sebenarnya, ada banyak pria tampan, dan kau salah satunya," jawab Dea jujur.
__ADS_1
"Banyak ya?" Dewa manggut-manggut. "Kita lihat saja, apakah setelah ini masih ada pria lain di matamu selain aku." Dewa melesat semakin cepat bagai kilat dan baru berhenti bergerak ketika ia dan Dea tepat berada di atas ketinggian yang membuat bulu kuduk jadi merinding disko ketika melihat ke bawah.
"Kenapa berhenti? Apa yang ingin kau tunjukkan padaku? Ini tinggi sekali," tanya Dea penasaran dan juga heran. Ia bergidik ngeri sendiri ketika melihat ke bawah.
"Lihatlah di sana!" Dewa menunjuk langit-langit diatasnya dan kumpulan ribuan bintang-bintang mulai membentuk sebuah kotak cincin 3 dimensi berukuran raksasa bergerak-gerak dihadapan Dea.
Kotak cincin berkilauan yang terdiri dari kumpulan bintang-bintang bersinar terang, tampak sangat indah apalagi di dalam bentukan kontak cincin indah itu dilengkapi dengan cincin berlian yang tampak seolah seperti sungguhan. Mulut Dea menganga lebar saking takjubnya melihat keindahan bintang-bintang bergerak tersebut.
Dan yang membuat Dea semakin takjub lagi adalah cincin indah yang terdapat di dalam kotak bintang tersebut, mendadak keluar sendiri dari kotaknya dan kotak cincinnya berubah menjadi sebuah tangan, mirip seperti tangan Dea. Cincin yang terbuat dari bentukan bintang itu bergerak dan masuk ke dalam jari manis yang sebelumnya adalah kotak dari cincin itu sendiri.
Sungguh, pemandangan indah itu membuat jiwa Dea bergetar seolah apa yang ia lihat mewakili perasaan Dewa padanya. Hal serupa ternyata juga dilakukan Dewa. Pengeran D membuka kotak cincin asli sama seperti yang ada di atas langit-langit yang ia perlihatkan pada Dee lalu ia sematkan cincin berlian terindah di jari manis istrinya.
Padahal, dua insan yang sedang kasmaran itu masih melayang-layang di udara. Anehnya, Dea sama sekali tidak jatuh seolah kedua kaki manusianya menginjak lantai yang datar.
Mata Dea berkaca-kaca saat pria yang amat ia cinta melamarnya dengan cara di mana semua wanita memimpikannya termasuk Dea juga. Dea tak bisa berkata-kata sehingga ia hanya mengangguk bahagia. Wanita mana yang bisa menolak bila cara melamarnya model Dewa gini. Dalam sekejap, pangeran Demit itu langsung mencetak sejarah dan menggeser keromantisan Refald dan juga Leo.
Dewa hanya tersenyum ketika melihat istrinya menangis sesenggukan. Ia memeluknya dengan erat sambil menenangkannya. Bahkan Dea sulit bicara saking bahagianya dirinya mendapatkan suami seperti Dewa.
__ADS_1
"Sudah, jangan menangis terus. Kau ini sedang kulamar, bukan kuceraikan," goda Dea dan sebuah pukulan cinta dari Dea mendarat mulus di dada Dewa.
"Dilamar saja kau sudah membuatku mengais sesenggukan begini, bagaimana jika kau meninggalkanku?"
Dewa langsung mendaratkan ciuman manisnya di bibir Dea sehingga gadis itu berhenti bicara. "Aku takkan pernah meninggalkanmu, jangan berkata seperti itu lagi, oke! Sudah, jangan nangis terus. Kita harus kembali ke istana untuk pesta resepsi kita. Besok aku akan mengantarmu ke sekolah karena kau harus wisuda. Dan bukan hanya aku saja yang menghadiri acara wisudamu. Seluruh keluarga besarku akan turut hadir juga dan buat onar di sana."
"Hah!" mulut Dea melongo mendengar penjelasan suaminya tentang kehadiran seluruh keluarga besar Dewa yang akan turut hadir di acara wisuda kelulusan Dea. Entah kenapa ia punya firasat buruk soal ini.
"Jangan khawatir, buat onar yang aku maksud bukan peperangan dan sebagainya. Kau akan tahu sendiri besok." Dewa kembali menggendong Dea turun dan mendarat tepat di aula besar dimana Refald dan seluruh keluarga besar Dewa menantikan kehadiran pasangan pengantin baru yang baru saja beromantis ria di udara.
Seluruh keluarga besar Refald menyambut hangat kedatangan Dewa dan Dea serta hadirnya keturunan batu Refald yang kini sudah bersemayam di dalam tubuh Dea. Hanya saja, sementara ini mereka semua merahasiakan kabar bahagia itu dari Dewa dan Dea hingga waktunya tiba.
Fey turun dari singgasananya dan langsung memeluk menantunya. Pesta resepsi Dewa dan Dea berjalan lancar dan meriah tanpa ada drama ikan terbang seperti yang biasa terjadi di keluarga Refald sebelumnya. Bukan bearti drama ikan terbang itu tidak ada. Tapi akan digantikan dengan aksi bengek mereka tepat disaat acara wisuda Dea.
"Ibu ... benarkah apa yang dikatakan pangeran D soal kabar wisudaku?" Dea memberanikan diri bertanya pada Fey.
"Oh, kau sudah tahu rupanya. Tenang saja, kau pasti suka," jawab Fey santai sesantai-santainya.
__ADS_1
BERSAMBUNG
***