
Keesokan harinya saat pagi hari sekitar jam 8 an buk Mirna dan Arora sekarng sedang menunggu putri di depan ruang operasi karna pagi ini putri akan di operasi pengangkatan tumor di payudara nya Arora dan buk Mirna menunggu dan berdoa agar operasi tersebut berjalan dengan lancar, beberapa jam setelah itu dokter pun keluar dari ruangan operasi arora dan buk Mirna langsung menghampiri dokter untuk menanyakan keadaan putri
Buk Mirna "dok dok gimana keadaan anak saya dia baik baik aja kan"
Dokter "iya ibu operasi nya berjalan dengan lancar kok tapi sekarang anak ibu masih tidur karna masih di pawa pengaruh obat biusnya, kalok gitu sya permisi dulu buk" ucap dokter itu Lalau meninggalkan buk Mirna dan Arora
Buk Mirna "Ra syukur lh putri enggak papa"
Arora "iya buk syukur lah Arora benar benar lega saat dokter bilang operasi nya berjalan dengan lancar"
Arora dan buk Mirna pun berpelukan sambil menangis bahagia dan enggak lama setelah itu putri pun di bawa keluar sama suster suster nya untuk di pindahkan ke ruangan rawat Arora dan buk Mirna pun mengikuti dari belakang tapi Arora dan buk Mirna kaget karna putri di bawa masuk keruang rawat yg VIP
Arora "kok keruangan ini ini kan ruangan VIP perasaan aku pesan kamar yg biasa deh, apa ini ulah pak kevin" ucap Arora dalam hati karna dia bingung
Tapi dia memilih untuk tidak memikirkan nya dulu karna dia akan pokus ke putri dulu dan juga ini adalah hari terakhir dia bisa nemni putri dan buk Mirna karna nanti malam dia akan ke rumah pak kevin untuk menepati janji yg sudah mereka buat, dan sekarng Arora merasa sangat deg degan karna dia enggak tau apa yg akan terjadi setelah ini dia cuman bisa berdoa karna dia enggak bisa apa apa walaupun hati enggak nyaman tapi sekarng dia sudah enggak bisa berbuat apa apa karna surat perjanjian itu sudah tertulis dan dia juga enggak mau karna dia keluarga pantinya dapat masalah.
Sekarng Arora dan buk Mirna lagi nunggu putri sadar dari obat biusnya, tidak lama setelah itu putri pun membuka matanya
Buk Mirna "Ra putri sudah bangun Ra, hai syang apa kamu udah bngun"
Arora "iya buk putri sudah bangun ya udh Rara panggilin dokter nya dulu ya buk"
Arora pun pergi mencari dokternya untuk memberitau bahwa putri sudah sadar setelah itu Arora sudah ketemu dengan dokternya dan mereka langsung keruangan putri karna putri akan di cek keadaanya untuk memastikan semua stabil, hari pun berjalan dan sekarng sudah sore Arora pun pamitan untuk pulang ke kosannya karna dia mau beresin beberapa baju bajunya untuk pergi kerumah Kevin tapi saat dia lagi beres beres Nara sahabatnya pun datang ke kosannya
__ADS_1
Nara "Ra Arora Ra buka pintunya"
Arora pun membuka pintunya
Nara "Ra lu dari mana aja sih udah seminggu lebih lu enggak masuk kerja gua khawatir tau"
Arora "ya udah ayok masuk dulu nanti aku jlsin"
Nara pun masuk dan Arora menutup kembali pintu kosannya
Nara "Ra kamu mau kemana kenapa beres beres apa kmu mau pindah kosan"
Arora "enggak nar aku akan pergi jauh dan aku enggak tau Sampek berapa lama perginya"
Arora "Ra akan menikah dengan orang yg sudah membantu aku"
Nara "aaa apa niakh Ra tapi sama siapa kenapa dadakan bngt keluarga kmu yg di panti tau soal ini"
Arora pun menangis
Arora "enggak nar mereka enggak tau aku sengaja tidak memberi tau mereka agar mreka enggak khawatir nar"
Nara "tapi kenapa Ra bukannya ini kabar bahagia"
__ADS_1
Arora "nar pernikahan ini cuman kawin kontrak aja, aku sengaja melakukan ini karna aku meminjam uang dengan nya dan dia memberi syarat ini aku sebenarnya enggak mau tapi karna beberapa hari lalu keadaan putri semakin memburuk dan ada tumor juga di payudara nya dan harus segera di ambil tindakan sedangkan aku belom ada uang jadi aku terpaksa meminjam uang dengan laki laki itu dan menerima syarat kawin kontrak ini"
Nara "Ra kmu seriusan tapi gimana klok dia jahat sama kamu Ra"
Arora "nar itu udah jadi tanggung jawab ku karna dia sudah bantu biaya pengobatan putri, nar aku mau mintak tolong sama kmu tolong kamu jangan bilang sama siapa siapa soal ini ya apa lagi sama ibu panti ku aku enggak mau mereka khawatir nar aku mohon"
Nara "Ra tapi"
Arora "aku mohon sama kamu nar tolong rahasia ini dari siapa pun, dan klok nanti ada yg nanyain tentang aku kamu bilang aja enggak tau oke"
Nara pun memeluk Arora dan mereka berdua menangis bersama karna Arora merasa cuman Nara yg selama ini ada buat dia dan Nara merasa sangat kasian dengan sehabatan itu karna dia tau banget apa yg sahabatnya itu rasakan tapi dia juga enggak bisa berbuat apa apa, setelah itu Arora dan Nara pun mengobrol sambil membereskan barang barang yg akan di bawa oleh Arora kerumah Kevin.
Sedangkan Kevin dan Rangga sekarng lagi siap siap untuk kembali ke Indonesia karna pekerjaan mereka sudah selesai di Jepang, Devan juga lagi lagi menghilang tapi Kevin dan Rangga tidak bisa ngapa ngapin karna mereka tau watak Devan seperti apa jadi mereka akan membiarkan Devan untuk berpikir dulu yg penting Kevin dan Rangga sudah menjelaskan semuanya kepada devan tentang apa yg sebenarnya terjadi antara Kevin dan sarah, sekarng mereka lagi menuju ke bandara karna mereka bentar lagi akan berangkat selagi menunggu Kevin dan Rangga pun ngobrol tentang Devan
Rangga "Vin gua benar benar masih enggak percaya klok Devan segitunya Sampek melibatkan perusahaan kita"
Kevin "sama aja gga gua juga enggak percaya klok sahabat kita itu bisa seperti itu cuman karna hal perempuan"
Rangga "lu enggak kasih pelajaran buat dia Vin"
Kevin "enggak ush gga biarin aja dulu klok nanti dia semakin menjadi jadi baru kita kasih pelajaran buat Devan"
Tidak lama setelah itu mereka pun langsung naik pesawat karna sebentar lagi mereka kaan terbang kembali ke Indonesia Kevin sangat tidak sabar untuk ketemu dengan Arora karna selama dia pergi dia selalu memikirkan Arora seakan Kevin sedang jatuh cinta dengan Arora tapi sayangnya Kevin masih belom menyadari hal itu karna dia masih mikir dia hanya terbaring dan penasaran dengan Arora.
__ADS_1
Sedangkan degan sekarang dia lagi mengurung dirinya di kamarnya karna dia masih berpikir tentang apa yg selama ini terjadi dia merasa bersalah karna dia salah paham dan membuat dia membentuk sahabat nya itu tanpa mau mendengar alasan nya, Devan benar benar benar meresa bersalah sudah menghancurkan persahabatan mereka selama bertahun tahun ini hanya karna dia salah paham lalu saat malam hari nya Devan memutuskan untuk pergi ke hotel tempat Kevin dan Rangga menginap tapi Sampainya disana mereka sudah tidak ada lagi dan kata pihak hotel mereka sudah cek-out tadi sore dari hotel, Devan pun terdiam lalu masuk kembali ke dalam mobil nya saat di dlam mobil dia bahkan menangis karna dia merasa sudah terlambat padahal dia ingin memintak maaf kepada sahabat sahabat nya itu atas kesalah pahaman yg terjadi antara mereka