
Jawaban Dea membuat Dewa semakin tak bisa menahan hasrat birahinya yang entah mengapa tak dapat ia kontrol saat melihat Dea ada didekatnya. Ditambah lagi, istrinya itu sama sekali tidak peka dengan apa yang pangeran demit itu rasakan sekarang.
Kedua mata sepasang suami istri ini saling menatap satu sama lain dengan perasaan mereka masing-masing. Satunya rela berkorban dan melalukan apa saja demi pria yang dicintainya sekalipun nyawa taruhannya. satunya lagi, sudah tak kuasa untuk menyerahkan jiwa raga demi wanita yang membangkitkan gelora cinta yang membara sebagai sisi manusianya.
Merasa mendapat lampu hijau dari sang istri, Dewa pun ingin melakukan penyatuan jiwanya di tempat indah dan menakjubkan ini bersama Dea. Seketika ia melesat cepat untuk meraih tubuh istrinya supaya lebih dekat dengannya.
Namun sayang, sebelum Dewa berhasil menyentuh sang istri, tiba-tiba saja sebuah tendangan kuat mendarat mulus di ulu hati Dewa sehingga tanpa di nyana-nyaya, pangeran demit itu terpental jauh sampai tubuh manusianya menabrak sebuah pohon yang berdiri kokoh lumayan jauh dari tempat Dea dan Dewa berada tadi. Tak berhenti sampai di situ, seseorang yang baru saja datang itu melesat cepat bagai angin dan langsung menekan leher serta dada Dewa sampai hantu tampan itu tak bisa bergerak.
"Hai Dew, kita ketemu lagi. Mau apa kau barusan, ha?" tanya seseorang itu sambil menyunggingkan senyumnya.
"Le-lepaskan aku!" seru Dewa berusaha melawan sekuat tenaga tapi sepertinya tidak mudah karena kekuatan orang yang menyerangnya ini sama kuatnya dengan Dewa.
Merasa Dewa dalam bahaya besar. Dea bermaksud untuk membantunya. Namun, langkahnya terhalang oleh dua orang yang tiba-tiba saja datang entah dari mana dan langsung mencekal kedua lengannya sehingga Dea tak bisa berlari ke tempat suaminya berada.
"Siapa kalian? Lepaskan aku! Beraninya kalian menyentuhku!" teriak Dea meronta-ronta minta dilepaskan.
Sayangnya, dua pria tampan yang sedang mencekal kuat lengan Dea, enggan melepaskannya. Keduanya malah fokus menatap Dewa yang terlihat sangat emosi begitu tahu istrinya ada di tangan dua pria tampan.
"Bim, ayo ... si pangeran Dew Dew itu sudah melihat kita!" ujar pria tampan yang ada di samping kanan Dea.
"Hadeuh, kenapa kita berdua selalu dijadikan pengacau dalam sebuah pernikahan keluarga paman. Dulu, kak Rey, sekarang adeknya, Nasib ... nasib." salah satu pria tampan bernama Bima ini geleng-geleng kepala, tapi tangannya tetap mencekal kuat tangan Dea.
"Jangan banyak mengeluh kau, Bim. Atau paman akan melemparmu jauh dari sini seperti waktu itu. Ini seru tahu! Kapan lagi kita bisa mengacaukan pernikahan seorang pangeran demitseperti pangeran Dew Dew itu." pria tampan itupun tersenyum puas sehingga tampak semakin tampan.
Awalnya, Dea tertegun melihat kedua cogan aneh berdiri di kanan dan kiri Dea. Gadis itu yakin kalau pria-pria tampan ini adalah manusia tulen dan bukan sejenis dengan suaminya. Namun, rasa kagum itupun hilang karena Dea merasa kalau dirinya hendak di culik disaat suaminya diserang tiba-tiba.
"Kalian berdua ini siapa? Kalian ini cari mati, ya? Lepasin nggak? Atau kucincang kalian berdua!" bentak Dea marah.
__ADS_1
Sebenarnya, Dea takut tapi ia ingin sekali menolong suaminya yang tampak sedang terdesak. Dea yakin, orang yang sedang menyerang suaminya pastilah bukan orang sembarangan. Jika tidak, mana mungkin Dewa diserang dengan begitu mudah seperti itu padahal Dewa adalah hantu.
Gadis itu mengambil kesempatan dengan melompatkan diri alias salto untuk melepaskan diri dari cekalan kedua pria tampan yang tak ia kenal. Ternyata eh ternyata, 2 cogan itu melakukan gerakan sama seperti yang dilakukan Dea sehingga cekalan mereka tak bisa lepas. Dea yang melihat hal itu terbelalak karena rupanya, ia berhadapan dengan orang yang salah.
Kejahilan kedua pria tampan didekat Dea, semakin menjadi-jadi. Mereka bahkan memutuskan untuk tidak memberitahu Dea siapakah mereka sebenarnya. Padahal kalau Dea teliti, harusnya ia tahu siapa pria yang menekan kuat leher Dewa karena sebelumnya, Dea pernah bertemu dengan orang itu.
"Sebaiknya kau jangan bikin ulah wahai istrinya pangeran Dew Dew, jika tidak ... kau bisa kehilangan suamimu selamanya," ancam pria tampan dengan senyuman menawannya.
"Hei hei, ingat ...istrimu sedang hamil," ujar pria tampan satunya lagi. "Dasar Tepes! Sudah tua masih aja suka tebar pesona!"
"Siapa yang kau bilang tua, ha? Memangnya kau ... CEO yang dijuluki kulkas 10 pintu?" balas pria tampan itu.
"Bodo! Dasar kepala desa bengek! Aku heran, bagaimana Yuna bisa terpikat oleh orang terbengek sepertimu!"
"Kau buta? Itu karena aku lebih tampan darimu!"
"Cuma ular codot yang ngaku dirinya tampan!"
Kedua pria tampan itu malah asyik saling ledek satu sama lain di saat seperti. Mata Dea melongo melihat perdebatan kedua pria aneh yang ada di kanan dan kiri Dea. Ia sungguh tidak tahu siapa mereka.
Yang ada dipikiran gadis itu hanya ingin secepatnya menuju ke tempat suaminya tapi sulit sekali melepaskan diri dari sini. Akhirnya, Dea memutuskan untuk berteriak sekencang-kencangnya sehingga mengagetkan 2 orang yang sedang bertengkar hanya karena alasan nggak jelas.
"Pengeran Dewaaaa, tolong akuuuu!" teriak Dea sehingga kedua pria tampan yang ada didekatnya langsung terdiam karena kaget.
Mendengar teriakan lantang istrinya, mata Dewa berubah merah menyala karena marah. Kekuatan ghaibnya meningkat pesat dan mulai membalas serangan balik pria yang sejak tadi menguncinya di pohon.
"Bersiaplah, Kak. Pangeran kesurupan itu mau datang kemari," salah satu pria tampan bernama Bima memperingatkan dan mulai bersiap-siap.
__ADS_1
"Ayo, kita bawa pergi saja istrinya," ajak pria yang ternyata adalah kakak dari Bima.
Kedua pria tampan yang tak lain dan tak bukan adalah si kakak beradik Yeon dan Bima akhirnya membawa pergi Dea dengan paksa. Sang pangeran kedua alias Dewa, tak terima dan langsung melepaskan diri dari pria yang menyerangnya.
Tentu saja, pria itu tak tinggal diam, iapun melesat cepat bagai kilat mengejar Dewa agar tak dapat mendekati Dea. Keduanya saling berkelahi satu sama lain di udara. Karena kekuatan mereka berdua seimbang, maka perkelahian mereka bagaikan bola api yang dilempar ke sana kemari. Kecepatan kakuatan mereka sungguh bikin manusia hanya bisa takjub melihatnya.
Kedua putra Leo yang berbeda profesi dan karakter itu hanya bisa tersenyum senang karena setelah sekian lama, mereka akhirnya dapat menyaksikan perkelahian spektakuler antara kakak beradik alias sesama pangeran Demit.
"Se-sebenarnya ... si-siapa kalian semua? Kenapa menyerang suamiku dan menculikku?" tanya Dea bingung, sebenarnya 2 pria tampan ini penjahat apa bukan sih? Dea sendiri penasaran siapakah orang yang menyerang suaminya karena ia tak dapat melihat jelas wajah orang itu.
"Aku merindukan pemandangan ini," ujar Yeon tak menggubris pertanyaan Dea. Sepasang netranya mendongak ke atas menyaksikan kedua pangeran demit itu berkelahi sat set sat set bagai angin tornado.
"Mereka memang pangeran demit edian!" tambah Bima, "tapi mereka luar biasa. Kok aku jadi kayak membayangkan kalau perkelahian mereka mirip seperti Naruto dan Sasuke ketika mereka berkelahi, ya? Daebak!"
"Halooo, apa ada orang yang menjawab pertanyaanku? Tolong beri aku penjelasan ada apakah ini sebenarnya?" bentak Dea sudah kesal karena sejak tadi ia tidak mengerti sama sekali dengan situasi aneh yang terjadi di sini.
"Kami akan menjelaskannya dalam perjalanan," jawab Bima ambigu dan semakin tidak mengertilah Dea.
"Woy, kak Rey ... kau sudah membukanya?" teriak Yeon dari bawah.
"Sudah! Pergilah! Biar kutangani si mesum ini!" balas Rey yang tak lain dan tak bukan adalah kakak dari Dewa sendiri. Tak heran jika kekuatan mereka seimbang karena Rey juga bergelar pangeran demit sama seperti adiknya.
Bedanya, Rey manusia tulen sama seperti ayah dan ibunya. Sedangkan Dewa adalah hantu yang diprediksi bakal menjadi kaisar dari dunia lain suatu hari nanti dan menjadi incaran seluruh raja iblis jahat yang ada di seluruh penjuru dunia. Salah satunya adalah ratu Badaharui dari kerajaan ghaib Desa Penari.
Dewa yang menyaksikan istrinya diculik saudaranya sendiri langsung bergerak cepat untuk menyelamatkannya. Namun, lagi-lagi, Rey tetap menghalanginya.
"Apa yang Kakak lakukan? Kenapa kau mengacaukan suasana indahku dengan wanita yang sudah menjadi istriku! Apa masalahnya?" bentak Dewa marah.
__ADS_1
BERSAMBUNG
***