Terpaksa Menikah Dengan Dewa

Terpaksa Menikah Dengan Dewa
BAB 44 Sekian Sampai Di sini!


__ADS_3

Semua orang hanya bisa menghela napas panjang melihat betapa bengeknya perlakuan Dewa terhadap istrinya yang sedang kalut karena tak tega melihat Sekar dieksekusi oleh suaminya sendiri. Sebagai sesama wanita, Dea jelas bisa merasakan ada cinta di hati Sekar ketika melihat suaminya telah hadir kembali di dunia lain ini.


Dendam yang ia rasakan pada Dewa benar-benar murni meski awalnya Sekar melakukan semua itu untuk memporak-porandakan istana kerajaan Refald atas perintah ibunya, si Ratu ular Badaharui.


Misinya memang berhasil, nama pangeran D telah jelek di mata semua iblis di dunia lain ini, tapi … hati Sekar serasa hampa ketika musnahnya sosok demit bernama mas Gen.


Salah satu pasukan demit kepercayaan Refald, ternyata telah berhasil mengubah pandangan Sekar tentang siapakah sosok raja dan ratu demit dari dunia lain ini yang nyatanya tak sama dengan seperti yang pernah digambarkan ibunya sebelum Sekar menyelinap datang kemari. Sayangnya, perintah Ratu siluman ular tak bisa Sekar ingkari. Sekalipun ia sadar akan konsekuensi yang bakal diterimanya, wanita itu tetap melaksanakan misinya dengan baik.


Dulu, Sekar memang ingin menguasai Dewa dan menghancurkan Refald, tapi semenjak ia mengenal mas Gen, perasaannya terhadap Dewa berubah. Itulah kenapa, meski suami Sekar tiada, ia tak kembali ke kerajaan Badaharui dan memilih menetap di istana Refald. Sekar ingin tahu, apakah benar wanita yang dipilihkan Raja Refald untuk Dewa sungguh-sungguh bisa menghidupkan kembali sosok pria yang dicintai Sekar.


Dan ternyata benar, Dea … yang tak lain dan tak bukan adalah istri Dewa, rupanya berhasil menghidupkan mas Gen kembali dengan darah istimewa yang dimiliki Dea.


Memang, Sekar bersikap seperti seorang penjahat dihadapan semua demit istana ini begitu kedoknya diketahui. Namun, dibalik itu semua, ia sangat ingin bertemu dengan mas Gen, untuk terakhir kalinya. Dengan begitu, ia siap musnah sari dunia lain ini seperti yang diinginkan semua orang.


“Aku punya permintaan terakhir sebelum kau melenyapkanku Suamiku,” ujar Sekar untuk yang pertama dan terakhir kalinya sebelum dirinya berakhir di tangan sosok yang amat sangat ia cinta.


Sungguh Sekar tidak menyesal atas perbuatan jahatnya yang sudah membuat susah banyak orang. Sejak awal, ia memang ditakdirkan untuk menghilang selamanya dari dunia ini. Bagi Sekar, misi selesai atau tidak selesai, ia tetap akan dilenyapkan, baik oleh Refald ataupun oleh ibunya sendiri. Namun, Sekar bahagia karena yang akan menghabisinya, bukanlah dua penguasa itu, melainkan suaminya sesuai apa yang diinginkan Sekar.


“Katakan, tapi jangan harap aku akan mengabulkannya.” Suara Mas Gen terdengar gemetar, tampak jelas seberapa besar amarah yang sedang demit itu pendam untuk Sekar. Namun, salah satu pasukan Refald itu berusaha tetap tegar dan bersikap professional layaknya para pasukan demit sejati pada umumnya.

__ADS_1


“Izinkan aku … mencintaimu … dan mati ditanganmu dengan membawa sisa kenangan kita, …” ujar Sekar dan ia menutup mata tanda siap dilenyapkan oleh suaminya.


Mas Gen sempat tertegun mendengar kalimat tak terduga itu. Namun, sebagai demit yang sudah merasa dikhianati, ia takkan goyah hanya karena Sekar mengatakan mencintainya didetik-detik kematiannya. Mas Gen mengayunkan pedangnya dan siap menancapkan ujung pedang tersebut tepat dijantung Sekar.


Api besar sudah mulai dinyalakan sehingga ketika Sekar tertusuk pedang mas Gen, maka jiwanya akan terbakar dan akan menghilang bagai butiran debu. Tepat di saat ujung pedang itu hendak menyentuh jantung Sekar, sebuah teriakan tiba-tiba saja terdengar lantang sehingga untuk kedua kalinya, Mas Gen mengurungkan niatnya mengekesekusi istrinya sendiri.


“Tidaaak! Hentikan!” teriak Dea yang langsung lepas dari dekapan Dewa. Gadis itu bergegas menuruni tangga penonton dan berlari ke tengah lapangan tempat di mana ditengah-tengah api tersebut ada Sekar dan mas Gen.


Semua mata menatap heran Dea yang berani menghentikan acara eksekusi. Dewa pun melesat cepat ke tempat istrinya tapi tidak melakukan apa-apa. Ia hanya penasaran alasan apa yang membuat Dea menghentikan eksekusi Sekar. Sementara Rhea hendak ikut turun juga, tapi Rey yang baru saja datang bersama putranya, langsung menghalangi niat istrinya.


“Tetaplah di sini Sayang, jangan ikut campur.” Rey memperingatkan. Sedangkan pangeran Hans alias cucu pertama Refald, malah sibuk mengemut-**** permen lolipopnya sambil duduk santai dengan mengangkat kedua kakinya di atas kursi.


“Maaf atas kelancangan hamba yang mulia Raja, tapi … hati saya mengatakan bahwa tindakan ini tidak benar,” ucap Dea dengan amat sangat sopan sambil bersimpuh menghadap tempat Refald dan Fey berada.


“Begitukah?” tanya Refald dengan tenang. “Lalu … menurutmu … apa yang benar?”


“Saya rasa … melenyapkan Sekar, tidak akan menyelesaikan permusuhan yang terjadi diantara Yang mulia dengan Ratu Badaharui. Jika sekar dieksekusi dengan cara seperti ini, saya yakin, Ratu Badaharui akan terus mengirim orang-orangnya untuk kembali menyerang istna ini dengan berbagai macam cara. Akan lebih baik bila kita … memutus rantai kebencian yang dirasakan Ratu Badaharui terhadap Yang Mulia. Sekali lagi … maafkan saya Yang Mulia Raja Agung Refald, saya yakin Yang Mulia lebih paham akan maksud kata yang saya sampaikan.”


Dea menunduk sebagai tanda hormat dan permintaan maaf.

__ADS_1


Untuk sesaat, semua orang terdiam, pemikiran Dea tidak salah. Namun, mereka tetap tidak bisa membiarkan Sekar begitu saja. Wanita licik dan jahat itu juga harus tetap dihukum atas perbuatannya. Semua demit mulai berbisik-bisik tentang apa yang terjadi sekarang dan menunggu keputusan Refald.


Lebih dari itu, Dea menatap Sekar yang langsung menatap marah padanya karena berusaha menyelamatkannya. Sedangkan Mas Gen langsung pergi ke tempat Refald dan Fey berada untuk mayakinkan mereka berdua, bahwa ialah yang akan bertanggungjawab menghadapi ratu Badaharui bila eksekusi ini dilanjutkan.


Terjadi pro dan kontra pada seluruh demit di kerajaan Refald saat ini, sebagian ada yang setuju dengan pendapat Dea, sebagaian besar lagi tetap meminta Sekar dieksekusi dengan catatan mereka siap menyerang kerajaan Ratu Badaharui yang mencoba mengacaukan kerajaan Refald dengan mengirim putrinya sendiri kemari.


Refald menatap istrinya dan sudah mengambil keputusan yang tepat agar semua tidak kacau balau lagi atas apa yang terjadi saat ini. Sesuai hukum yang ada di istana, Sekar telah bersalah dan kesalahannya sangatlah fatal. Di sisi lain, melenyapkan Sekar juga tidak bisa dikatakan menyelesaikan masalah karena yang ada, masalah akan semakin bertambah banyak. Untuk itu, Refald telah mengambil jalan tengah.


Tepat dihadapan para demit istana. Mas Gen diperintahkan untuk mengambil kedua mata Sekar supaya ia tak lagi bisa melihat dunia ini untuk selamanya. Dan menjadi penghuni tahanan pertama kerajaan Refald disebuah ruangan gelap. Sekar akan tetap dikurung di ruangan yang lebih ekstrem dari sekedar sebuah lubang hitam. Kalau manusia biasa pasti akan lebih memilih mati ketimbang berada diruangan itu seorang diri.


Hukuman selanjutnya bagi Sekar, akan ditentukan ketika Refald dan pasukannya berhasil melenyapkan Ratu Badaharui yang semakin lama, telah meresahkan banyak manusia di dunia nyata sehingga berkali-kali, Refald harus turun tangan membebaskan jiwa manusia yang berhasil diperbudak ibu Sekar itu.


“Sekian sampai di sini. Bawalah Sekar ke tempat seharusnya dan kalian semua diperbolehkan meninggalkan area ini untuk persiapan pesta resepsi Dewa dan Dea.” Refald beralih menatap cucunya sambil berkata, “ Pangeran Hanenda Dalton Arey Dilagara! Kemarilah dan ikutlah denganku!”


Seketika, pangeran yang disebut sebagai pangeran Hans itu, mulai beraksi dan berlari kencang ala vampir Edward menuju kakeknya berada. Hans langsung memeluk Refald dengan sangat erat. Pelukan cucu dan kakek itu sukses membuat baper semua orang yang melihat tak terkecuali Dewa sendiri.


“Haish, bikin iri saja, Dea … ayo … kita bikin cucu untuk ayah supaya aku tak kalah dengan kakakku,” bisik Dewa mesra di telinga Dea yang langsung meliriknya tajam.


BERSAMBUNG

__ADS_1


***


__ADS_2